Suarindonesia – Dinas Kehutanan Kalsel terkesan dianakemaskan di Pemprov Kalsel.
Betapa tidak, pelantikan pejabay struktural dispesialkan tak seperti biasanya.
Tidak ada pejabat yang dilantik dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lain yang masuk ke dishut pada pelantikan di Aula Bapelkes Kalsel, Senin (4/2).
Bahkan, pada pelantikan tersebut juga tak ada pejabat SKPD lain yang turut dilantik, namun murni pelantikan pejabat struktural lingkup dishut.
Kondisi ini tak seperti kebiasaan pemprov. Sebelumnya, tiap pelantikan dilaksanakan secara berjamaah alias lintas SKPD, namun tidak kali ini.
Atas dasar itu terlihat jelas dishut dianakemaskan. Namun begitu, Sekdaprov Kalsel, Abdul Haris Makkie membantahnya.
Menurutnya, pelantikan ini merupakan susulan dari pelantikan sebelumnya. Ia pun menolak pelantikan itu disebut dispesialkan.
“Kemarin ada yang berhalangan hadir, ada yang pergi umrah jadi pelantikan sekarang. Sama saja ini seperti pelantikan sebelumnya, ” tegas Haris.
Menurut Haris, pelantikan ini dalam rangka mengisi kekosongan jabatan dan juga penyegaran organisasi. Kekosongan jabatan, ujarnya, bisa disebabkan pensiun dan lain sebagainya.
“Penempatan jabatan tentu berdasarkan keahlian dan kemampuan, apalagi kepala resort sipatnya teknis, jadi memnutuhkan orang yang mengerti kehutanan,” bebernya. (RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















