SuarIndonesia.com – Investor asal China dikabar melirik pembangunan bentang tengah Jembatan penghubung Pulau Laut (Kotabatu) – Pulau Kalimantan (Tanah Bumbu).
Hal itu dibenarkan Sekdakab Kotabaru, Said Akhmad. Investor asal China sudah meninjau jembatan tersebut.
Prosesnya tinggal menunggu MoU antara Pemprov Kalsel, Pemkab Tanbu, dan Pemkab Kotabaru.
“Pembangunan harus segera diselesaikan. Semakin lambat semakin tinggi biaya yang diperlukan.
Harga bahan naik trus. Sudah ada investor dari China yang meninjau lokasi. Mudah-mudahan segera terealisasi,” katanya, Selasa (6/6/2023).
Ia menambahkan jembatan penghubung Kotabaru dan Tanahbumbu tersebut nerupakan program kebanggan Kalsel. Disebutnya, sejak 2015 silam sudah disepakati pembangunan tersebut.
“APBD kami sudah dikucurkan kurang lebih 100 miliar untuk pembebasan lahan. APBD provinsi jumlahnya kurang lebih sama untuk pembebasan sisi seberang (Tanbu),” ujar Said, didampingi Kadis PUPR Kotabaru, Tri Astuti.
Menurutnya, fisik jembatan sudah dibangun, sehingga tidak ada alasan tidak layak teknis.
Selain itu, juga sudah kajian dan permasalahan ranjau di lautan juga sudah diselesaikan bersama pihak terkait.
“Tadi disampaikan oleh pemerintah pusat pembangunan 30 tahun kami tidak setuju. Nanti kita sharing.
Kotabaru siap sharing karena pembangunan ini untuk Kalsel bukan hanya untuk Kotabaru,” bebernya.
Ia menyebut potensi Kotabaru sangat luar biasa, sehingga perlu disokong infrastruktur.
Di sana akan dibangun Pelabuhan Mekar Putih, dengan kedalaman laut standar internasional.
Jika jembatan terbangun, maka Pelabuhan terkoneksi dengan jalan bebas hambatan yang menghubungkan dengan Banua Enam.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















