DIBANTAH, Banjarmasin Terapkan PPKM Level 4

- Penulis

Jumat, 23 Juli 2021 - 21:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Beredarnya kabar dan pemberitaan yang menyebutkan Kota Banjarmasin akan menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 langsung dibantah oleh Satgas Covid-19 Kota Banjarmasin.

Informasi tersebut berasal dari hasil Rapat Terbatas Evaluasi dan Penerapan PPKM Level 4 di Luar Jawa-Bali, Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) Republik Indonesia yang digelar secara terbatas pada Jumat (23/07/2021) tadi.

Disana tertulis 45 kabupaten/kota dari 21 Provinsi di luar Jawa-Bali yang secara resmi diinstruksikan untuk menerapkan PPKM Level 4 mulai tanggal 26 Juli hingga 8 Agustus 2021. Diantaranya ada tertera Kota Banjarmasin dan Banjarbaru.

Sayangnya, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina sama sekali belum menanggapi permintaan wawancara dari awak media mengenai hal ini.

Saat dihubungi awak media, Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kota Banjarmasin, Machli Riyadi mengatakan, keputusan untuk menentukan level PPKM di suatu daerah adalah data dari daerah itu sendiri.

Menurutnya, Kota Banjarmasin, masih belum bisa menentukan apakah PPKM Level 4 itu bakal diterapkan atau tidak.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, itu dengan tegas menyatakan bahwa Kota Banjarmasin, belum berada di level 4.

Bahkan ia meragukan informasi yang dikeluarkan oleh Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) RI.

“Tidak benar itu,” tegasnya, ketika dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon, Jumat (23/07/2021) malam.

Bukan tanpa alasan, alasan mengapa ia berani menepis data yang dikeluarkan oleh KPC-PEN RI tersebut. Lantaran menurutnya pihaknya lah yang berhak menentukan atau menilai apakah Kota Banjarmasin, berada di level 4 atau tidak.

“Tidak buru-buru lah mengatakan bahwa Kota Banjarmasin berada di level 4 tanpa menganalisa. Kami perlu mengevaluasi terlebih dahulu,” ucapnya.

“Boleh saja KPC-PEN menyebut begitu. Tapi kan harus ada analisanya. Yang tahu persis data kita kan kita sendiri,” timpalnya lagi.

Menurut Machli, penetapan level 4 pada sebuah daerah tak bisa sembarangan. Karena mesti memenuhi tiga unsur.

Pertama, terkait berapa jumlah kasus per pekan. Kedua, berapa banyak pasien yang dirawat dalam sepekan. Dan yang ketiga, berapa Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit.

Tiga indikator tersebut lah yang menurut Machli menjadi penentu level PPKM.

“Kita sendiri belum menghitung kok orang lain menghitung. Sekali lagi, yang tahu dengan keadaan Kota Banjarmasin kan kita sendiri,” jelasnya lagi

Machli lantas mengaku bahwa pihaknya akan menggelar evaluasi pada Sabtu (24/07/2021). Di situ, nantinya akan ditentukan. Apakah Kota Banjarmasin berada di level 4 atau hanya sampai level 3.

“Karena Sabtu (16/7/2021) lalu, Banjarmasin masih berada di level 2 menuju level 3,” timpalnya.

Baca Juga :   SEBUAH RUKO di Cemara Raya Terbakar

Machli pun heran, mengapa Banjarmasin bisa langsung melonjak ke level 4. Di sisi lain ia pun tidak mengetahui, bahwa ada informasi dari KPC-PEN yang menjelaskan bahwa Kota Banjarmasin berada di level 4.

“Saya saja tahu dari kalian (wartawan),” ungkapnya.

Machli pun melanjutkan. Dari hasil analisa yang dilakukan pihaknya, ia menekankan bahwa Kota Banjarmasin berada di level 2 menuju ke level 3.

“Evaluasi kami lakukan per pekan. Lagi pula ini belum sepekan kok. Memang ini ada indikasi level 3, cuma belum kami tetapkan. Harus ditetapkan dulu,” tambahnya.

Menurut Machli, bila langsung tiba-tiba saja ditetapkan berada di level 4, yang dikorbankan adalah sektor ekonomi masyarakat.

“Kasihan orang-orang. Psikologi masyarakat kita bagaimana kalau tahu bahwa Kota Banjarmasin berada di level 4. Sekali lagi kami akan mengevaluasi dan menganalisa dahulu,” janjinya.

Machli pun mencontohkan. Bila KPC-PEN RI mengambil data Kota Banjarmasin dari pihak Pemerintah Provinsi, maka itu di luar dari kewenangannya. Pasalnya, data yang ada di Pemerintah Provinsi merupakan data global.

Machli pun mencontohkan. Ketika orang luar daerah datang ke Kota Banjarmasin dan diagnosanya ditegakkan di Banjarmasin, apakah disebut orang Kota Banjarmasin? Menurut Machli itu tidak bisa dikatakan berasal dari Banjarmasin.

“Tapi kebetulan saja ia dirawat rumah sakit yang ada di sini (Kota Banjarmasin). Alias, rumah sakit rujukan dari Kabupaten/Kota. Kan mereka (pasien) rujukan. Jadi tak bisa dikatakan berasal dari Kota Banjarmasin. Ini yang perlu di-clearkan,” tukasnya.

Untuk itu, Machli pun mengatakan pihaknya melakukan pemilahan. Itulah mengapa data yang ada di Pemerintah Provinsi kerap tidak sinkron dengan data yang dimiliki Pemerintah Kota Banjarmasin.

“Mana saja orang asal Banjarmasin atau bukan. Sebagai contoh, misalnya kita pernah menembus angka sampai 1.022 terkonfirmasi positif COVID-19. Setelah dipilah-pilah, ternyata cuma 360. Ini misalnya ya. Selebihnya kan artinya dari luar daerah,” tegasnya.

Ia pun lantas mengatakan bahwa data yang ada di pihaknya merupakan kebenaran.

“Kami tidak akan pernah mendustai publik. Yang kami sampaikan adalah kebenaran. Kami menyajikan data yang benar. Dan kami akan mengevaluasinya,” tutupnya. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

UTAMAKAN Tindakan Preemtif dan Preventif pada Operasi Patuh Intan 2026
SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura
KAPOLDA KALSEL, Gagas Forum Rektor dan “Crisis Center” Atasi Karhutla, Ciptakan Kamtibmas hingga Mendukung Pendidikan Unggul
SINERGI KAMTIBMAS Forkopimda Kalsel bersama Para Pimpinan Perguruan Tinggi, Begini Penekanan Kapolda
KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden
ANCAMAN Asap Karhutla, Kapolsek Banjarmasin Tengah Turun Bagikan Masker
OPERASI PATUH INTAN 2026 Polresta Banjarmasin Kerahkan 85 Personel, ETLE Dioptimalkan
SERATUS PERSONEL BKO Perkuat Penanganan Karhutla di Kalsel, Diterima Kapolda

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca