DEWAN TABALONG : PT Adaro tak Layak Dapat Perpanjangan Ijin Tambang

- Penulis

Kamis, 8 Juli 2021 - 00:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Terkait berakhirnya izin pertambangan PT Adaro Indonesia di Tabalong tertanggal 1 Oktober 2022, Wakil Ketua I DPRD Tabalong, H.Jurni katakan Adaro tak layak dapat ijin perpanjangan.

“Menurut kami PT. Adaro Indonesia di Tabalong tak layak dapat ijin perpanjangan pertambangan 2 kali 10 tahun,” ucapnya Rabu (7/7/2021)

Menurut H. Jurni kendati pengelolaan izin tambang dari Pusat, ia menginginkan Pemerintah daerah dan dewan dan dinas terkait Kabupaten Tabalong duduk bersama untuk menyampaikan aspirasi masyarakat.

Perusahaan tambang mau bagaimanapun pasti memberikan dampak yang kurang bagus. Selain itu tenaga lokal Tabalong yang bekerja jauh dari harapan.

“Artinya tenaga lokal harus dilibatkan, dengan perpanjangan izin ini lah dapat kita masukkan persyaratan,” katanya.

Ia menginginkan lahan hasil tambang dapat dikelola dengan baik, sehingga apabila sudah tidak terpakai dapat ditanam pohon sawit ataupun karet, jadi masyarakat dapat meneruskan perekonomian.

“Kita ajak komisi III DPRD Provinsi Kalsel, ayo ke Tabalong bantu kami, kalau dari dewan provinsi gregetnya lebih kuat,” ujarnya lagi.

Lebih jauh H. Jurni menginginkan, tenaga kerja di tabalong sesuai dengan undang undang tenaga kerja bahwa perusahaan harus mengutamakan orang lokal.

“Pemerintah daerah harus dukung, tenaga lokal yang bekerja di perusahaan tabalong,”

Baca Juga :   KOMBES CUNCUN MInta Maaf-Pamit, Riza Nahkodai Polresta Banjarmasin

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Tabalong, Habib Taufani Al Kaff, menambahkan hasil terakhir pihaknya ke Kementerian ESDM RI untuk melakukan pengawasan dan menggali data PT. Adaro.

“Adaro melakukan pertambangan sekitar 16800 hektar lahan yang ditambang, hanya sekitar 2464 hektar baru dilakukan reklamasi, itu pun hanya terdapat di daerah Balangan, bukan di tabalong,” tambahnya.

Ia mengatakan pihaknya tidak anti investasi apalagi hal tersebut menguntungkan untuk pemerintah, akan tetapi kewajiban yang harus dipenuhi dapat terselesaikan.

“Kewajiban harus terpenuhi, kesejahteraan masyarakat dapat dirasakan,” ujarnya.

Sesuai UU nomor 3 Tahun 2020 tentang pertambangan, sebelum pengusulan perpanjangan kontrak baru PKB2B, pihak perusahaan pertambangan harus memperhatikan syarat reklamasi 100 persen lahan bekas galian tambang. (HM)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya
TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin
TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B
KAPOLDA KALSEL Giat Salat Jumat Keliling dan Program Green Policing di Masjid
KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian
MAHASISWA ULM Pelajari Kerja DPRD Kalsel Lewat Legislative Visit
PROGRAM REBOISASI Pasca Karhutla, Didesak DPRD Kalsel Masuk Prioritas 2027
GAGALKAN PENYELUNDUPAN Kendaraan Lintas Pulau, Hasil Sinergi Denpom Lanal dengan Polsek KPL Banjarmasin

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:47

LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:36

KASUS KORUPSI TAMBANG: Samin Tan Jalani Sidang Perdana Pekan Depan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:26

KORBAN KARHUTLA: Ditolak MK! Gugatan 4 Warga Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:01

PENANGANAN KARHUTLA Dekat Bandara jadi Prioritas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:30

TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:44

KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:52

GAGALKAN PENYELUNDUPAN Kendaraan Lintas Pulau, Hasil Sinergi Denpom Lanal dengan Polsek KPL Banjarmasin

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:59

SARPRAS PERANG Cegah Karhutla untuk 13 Kabupaten

Berita Terbaru

(@detikKalimantan)

Kalsel

TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin

Jumat, 30 Okt 2026 - 23:14

Wamenko Pangan Hanif Faisol menyapa tim pemadam kebakaran di sela apel sekaligus pemantauan penanganan karhutla di Palangka Raya, Jumat (30/10/2026). (Antara/M Arif Hidayat)

Kalteng

PENANGANAN KARHUTLA Dekat Bandara jadi Prioritas

Jumat, 30 Okt 2026 - 23:01