CUMA TEGURAN, ASN Pelanggar SE Lebaran

CUMA TEGURAN, ASN Pelanggar SE Lebaran

SuarIndonesia – Setelah sebelumnya Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin mengizinkan pemakaian mobil dan kendaraan dinas untuk mudik diutarakan. Tiba-tiba Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin mengeluarkan Surat Edaran yang isinya bertentangan dengan statement pimpinannya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Pendidikan dan Pelatihan. (BKD-DIKLAT) Kota Banjarmasin, Totok Agus Daryanto menjelaskan, apa yang diucapkan Wali Kota tersebut kemungkinan hanya lupa bahwa Pemko sebenarnya akan mengeluarkan SE yang mengatur tentang hal tersebut.

“Mungkin beliau lupa,” ucapnya saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon, Kamis (28/04) sore.

Totok menjelaskan, di dalam SE NOMOR: 830/001 -KESPLIN/BKD,DIKLAT/2022 tentang cuti pegawai aparatur sipil negara selama periode hari libur nasional dan cuti bersama hari raya idul fitri 1443 hijriah itu merupakan sebuah tindak lanjut dari instruksi yang termaktub dalam SE Kemenpan RB.

“Terkait larangan bagi pemerintah daerah untuk memberikan cuti tambahan setelah cuti bersama dan penggunaan fasilitas negara untuk mudik ini,” ujarnya.

Pertama, ia menerangkan cuti bersama yang diberikan pemerintah mulai 29 sampai 9 April ini dengan tegas tidak boleh lagi ditambah.

“Pangambilan cuti kerja pribadi tidak boleh berurutan dengan cuti bersama,” ujarnya.

Baca Juga :

TANPA Penyekatan dan Sweeping Vaksin di Lebaran Tahun Ini

Kemudian, di dalam SE yang diterbitkan pada 28 April 2022 itu, ASN Pemko wajib menjalankan disiplin dalam protokol kesehatan ketika mudik.

“Ketiga tidak diperbolehkan fasilitas milik negara untuk digunakan sebagai keperluan pribadi. Termasuk mudik dan jalan-jalan atau berlibur,” tukasnya.

“Baik itu dalam bentuk mobil maupun kendaraan dinas,” tambahnya.

Lantas, bagaimana jika memang terdapat ASN Banjarmasin yang melanggar ketentuan di dalam SE tersebut?

Terkait hal itu, Totok menyebut bahwa ASN yang bersangkutan hanya diberi teguran lantaran pihaknya menilai pelanggaran yang dilakukan ini hanya termasuk pelanggaran ringan.

“Saya pikir pelanggaran ini bukan termasuk pelanggaran berat. Sehingga konteksnya itu hanya akan diberi teguran,” tukasnya.

Kendati demikian, Totok meminta kepada masyarakat yang melihat mobil atau kendaraan plat merah yang notabenenya merupakan fasilitas negara itu digunakan untuk keperluan pribadi, termasuk mudik dan liburan. Untuk bisa melaporkan hal tersebut kepada pihaknya

“Misalkan ada warga yang melihat, silahkan laporkan ke kita dengan melampirkan bukti foto,” pintanya.

Bukan tanpa alasan, menurutnya, pelanggaran ini termasuk sanksi indisipliner karena tidak mengikuti surat edaran.

“Nanti laporan itu kita tindaklanjuti dulu. Apakah tujuannya untuk keperluan pribadi atau memang dalam kondisi darurat. Karena dalam keadaan darurat boleh saja dipakai,” tambahnya.

Karena itu pihaknya berharap agar SE ini segera ditindaklanjuti dengan memberitahukan kepada seluruh bawahannya agar diikuti.

“Makanya jika memang ditemukan pelanggaran atas SE ini, harus dikroscek terlebih dahulu,” tandasnya. (SU)

 201 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!