COCOK SEKDAKO Dinilai Pengamat Subhan Nor Yaumil

COCOK SEKDAKO Dinilai Pengamat Subhan Nor Yaumil

SuarIndonesia – Penguasaan dalam memimpin sebuah wilayah menjadi salah satu aspek yang sangat penting dimiliki oleh personal seseorang. Termasuk dalam sebuah jabatan tinggi di Pemerintahan.

Pengamat Kebijakan Kota, Subhan Syarif mengatakan, salah satu hal utama dalam menjalankan pemerintahan adalah aspek kemampuan sumberdaya yang dimiliki oleh suatu daerah.

“Termasuk aspek sumberdaya keuangan yang tersedia sebagai penunjang dalam menjalankan sebuah Pemerintahan. Dalam hal ini Kota Banjarmasin pun juga sangatlah tergantung dengan kondisi tersebut,” ucapnya pada awak media melalui sambungan pesan singkat Rabu (25/08/2021) siang.

Bukan tanpa alasan, salah satu arsitek senior di Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Provinsi Kalimantan Selatan ini menilai di tengah kondisi akibat dampak Covid 19 yang semakin berkepanjangan telah diketahui sangatlah berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Pasalnya aspek dana pemerintah termasuk untuk daerah seperti Kota Banjarmasin telah banyak tersedot dalam hal menanggulangi sebaran wabah serta multieffect yang ditimbulkannya.

“Ditambah lagi Banjarmasin Januari 2021 tadi juga mengalami musibah banjir yang tidak pernah terjadi sebelumnya,” ujarnya.

Sehingga anggaran juga cukup banyak yang tersedot ke hal penanggulangan dampak banjir ataupun kemungkinan bila banjir terjadi lagi.

Menurut hemat Subhan, semua hal tersebut juga memberikan pengaruh terhadap kondisi pemasukan bagi PAD Kota Banjarmasin saat ini dan tentu ke depannya.

Padahal hal PAD ini adalah salah satu sumber utama pemasukan kota yang nantinya akan digunakan dalam membiayai hal jalannya roda pemerintahan dan juga berbagai aktivitas dalam pengelolaan kota kedepannya.

Sehingga, terkait dengan hal kondisi tersebut maka dalam kurun 3 s.d 5 tahun kedepan. Bahkan 10 tahun ke depan diperlukan kemampuan manajemen pengelolaan Kota Banjarmasin yang betul kuat, berpengalaman dan juga punya kemampuan akselerasi dalam mencari peluang menggenjot pendapatan dan pemasukan.

Hal itu berlaku baik PAD ataupun yang lainnya untul kas keuangan Kota Banjarmasin. Termasuk yang dapat memicu percepatan pertumbuhan ekonomi Kota Banjarmasin yang saat ini lagi terpuruk.

Untuk menunjang manajemen kelola kota yang kuat tersebut dan mampu mengatasi persoalan dampak Covid 19 dan juga hal kemungkinan bencana banjir, memicu pertumbuhan ekonomi, tentu diperlukan kemampuan pemegang kelola yang tepat. Dan salah satu pemegang kelolanya adalah Sekretaris Daerah Kota (Sekdako).

“Sehingga sebaiknya Sekdako ke depan yang akan dipilih mestilah betul betul cermat dan tepat. Bila salah pilih maka bisa saja memunculkan masalah baru. Atau bahkan tidak mampu membantu banyak dalam mengatasi masalah kedepan yang pasti akan lebih berat, terutama dalam hal pengaturan keuangan,” tekannya.

Sehingga dalam hal ini walikota dan wakilnya mesti jeli dan pintar memilih. Tak bisa memilih hanya karena berlandaskan kedekatan atau hal ‘janji politik’ tapi mesti saat wajib diutamakan berdasarkan kebutuhan akan pengatasan terhadap kondisi yang saat ini dan kemungkinan ke depan yang dihadapi oleh Kota Banjarmasin.

Wabil khusus persoalan kondisi kemampuan keuangan daerah yang saat ini semakin memprihatinkan.

“Jadi Sekdako yang akan dipilih mestinya adalah yang punya kemampuan dan pengalaman dalam mengelola serta mencari peluang utk memberikan pemasukan hal aspek keuangan tadi,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, jika dilihat secara personal dari seluruh kandidat yang melamar sebagai Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Banjarmasin saat ini ada satu sosok pejabat yang memiliki kemampuan tersebut.

“Subhan Nor Yaumil sepertinya lebih cocok untuk menyikapi permasalahan kondisi saat ini,” tekannya lagi.

Di samping itu, secara teknis kita tahu bahwa walikota yg incumbent pasti sudah memiliki pengalaman dalam mengatur kebijakan arah Kota Banjarmasin ke depan.

Kemudian wakil nya juga memiliki kemampuan serta pengalaman dalam aspek pembangunan infrastruktur kota.

Akan tetapi semuanya tidaklah akan bisa berjalan dengan baik bilamana Kota Banjarmasin tidak memiliki kemampuan sumberdaya keuangan yang memadai.

Jadi orang ketiga yang akan dibutuhkan banyak membantu adalah terletak pada jabatan Sekdako. “Sehingga hemat kami calon Sekdako yang memiliki kemampuan dan pengalaman untuk kondisi saat ini adalah diperlukan orang berlatar belakang ahli dalam hal pengelolaan urusan keuangan.”

Termasuk yang mampu atau memiliki akselerasi dalam menggali peluang untuk memasukan pendapatan bagi Kota Banjarmasin.

“Kita bukannya mengabaikan hal tugas atau kemampuan di aspek lain. Tapi dengan kondisi saat ini akibat dampak atau multi efek dari wabah covid 19 yang telah diketahui banyak menyedot keuangan negara serta daerah maka aspek tugas mengelola keuangan kedepan menjadi sangatlah penting dan tidak bisa diabaikan,” jelas Subhan.

Karena itu, dalam hal ini ia berharap agar Sekdako Banjarmasin yang akan dipilih adalah betul-betul yang memiliki kemampuan untuk mendampingi walikota dan wakilnya. Terkhusus dari segi pengelolaan keuangan daerah.

Karena ke depan hal pertumbuhan ekonomi dan aspek kemampuan keuangan kota adalah masalah utama yang dihadapi dan mesti harus diatasi dengan baik,tepat guna dan tepat sasaran. “Jangan lah sampai memilih Sekdako hanya karena berlandaskan adanya ‘kesepakatan politik’ ataupun hanya karena faktor kedekatan dan ‘titipan’.”

“Ini penilaian kami bersifat umum. Tidak bicara elektabilitas. Tapi lebih fokus ke arah kebutuhan dalam mengatasi masalah ke depan yg bakal dihadapi,” pungkasnya. (SU)

 455 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: