ALL ENGLAND 2024: Kalah Kontroversial, Gregoria Menangis!

- Penulis

Jumat, 15 Maret 2024 - 21:13

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Gregoria Mariska Tunjung terhenti di babak perempat final All England 2024 sama seperti tahun lalu. [PBSI]

Gregoria Mariska Tunjung terhenti di babak perempat final All England 2024 sama seperti tahun lalu. [PBSI]

SuarIndonesia — Gregoria Mariska Tunjung kalah dari Akane Yamaguchi pada babak perempat final All England 2024 di Utilita Arena, Birmingham, Jumat (15/3/2024) sore.

Setelah meraih dua poin beruntun pada awal gim pertama, Gregoria melakukan sederet kesalahan yang merugikan. Yamaguchi tak hanya bisa mendulang poin pembuka dan menyamakan skor tetapi juga menyalipnya.

Pengembalian yang membentur net, keliru dalam mengamati letak bola jatuh, dan pukulan yang membuat shuttlecock jatuh di luar bidang permainan membuat Gregoria tertinggal 2-11 pada interval gim pertama.

Poin Gregoria baru bertambah pada paruh kedua gim pertama. Setelah Yamaguchi meraih poin ke-12, Gregoria meraih poin beruntun.

Sisi kiri belakang Yamaguchi menjadi titik incaran Gregoria. Skor menjadi 7-12 sampai kemudian pukulan Gregoria membuat bola keluar.

Yamaguchi menambah tiga poin. Gregoria kemudian membalas dengan mengumpulkan tiga poin juga dan skor menjadi 10-15.

Upaya Gregoria memangkas jarak kembali terkendala dengan kesalahan-kesalahan yang dilakukannya. Yamaguchi kemudian melesat dan Gregoria kalah 10-21 pada gim pertama.

Pada awal gim kedua Gregoria berupaya tak mengulang kesalahan. Sempat tertinggal 1-3, Gregoria menampilkan kualitas yang bagus dalam menyerang dengan pukulan-pukulan yang mengecoh. Gregoria berbalik memimpin 5-3.

Dalam kondisi tertinggal, Yamaguchi berupaya menyerang. Hasilnya tiga poin beruntun diraih sehingga Gregoria tertinggal 5-6.

Setelah itu Gregoria dan Yamaguchi saling bergantian meraih poin. Yamaguchi ungul satu poin, dibalas poin Gregoria yang membuat skor imbang. Gregoria lantas memimpin 11-9 pada interval gim kedua.

Gregoria memimpin 13-9, namun jarak kemudian dipangkas Yamaguchi yang meraih tiga poin beruntun. Selisih satu poin di antara kedua pemain terjaga hingga skor 15-14. Kejelian dan kesabaran membuat Gregoria menjauh menjadi 17-14.

Pemain pelatnas PBSI itu tak bisa menjauh. Yamaguchi yang bermain ofensif kemudian meraih empat poin beruntun dan berbalik memimpin. Gregoria merespons dengan smes tajam ke sisi kanan yang membuat skor 18-18.

Yamaguchi kemudian meraih dua poin tambahan sehingga Gregoria tertinggal 18-20. Gregoria bisa menyamakan kedudukan menjadi 20-20. Serangan Gregoria lantas membuahkan poin-poin kemenangan. Gregoria menang 22-20 pada gim kedua.

Gregoria membukukan keunggulan 2-0 pada awal gim penentuan. Sama seperti gim sebelumnnya, Yamaguchi tak tinggal diam. Duel alot langsung tersaji pada awal gim ketiga yang terlihat dari selisih tipis di antara kedua pemai.

Gregoria dituntut bermain benar-benar rapi dan apik untuk meraih poin melawan Yamaguchi. Pengembalian silang dan serangan berkualitas Gregoria membuatnya memimpin 7-5, namun Yamaguchi kemudian memaksa Gregoria melakukan kesalahan.

Putri Wonogiri ini hanya unggul 11-10 pada interval gim ketiga. Pada saat interval, Gregoria meminta tolong kepada pelatih Herli Djaenudin agar mengingatkannya tetap tenang saat memimpin.

Baca Juga :   FINAL PIALA AFF Futsal 2024: Indonesia Juara Libas Vietnam 2-0

Gregoria yang tampil sabar menghasilkan pukulan-pukulan yang berbuah poin. Skor sempat menjauh pada kedudukan 15-12.

Sesaat setelah tertinggal 16-17, Gregoria meminta perawatan medis untuk penyemprotan pereda nyeri untuk kaki kanannya.

Dua pukulan pendek yang gagal membuat Gregoria tertinggal 16-19 dari Yamaguchi. Gregoria tak menyerah dan meraih poin ke-17 dan kemudian menggagalkan championship point pertama Yamaguchi. Skor menjadi 18-20.

Gregoria berupaya meraih poin lanjutan, namun Yamaguchi menutup pertandingan dan membuat Gregoria kalah 18-21.

Gregoria Mariska Tunjung tak bisa menahan tangis setelah kekalahanya di babak perempat final All England 2024. [Screeenshot @Youtube]
Kronologi Kekalahan Kontroversial
Gregoria Mariska Tunjung tak bisa membendung rasa kesal dan air mata setelah kalah dari Akane Yamaguchi pada babak perempat final All England 2024 di Utilita Arena, Birmingham, dilansir CNNIndonesia, Jumat (15/3/2024) sore.

Gregoria dan Yamaguchi bermain sengit dalam laga tiga gim yang berdurasi 62 menit. Gregoria kalah 10-21 pada gim pertama dan kemudian berbalik menang 22-20 pada gim kedua. Skor 21-18 untuk Yamaguchi pada gim ketiga memastikan langkah Gregoria terhenti.

Poin terakhir kemenangan Yamaguchi terbilang kontroversial lantaran ada lampu kilat dari arah tribune penonton.

Lampu kilat tersebut muncul ketika Gregoria berupaya mengembalikan bola yang diarahkan Yamaguchi ke sisi kiri depan bidang permainan.

Gregoria bisa menjangkau bola, namun tidak mengangkat shuttlecock melewati net lantaran melihat kilatan cahaya.

Hal tersebut membuat poin Yamaguchi bertambah dari 20 menjadi 21 sekaligus memastikan kemenangan pada gim ketiga.

Gregoria tidak menerima keputusan juri dan berkeras cahaya lampu kilat mengganggunya, namun sang pengadil bergeming tetap pada pendiriannya. Gregoria dinyatakan kalah.

Sesaat setelah itu Gregoria tampak kesal dan tak bisa menyembunyikan rasa kesal dengan menangis.

Gregoria kemudian menenangkan diri dan menyalami Yamaguchi, juri, serta hakim servis.

Sejurus kemudian Gregoria tampak menangis lagi ketika pelatih Herli Djaenudin menghampirinya.

Insiden lampu kilat tak cuma sekali saja terjadi dalam laga Gregoria vs Yamaguchi. Pada gim ketiga sebelum poin kemenangan Yamaguchi yang kontroversial, Gregoria juga sempat meminta agar penonton tidak menyalakan lampu kilat ketika hendak melakukan servis.

Pada momen itu juri menegaskan ke penonton agar penonton tidak menyalakan lampu kilat.

Dalam arena badminton, penonton dilarang menggunakan lampu kilat karena bisa mengganggu fokus pemain di lapangan. [*/UT]

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PERKUAT PENGAMANAN Jelang Laga Barito Putra Vs PSS Sleman Lewat FGD Bersama Suporter
LANGKAH PSIS Semarang Dihentikan Barito Putera, Raih Tiga Poin
RACE MotoGP AS 2026: Marco Bezzechhi Juaranya! Veda dan Mario Crash
BARITO PUTERA vs PERSIKU: Gol Bunuh Diri Buyarkan Kemenangan Laskar Antasari
RACE F1 GP Jepang 2026: Kimi Antonelli Juaranya
MATANGKAN Persiapan POPDA Kalsel 2026, Tahap THB
SUMBANG ATLET TERBANYAK, Kalsel Berpeluang jadi Pusat Pembinaan Esports Nasional
JANJI Menpora: Masa Depan Atlet Berprestasi Terjamin Dana Pensiun
Tag :

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 22:01

PERKUAT PENGAMANAN Jelang Laga Barito Putra Vs PSS Sleman Lewat FGD Bersama Suporter

Senin, 6 April 2026 - 21:08

TIM SAR Temukan Dua Korban Jatuh dari Kapal di Sungai Barito

Senin, 6 April 2026 - 18:10

PELESTARIAN BUDAYA BANJAR Terus Tumbuh Melalui UMKM dari Tangan-tangan Anggota Persit KCK XXVII Kotabaru

Senin, 6 April 2026 - 00:05

TIM SAR Cari Satu Anggota Polri dan ABK Hilang di Sungai Barito

Minggu, 5 April 2026 - 23:11

TIKET PESAWAT Mendadak Kosong, Sejumlah Warga Kalsel Tertahan di Luar Daerah

Minggu, 5 April 2026 - 22:10

LANGKAH PSIS Semarang Dihentikan Barito Putera, Raih Tiga Poin

Sabtu, 4 April 2026 - 21:53

BURONAN RESIDIVIS Pembunuh di Surgi Mufti Banjarmasin Diringkus di Kalteng

Jumat, 3 April 2026 - 23:07

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI

Berita Terbaru

Basuki Hadimuljono, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) saat diwawancarai di Samarinda, Senin (6/4/2026). (Antara/A Rifandi)

Kaltim

OIKN: 50 Staf Wapres Mulai Berkantor di IKN

Senin, 6 Apr 2026 - 21:01

Petugas Dittipidnarkoba Bareskrim Polri memperlihatkan penampakan Andre Fernando alias The Doctor, bandar narkoba yang buron, ketika ditangkap di Penang, Malaysia, Minggu (5/4/2026). (Dittipidnarkoba Bareskrim Polri)

Hukum

KO ANDRE ‘The Doctor” Ditangkap Bareskrim

Senin, 6 Apr 2026 - 20:40

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca