AIR TERJUN Lano Dikelola Secara Mandiri oleh Pokdarwis

Bagikan :
AIR TERJUN Lano Dikelola Secara Mandiri oleh Pokdarwis

SuarIndonesia – Surat keputusan (SK) sebagai Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) didapatkan Kelompok Sadar Wisata pada 2015 oleh Gubernur Kalsel, H. Sahbirin Noor.

Kini pokdarwis tersebut diberikan tanggung jawab mengelola kawasan hutan seluas 1.005 hektare. Air Terjun Leno menjadi andalah pokdarwis tersebut untuk menarik minat wisatawan.

Sebelum pandemi Covid-19, pokdarwis tersebut mampu menghasilkan kurang lebih Rp100 juta perbulan dari sektor retribusi.

“Ketika Covid-19 melanda jumlah pengunjung menurun drastis, penurunan sekitar 20 persen dari sebelumnya,” kata Yamin Effendi, Sekertaris Pokdarwis Air Terjun Leno, Kamis (28/10/2021), saat menerima kunjungan rombongan press tour Pemprov Kalsel.

Menurut Yamin, di dalam kawasan hutan terdapat air terjun yang menjadi objek wisata unggulan di Kabupaten Tabalong. Selain itu, lanjutnya, dalam LPHD yang dilaksanakan pihaknya juga terdapat pemanfaatan air bersih yang bisa digunakan masyarakat setempat untuk kebutuhan sehari-hari.

“Sumber daya alam lainnya yang juga terdapat dalam LPHD adalah agropresti. Di mana masyarakat bisa memanfaatkan untuk berkebun karet, kemiri, dan tumbuhan lainnya.

Tentu masyarakat kesulitan mengelola kawasan hutan seluas 1.005 hektare, maka dari itu kami didampingi Kelompok Pengelola Hutan (KPH) Tabalong dari Dinas Kehutanan Kalsel,” tuturnya.

Sementara itu, Kasubag Layanan Pers dan Komunikasi Pimpinan Biro Adpim Setdaprov Kalsel, Devi Belinda Larasati, menyebut sengaja mengajak rombongan wartawan ke salah satu tempat wisata di Tabalong.

Menurutnya, apa yang dijalankan pokdarwis tersebut perlu didukung semua pihak agar semakin berkembang dan lebih maksimal lagi.

“Apa yang dilaksanakan pokdarwis ini dengan diberitakan oleh media di Kalsel maka bisa menjadi inspirasi bagi pokdarwis lainnya. Tentu perlu kita apresiasi bagaimana Pokdarwis Air Terjun Leno, bisa mandiri bahkan mampu memberikan kontribusi kepada desa bahkan daerah,” pungkasnya.(RW)

 235 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!