RUGIKAN NEGARA 2, 7 M, Mantan Kadis dan Bendahara LH Kotabaru Diganjar Penjara 7 dan 5 Tahun

- Penulis

Kamis, 15 September 2022 - 13:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Karena telah rugikan negara sebenar 2, 7 M (Miliar), mantan Kadis (Kepala Dinas) dan Bendahara LH (Ling,kungan Hidup Kabuoaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Swelaran,  diganjar penjara 7 dan 5 tahun.

Ini semua setelah proses panjang pada persidangan terkait koruopsi anggaran pemeliharaan rutin/berkala 2020-2021.

Terdakwa mantan Kadis LH, Arif Fadillah, divonis selama 7 tahun penjara, pada sidang  di Pengadilan Tindak PIdana Korupsi Banjarmasin, pada  Rabu ( 14/9/2022).

Persidangan secara virtual diketuai majelis hakim Jamser Simanjuntak SH,MH dengan kedua anggota A.Gawi SH,MH dan Arif Winarno SH.

Turut hadiri, JPU Roh Wiharjo SH, M.Kn, dan Penasihat Hukum kedua terdakwa Rahadian Noor SH.

Selain itu, Arif Fadillah juga di denda sebesar 200 juta subsidair selama 2 bulan.

Terdakwa mantan Kadis LH ini juga dihukum membayar uang pengganti sebesar Rp 1 M lebih dengan ketentuan dalam waktu satu bulan bila sudah berkekuatan hukum tetap, tak memenuhi, maka harta benda akan disita.

Dan bila tidak ada memiliki harta benda yang disita maka diganti kurungan lagi selama 2 tahun penjara.

Sementara pada berkas terpisah,  terdakwa Achmadi  selaku Bendahara di Dinas LH tersebut, divonis selama 5 tahun penjara dengan denda sebesar Rp 200 subsidair penjara selama 1 satu tahun penjara.

Baca Juga :   RESMI DILANTIK Kapolda Kalsel Tiga Pejabat Utama, Termasuk Kapolresta Banjarmasin

Adapun dalam pertimbangan hukumnya, dimana setelah mendengarkan keterangan para saksi oleh majelis hakim kedua terdakwa dianggap melawan hukum pasal 2 ayat jo pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sebagai diubah dengan UU no 20 th 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana.

Setelah mendengarkan putusan tersebut pihak penasehat Hukum Achmadi, Rahadian Noor SH rekan masih pikir- pikir, sedangkan, terdakwa Arif Fadillah menerima. Majelis hukum memberi waktu selama sepekan untuk menentukan atas putusan itu. (*/ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

MEMBANGGAKAN Sari Patin Kayu Tangi Juara Terbaik 1 Patuh Pajak Selama 4 Tahun Berturut-turut
KASUS PENYADAPAN ILEGAL: Kapolri Bentuk Tim Khusus
AHLI ULM Beberkan Dampak Teknis Pemadaman Listrik Kalselteng di  PTUN Banjarmasin
LISTYO dkk Kini Ditahan di Rutan Mako Brimob
KORUPSI TAMBANG BATU BARA: Samin Tan Didakwa Rugikan Negara Rp 17,7 T
TERBUKTI TERIMA SUAP, Eks Ketua Ombudsman Divonis 5 Tahun Penjara
MENGHARGAI Nilai-nilai Luhur Budaya, Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassari di Kalsel
UPDATE, Tiga Personel TNI AD Gugur Musibah Helikopter Mi 17 di Kalteng

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21

KASUS PENYADAPAN ILEGAL: Kapolri Bentuk Tim Khusus

Kamis, 5 November 2026 - 21:46

SIDANG TUDINGAN IJAZAH PALSU: Jokowi Salami Roy Suryo Usai Bersaksi

Kamis, 5 November 2026 - 21:33

LISTYO dkk Kini Ditahan di Rutan Mako Brimob

Kamis, 5 November 2026 - 20:20

18 JUTA KELUARGA Terdaftar Perlinsos Digital

Kamis, 5 November 2026 - 19:47

KORUPSI TAMBANG BATU BARA: Samin Tan Didakwa Rugikan Negara Rp 17,7 T

Kamis, 5 November 2026 - 19:40

LUAS KARHUTLA Kalteng Meningkat

Kamis, 5 November 2026 - 19:35

TERBUKTI TERIMA SUAP, Eks Ketua Ombudsman Divonis 5 Tahun Penjara

Kamis, 5 November 2026 - 15:52

UPDATE, Tiga Personel TNI AD Gugur Musibah Helikopter Mi 17 di Kalteng

Berita Terbaru

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko dan Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Pol Dr Suhermanto menggelar jumpa pers terkait perkembangan kasus penyadapan Presiden Prabowo di Jakarta, Kamis (5/11/2026) malam. (CNN Indonesia TV)

Headline

LISTYO dkk Kini Ditahan di Rutan Mako Brimob

Kamis, 5 Nov 2026 - 21:33