PESERTA CPNS, Ada yang Terpaksa Periksa Mandiri

- Penulis

Sabtu, 11 September 2021 - 01:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Program layanan pemeriksaan Rapid Test Antigen (RDT) secara gratis dari Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin ternyata tidak sepenuhnya bisa dirasakan oleh peserta CPNS dan PPPK Formasi tahun 2021.

Pasalnya, skrining Covid-19 yang memeriksa sampel lendir dari saluran pernapasan manusia ini hanya dilaksanakan sesuai dengan jam layanan masing-masing Puskesmas, yakni hanya sampai hari Sabtu.

Permasalahannya adalah peserta tes CPNS yang terjadwal di hari Senin harus melakukan swab antigen satu hari sebelumnya. Tepatnya pada hari minggu.

Sedangkan pada hari tersebut, layanan di puskesmas tutup. Alhasil, mau tidak mau peserta tes di hari Senin harus terpaksa harus melakukan swab antigen secara mandiri.

Hal tersebut banyak dikeluhkan peserta SKD CPNS yang terjadwal di hari Senin, salah satunya Sugianoor. Ia terlihat menulis keluhannya mengenai layanan tersebut dalam kolom komentar postingan instagram Dinkes Banjarmasin.

Saat dihubungi, pemilik akun instagram @inisugi ini menilai bahwa pemberian layanan RDT gratis tersebut sangat bagus terutama bagi peserta yang memiliki keterbatasan biaya.

“Menurut ulun itu sangat bagus bagi kami para pendaftar CPNS, hitung-hitung bisa meringankan biaya pengeluaran kami untuk swab,” tulisnya, Jumat (10/9/2021) siang.

Namun menurutnya, layanan tersebut tidak bisa dinikmati para peserta lainnya yang tes di hari Senin, seperti dirinya.

“Sedangkan suratnya (hasil pemeriksaan) cuman berlaku 1 hari setelah swab, yang di mana artinya kalo tesnya hari Senin swabnya berarti hari Minggu kan. Tapi sebagaimana yang kita tau hari Minggu Puskesmas tidak buka layanan,” keluhnya.

Alhasil, dirinya terpaksa memeriksakan diri ke klinik swasta secara mandiri agar bisa mendapatkan surat hasil pemeriksaan yang menjadi syarat untuk mengikuti tes SKD.

“Mau tidak mau kan kita harus di klinik dan mengeluarkan biaya untuk antigen mandiri,” imbuhnya.

Ia pun hanya bisa berharap agar Puskesmas bisa tetap buka di hari Minggu untuk melayani antigen bagi para peserta CPNS.

“Walaupun tidak ada layanan untuk umum paling tidak para peserta CPNS bisa melakukan swab antigen di puskesmas terdekat,” harapnya.

Baca Juga :   WARGA KELAYAN B Digegerkan "Hantu Merah" Jelang Subuh, Sejumlah Rumah dan Kios jadi Puing

Hal berbeda diungkapkan Sri Rahayu, peserta tes CPNS formasi Pemeriksa Ahli Pertama di BPK itu merasa tidak masalah dengan hal yang banyak dikeluhkan netizen di kolom komentar instagram Dinkes tersebut.

“Saya kebetulan tesnya Minggu siang mas. Jadi kalo Sabtu antigennya takut lewat dari 1×24 jam nanti hasilnya buat prasyarat tes SKD,” imbuhnya.

Menurutnya, layanan tersebut merupakan support dari Pemerintah. Namun kalau mampu untuk melakukan pemeriksaan secara mandiri, tidak perlu mengeluh jika tidak kebagian pemeriksaan RDT gratis.

“Tapi kalau masih bisa mandiri, why not? Lebih ke yang gak mampu untuk antigen mandiri sih mas, mereka yg lebih utama,” ungkapnya.

Padahal, sebelumnya Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menyebut bahwa pihaknya memutuskan untuk menggratiskan swab antigen bagi seluruh peserta, yang menjadi syarat ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) harus menunjukan reaktif.

“Semua daerah menggratiskan. Itu sudah perintah jadi tidak perlu diumumkan lagi,” ucapnya saat dikonfirmasi awak media di Balai Kota, Jumat (10/09/2021) pagi.

Ibnu mengaku, juga telah melakukan komunikasi dengan Dinas Kesehatan, untuk menyiapkan swab antigen gratis untuk peserta tes CPNS dan PPPK itu.

“Kalaupun ternyata kurang, pemerintah daerah akan minta lagi ke Kemenkes,” janjinya.

Sekadar diketahui. Lokasi pelaksanaan SKD 2021 Pemerintah Kota Banjarmasin di Idham Chalid, Pemprov Kalimantan Selatan.

Jadwalnya dilaksanakan mulai dari hari Minggu tanggal 19 s/d Rabu 22 September 2021. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SEHARI PENCARIAN, Jasad Anak yang Tenggelam Ditemukan
SATU Ton Cairan Inovasi Karhutla Dikirim ke Kalteng
KEBAKARAN di Komplek DPR Bandarmasih, “Renggut Nyawa” Seorang Anggota Pemadam Kebakaran
WARGA Komplek DPR Bandarmasih Digegerkan Kobaran Api
KARHUTLA KALSEL: TNI AU Maksimalkan Dukungan Operasi Udara
PRIA MABUK Bawa Sajam Resahkan Warga Diamankan Polisi
MOBIL SUV HITAM Dikejar, Diduga Tabrak Sejumlah Pengendara dan Kabur
KEMAH AKBAR Berubah Petaka, Dua Siswa MTs Al Furqan Tewas Tenggelam

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 23:24

DUA Wanita Tarakan Selundupkan 35 Bungkus Narkoba Pakai Cokelat

Senin, 7 September 2026 - 23:11

SAWIT Muncul di Bekas Karhutla Kalbar

Senin, 7 September 2026 - 21:57

POLRI Diminta Proses Hukum Korporasi Terlibat Karhutla

Senin, 7 September 2026 - 21:45

SATU Ton Cairan Inovasi Karhutla Dikirim ke Kalteng

Senin, 7 September 2026 - 21:27

PRESIDEN Prabowo: Karhutla Jangan Sampai Masuk Zona Inti IKN

Senin, 7 September 2026 - 00:06

8 BANDARA Ditutup! 1.558 Penerbangan Ditunda

Minggu, 6 September 2026 - 20:36

KARHUTLA KALTENG: 24 Orang Jadi Tersangka, 4 Perusahaan Diselidiki

Minggu, 6 September 2026 - 20:13

KASUS KARHUTLA: 113 Orang Ditetapkan Tersangka

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: HO-Setpres)

Kalbar

SAWIT Muncul di Bekas Karhutla Kalbar

Senin, 7 Sep 2026 - 23:11

Hujan mengguyur sejumlah wilayah di Kotim, warga harap kabut asap cepat reda. (Foto: Istimewa)

Kalteng

HUJAN Guyur Sejumlah Wilayah di Kotim

Senin, 7 Sep 2026 - 22:59

Foto ilustrasi modifikasi cuaca. (si/ut/gemini.ai)

Kalteng

OMC Kalteng Terkendala Langit Minim Awan

Senin, 7 Sep 2026 - 22:54

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca