MELAYANI Sepenuh Hati, Bayar Seikhlasnya

- Penulis

Jumat, 9 April 2021 - 23:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana di Klinik Kesehatan Emerald Care

Suasana di Klinik Kesehatan Emerald Care

 

SuarIndonesia – Patut diacungi jempol, Klinik Kesehatan Emerald Care menjadi satu-satunya fasilitas pelayanan kesehatan swasta yang sama sekali tidak membebankan biaya bagi pasiennya yang berobat ke sana.

Pasalnya, sejak klinik yang beralamat lengkap di Komplek Bumi Lingkar Basirih, Jalan Garuda VI, Blok VII F, Nomor 07, RT 11, RW 01, Kelurahan Basirih Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan itu resmi beroperasi pada Sabtu (03/04/2021) pekan lalu, sama sekali tidak pernah mematok harga bagi seluruh pasiennya.

Jika melihat kawasan di lokasi, sepintas, tak ada yang berbeda dari sebuah rumah di alamat tersebut. Namun pasalnya, klinik yang hanya diisi oleh satu dokter dan satu perawat itu hanya ditandai dengan bentangan spanduk putih yang berisi lengkap dengan nomor Surat Izin Praktik (SIP) di depan teras rumah.

Setelah ditelaah lebih jauh, rumah tersebut ternyata adalah sebuah klinik kesehatan bernama Emerald Care dan baru beroperasi sekitar sepekan yang lalu.

Saat dibincangi, dr. Adelina Octavia yang tidak lain merupakan satu-satunya dokter di klinik bertajuk ‘Siap Melayani Masyarakat Sepenuh Hati Dengan Biaya Seikhlasnya’ itu menceritakan bahwa di klinik tempat ia bekerja bukan untuk mencari sebuah keuntungan.

“Rasa kemanusiaan yang datang dari lubuk hati pemilik klinik ini lah yang membuat saya tertarik untuk ikut bergabung mengabdikan diri ke masyarakat,” ungkapnya, Jumat (09/04/2021) siang

Ia membeberkan bahwa di klinik tersebut hanya memiliki satu ruang perawatan yang sudah didesain khusus untuk kenyamanan pasien saat berobat lengkap dengan kasur dan pendingin ruangan.

 

Klinik Kesehatan Emerald Care
Klinik Kesehatan Emerald Care

 

“Rumah ini milik Pak Temmy yang sengaja dijadikan klinik untuk membantu masyarakat kelas menengah ke bawah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa memikirkan biaya berobat,” bebernya

Lantas siapakah sosok yang disebut dengan Pak Temmy itu?

Dokter muda yang baru berusia 28 tahun itu mengaku, jika dirinya bersama rekannya perawat di klinik yang bernama Fadlullah Karami (27) baru sekali bertemu dengan sosok pria yang dikenal sebagai salah satu pengusaha besar di Kota Banjarmasin tersebut.

“Awalnya beliau (pengusaha) itu kenal dengan teman saya yang berprofesi sebagai dokter gigi. Lalu ingin mencari dokter umum yang mau praktik di klinik tersebut. Kemudian dikenalkan lah saya, dan ditawari oleh beliau. Karena tertarik jadi saya terima,” ungkap wanita kelahiran 1992 itu.

Ia menerangkan, selain pemeriksaan kesehatan, Klinik Emerald Care juga menyediakan obat-obatan untuk warga yang berobat.

Namun klinik tersebut hanya untuk melakukan penanganan awal. Jika dirasa berat pihaknya akan membuatkan surat rujukan ke rumah sakit terdekat

Selain itu, klinik tersebut juga tidak hanya bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar saja. Melainkan juga bisa bagi warga yang berdomisili di luar daerah itu, tanpa ada syarat-syarat apapun.

Baca Juga :   DISHUT Kalsel Tambah Sarana Penanganan Karhutla di Tahura Sultan Adam

“Dalam sehari itu ada sekitar satu atau dua orang warga yang datang berobat. Rentang usianya diatas 30 tahun. Keluhan mereka biasanya batuk, pilek, dan nyeri pada ulu hati lalu kita berikan obat. Dari warga mana saja boleh, tidak perlu bawa KTP atau Kartu Keluarga (KK),” paparnya.

Lalu, dikemanakan uang warga yang bayar seikhlasnya tersebut. Apakah untuk gaji mereka berdua?

Mengenai hal itu, dokter muda dengan sapaan Adel itu menjelaskan bahwa uang bayaran warga secara sukarela itu justru digunakan untuk membeli keperluan obat-obatan. Bukan dipakai untuk keperluan pribadi.

Bahkan ia mengaku, tidak pernah menerima uang itu langsung dari pasien. Karena tepat di depan klinik, terdapat sebuah kotak bertuliskan ‘bayar sukarela’ untuk warga memasukan uang sebagai bayaran

“Tidak pernah tahu berapa orang biasanya membayar. Karena biasanya pasien langsung memasukan ke dalam kotak dan sudah dibuat dalam amplop. Itupun tidak ada paksaan. Kalau tidak dibayar juga tidak apa-apa,” ujarnya.

Adel melanjutkan, rencananya kotak tempat pembayaran sukarela oleh masyarakat itu akan dibuka dalam sebulan sekali untuk dibelikan obat-obatan dan keperluan klinik lainnya.

Adapun jadwal praktik klinik tersebut yakni Senin, Selasa dan Jum’at mulai pukul 10.00 hingga 14.00 Wita. Sedangkan Rabu dan Kamis klinik dibuka buka mulai pukul 11.00 sampai 14.00 WITA Terus pada hari Sabtu buka mulai pukul 13.00 sampai 15.00 WITA.

“Kita buka hampir setiap hari. Terkecuali pada hari minggu dan libur nasional,” pungkas Adelina.

Sayangnya keberadaan klinik yang berada di ujung Ibu Kota Kalimantan Selatan ini masih belum banyak diketahui oleh masyarakat. Sehingga dalam sepekan terakhir dr Adel dan rekannya itu baru memberi perawatan kepada lima orang warga sekitar.

“Maklum masih baru. Harus disosialisasikan lebih gencar lagi. Agar klinik kita ini bisa membantu masyarakat untuk bisa menikmati pengobatan tanpa memikirkan biaya berobat,” tandasnya.

Sementara itu, salah seorang warga Jalan Garuda 6 Suhartini mengaku sangat terbantu dengan adanya klinik tersebut.

Wanita paruh baya itu mengaku juga sempat beberapa kali memeriksakan kondisi kesehatannya, terutama tekanan darah.

“Sangat bagus ini, pelayanannya pun juga bagus. Kami warga di sini sangat terbantu. Cuman warga belum banyak tahu saja. Karena kalau ke puskesmas jaraknya jauh dari sini,” ujarnya singkat. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DOA BERSAMA di Hari Lalu Lintas, Polda Kalsel Empati Korban Km Virgo
SURI SETYANINGSIH: Yakin Jasad yang Ditemukan di Kalteng Suaminya
DVI Terima Data Ante Mortem 135 Korban KM Virgo Transport 8
PENCARIAN Korban KM Virgo Transport 8 Diperluas ke Kalteng-Kalbar dan Jawa
KEPEDULIAN BERBAGI Korem 101/Ant Diserbu Warga, Rangkaian Sambut HUT ke-81 TNI
HARI ke-10 Pencarian di KM Virgo Transport 8, Tiga Jasad Kembali Ditemukan
TIBA di RS Bhayangkara Banjarmasin Dua Jenazah yang Terdampar di Pesisir Pantai Seruyan
VONIS,. Eks Kajari HSU “Mendekam” di Penjara 5 Tahun 10 Bulan

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 00:13

DOA BERSAMA di Hari Lalu Lintas, Polda Kalsel Empati Korban Km Virgo

Selasa, 22 September 2026 - 21:27

SURI SETYANINGSIH: Yakin Jasad yang Ditemukan di Kalteng Suaminya

Selasa, 22 September 2026 - 21:22

DVI Terima Data Ante Mortem 135 Korban KM Virgo Transport 8

Selasa, 22 September 2026 - 16:56

KEPEDULIAN BERBAGI Korem 101/Ant Diserbu Warga, Rangkaian Sambut HUT ke-81 TNI

Selasa, 22 September 2026 - 12:45

HARI ke-10 Pencarian di KM Virgo Transport 8, Tiga Jasad Kembali Ditemukan

Selasa, 22 September 2026 - 12:33

TIBA di RS Bhayangkara Banjarmasin Dua Jenazah yang Terdampar di Pesisir Pantai Seruyan

Senin, 21 September 2026 - 23:33

VONIS,. Eks Kajari HSU “Mendekam” di Penjara 5 Tahun 10 Bulan

Senin, 21 September 2026 - 22:03

POSISI KM Virgo Transport 8 Belum Berubah, Namun Mulai Berlumpur

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca