LAMBAN Dinilai Sikap Pemko, Titian Antasan Bromo Sudah Renggut Nyawa Warga

LAMBAN Dinilai Sikap Pemko, Titian Antasan Bromo Sudah Renggut Nyawa Warga
Pemko Banjarmasin sudah sering obral janji memperbaiki titian.(Foto/SU)

SuarIndonesia – Kondisi titian di kawasan Jalan Antasan Bondan, Teluk Mendung, RT 17 Kelurahan Mantuil, Banjarmasin Selatan sangat memprihatinkan. Lantainya sudah banyak bolong. Kondisinya sungguh sudah tak layak dilewati.

Tak jarang warga yang melintas menjadi korban. Dari kaki sobek akibat terperosok, hingga yang terparah salah seorang warga harus meregang nyawa. “Anak saya meninggal akibat jatuh,” ujar Aminah lirih.

Aminah mencoba mengulang kenangan pahit beberap tahun silam itu saat ditemui awak media Senin (28/09/2020). Dia harus merelakan kepergian anaknya untuk selama-lamanya setelah terjatuh dari titian.

Di hari nahas itu, roda motor yang dikendarai anak Aminah terperosok ke salah satu lubang yang menganga. Dia pun terjatuh ke sungai. Sialnya, motor yang dikendarainya turut jatuh menimpanya.

“Dia langsung minta bawa ke rumah sakit. Karena tak tahan merasakan sakit. Sempat dirawat di rumah sakit 24 hari. Tapi akhirnya meninggal. Kata dokter ginjalnya terhantam benda keras,” jelas Aminah.

Aminah berharap tak ada lagi korban laiinya. Apalagi samapai merenggut nyawa. “Jangan sampai terjadi lagi korban laiinya. Kami meminta agar segera diperbaiki,” harapnya.

Titin, warga setempat juga berkeluh kesah terkait kondisi rusaknya titian tersebut. Pasalnya, anaknya juga sempat menjadi korban. Kakinya sobek akibat terprosok ke lubang.

“Kalau bisa dibantu diperbaiki secepatnya. Ini sudah kelamaan. Kondisinya tak patut lagi dijalani. Anak saya pernah terperosok sampai kakinya sobek sejari,” bebernya.

Sementara itu, Ketua RT setempat Rahimah mengungkapkan, usia titian sepanjang 350 meter itu memang sudah udzur. Sejak 20 tahun silam titian yang menjadi satu-satunya akses warga tak pernah tersentuh program dari Pemko Banjarmasin.

“Usia titian hampir 20 tahun. Sudah tak layak lagi dijalani. Harusnya sudah diperbaiki. Hampir setiap hari ada yang jatuh. Bahkan sudah ada makan korban nyawa,” ungkapnya.

Dia pun mengeluhkan dengan sikap Pemko yang terlalu lamban dalam menyikapi keluahan warga. Padahal aspirasi agar titian itu bisa diperbaiki sudah disampaikan berkali-kali.

“Sudah berkali-kali meminta, Kalau mengukur titianya sudah sering. Katanya setelah diukur bakal segera diperbaiki. Tapi sampai sekarang belum ada tindakan,” katanya.

Untuk mengurangi resiko insiden yang tak diinginkan wargapun terkadang berinisiatif untuk menambal sulam titian yang rusak sudah terlampau parah.

Mereka harus berswadaya meminta sumbangan untuk membeli bahan-bahan. Seperti kayu dan paki untuk menutupi lubang yang menganga.

“Satu Minggu atau dua Minggu minta sumbangan untuk swadaya. Tapi kadang-kadang nggak enak juga dibilang terlalu sering ada sumbangan Saya pun diminta bantuan ke pemerintah. Tapi sampai saat ini seperti inilah kondisinya,” tutup Rahimah.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Banjarmasin, Ahmad Fanani Saifuddin masih belum bisa dihubungi saat mau dimintai tanggapan terkait hal tersebut. (SU)

 162 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: