Kegiatan Nasional dan Internasional Incaran Pemprov Kalsel

- Penulis

Sabtu, 15 Desember 2018 - 00:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Tak bisa dipungkiri, menjadi tuan rumah kegiatan nasional mapun internasional meningkatkan kepariwisataan baik itu kuliner, hunian hotel, dan kunjungan tempat wisata.

Dari itu pula, kegiatan nasional dan internasional di berbagai bidang selalu menjadi incaran Pemerintan Provinsi (Pemrov) Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk dijadikan tuan rumah.

Beberapa kegiatan nasional sudah dilaksanakan Kalsel sebagai tuan rumah.

Kali ini Kalsel kembali dipercaya menjadi tuan rumah Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke XXXVI yang dilaksankan 29 Juli 2019 mendatang.

Kepastian Kalsel menjadi tuan rumah Harganas ini disampaikan Deputi Keluarga Sejahtera danPembangunan Keluarga, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Muhammad Yani usai audiensi dengan Sekdaprov Kalsel, HA Haris Makkie, Jumat (14/12) sore.

Didampingi Kepala BKKBN Kalsel, Ina Agustina, M Yani menyebut Harganas 2019 direncanakan dihadiri langsung Presiden Joko Widodo dan pejabat kementerian terkait. Menyambut kehadiran RI-1, menurut Yani, harus diimbangi dengan sejumlah perencanaan.

Pejabat Eselon I BKKBN ini juga mengatakan, semua pihak terkait kegiatan akan bekerja optimal untuk menyukseskan Harganas.

Salah satu strateginya, merencanakan kegiatan sesuai kuktur dan kearifan lokal.

“Kami sangat menyambut baik keinginan gubernur dan jajaran menjadi tuan rumah Harganas 2019.

Pemerintah pusat sangat mengapresiasi kesiapan Kalsel dengan melayangkan surat resmi untuk menajdi tuan rumah,’’ ujar Yani.

Sementara, HA Haris menyebut peringatan Harganas bernilai penting.

Sebagai momentum mengingatkan kembali pentingnya membangun karakter dan menanamkan nilai-nilai sosial budaya di dalam keluarga.

Lahirnya Harganas berkaitan dengan Kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga :   BERAWAL CANDAAN Berujung Pembunuhan, Ini Ungkapan Pelaku saat Rekaulang

Pada 22 Juni 1949 Belanda menyerahkan kedaulatan bangsa Indonesia secara utuh. Seminggu kemudian, tepatnya 29 Juni 1949, para pejuang kembali kepada keluarganya. Inilah yang melandasi lahirnya Harganas.

Saat itu pengetahuan keluarga tentang usia nikah amat rendah dan perkawinan dini tinggi.

Tentunya kesiapan yang kurang saat menikah dini sangat berpengaruh terhadap tingginya angka kematian ibu dan bayi ketika itu.

Tercatat dalam sejarah bahwa tanggal 29 Juni 1970 merupakan puncak kristalisasi pejuang Keluarga Berencana untuk memperkuat program Keluarga Berencana (KB), sehingga tanggal tersebut dikenal dengan tanggal dimulainya Gerakan KB Nasional.

Harganas dimaksudkan untuk mengingatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia akan pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan untuk membangun bangsa dan negara.

Keluarga diharapkan menjadi sumber yang selalu menghidupkan, memelihara dan memantapkan serta mengarahkan kekuatan tersebut sebagai perisai dalam menghadapi persoalan yang terjadi.

Akhirnya, Harganas mendapat legalitas. Pada 15 September 2014 melalui Keputusan Presiden RI Nomor 39 tahun 2014, anggal 29 Juni ditetapkan sebagai Hari Keluarga Nasional dan bukan hari libur.(RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

LANJUTKAN Penanganan Karhutla dengan Surfaktan dan Water Bombing di Kabupaten Banjar
BURUH BANGUNAN TEWAS, Tubuhnya Ditemukan Dalam Air di Bawah Proyek Padel
HUJAN TURUN, Paman Birin Ajak Peserta Pra Kongres KBB ll Sadunia Sujud Syukur
POLISI Peduli Pendidikan, Tanamkan Keberanian dan Cegah Bullying
PERSONEL KPL Banjarmasin Mengurai Kepadatan Kendaraan, Keselamatan sebagai Prioritas
UTAMAKAN Tindakan Preemtif dan Preventif pada Operasi Patuh Intan 2026
SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura
KAPOLDA KALSEL, Gagas Forum Rektor dan “Crisis Center” Atasi Karhutla, Ciptakan Kamtibmas hingga Mendukung Pendidikan Unggul

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:53

SEIMBANGKAN Bisnis dan ESG, CK Bagikan Sembako dan Cek Kesehatan di 17 Desa Sungai Loban

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:42

BOOTCAMP Duta Aksel 2026, OJK dan Bank Kalsel Cetak Agen Literasi Keuangan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:12

MAHASISWA BERORASI, Pedagang Pentol Panen Rezeki.

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:09

HARGA BBM Subsidi tak Naik hingga Akhir Tahun 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:04

KKP Bagikan Gratis 4.582 Kapal Ikan Modern ke Nelayan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:29

KEBUT REGULASI Perlindungan Pekerja Tekan Lonjakan PHK, dI Kalsel Menembus Angka 3.444 Kasus

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:02

KARHUTLA MELUAS, 2.458 Penerbangan Terdampak Asap

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:37

DUKUNG UMKM Lokal Lewat AKSEL Bank Kalsel, Beli Oleh-Oleh Amuntai Makin Praktis

Berita Terbaru

Nina (43), perempuan yang tergabung dalam Srikandi BPBD Samarinda. (Foto: dokumentasi pribadi)

Kaltim

NINA, Berjibaku Padamkan Karhutla

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:18

Suasana penyaluran bantuan Presiden kepada warga terdampak asap karhutla di Kuala Kurun, Selasa (27/10/2026). (Foto: Antara/Chandra)

Kalteng

BANPRES untuk Warga Gumas Terdampak Karhutla

Selasa, 27 Okt 2026 - 19:49

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti. (Foto: Istimewa)

Nasional

MENDIKDASMEN: Tidak Ada PHK Guru non-ASN

Selasa, 27 Okt 2026 - 19:44