HPN 2025 di Banjarmasin Diawali Seminar Ketahanan Pangan

- Penulis

Jumat, 7 Februari 2025 - 14:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Penyelenggaraan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Jumat (7/2/2025) dimulai dengan diawali seminar “Pers Mendorong Terwujudnya Ketahanan Pangan Nusantara” di Hotel Galaxy, Banjarmasin.

Ketua Umum PWI Pusat, Hendry Ch Bangun saat membuka HPN 2025 mengatakan melalui seminar ini PWI ingin menunjukkan peran strategis pers dalam menyampaikan informasi, mengedukasi masyarakat dan melakukan kontrol sosial, mengkritisi untuk mewujudkan program ketahanan pangan nasional.

Apalagi, tambahnya, program ketahanan pangan di era pemerintahan Prabowo-Gibran merupakan program baru yang masih kontroversi di tengah masyarakat.

Publik, misalnya masih menyoroti peran tentara dalam program tersebut.

“Peran Pers menginformasikan dan mengedukasi masyarakat.

Kita juga punya kewajiban mengkritisi setiap kebijakan agar berjalan dengan baik,” ucap Hendry Ch Bangun.

Karenanya, PWI berpendapat hendaknya Presiden Prabowo dan semua pemangku kepentingan memanfaatkan “panggung” yang disediakan HPN 2025 untuk menyampaikan program ketahanan pangan secara tuntas kepada insan pers.

Menurut Hendry Bangun, program ini meliputi banyak aspek, mulai penyiapan lahan, benih, pupuk hingga isu yang terkait dengan lingkungan dan perbaikan.

“Ketahanan pangan tak hanya menyangkut Kementerian Pertanian.

Bukan hanya tugas pemerintah pusat. Di sinilah peran pers dibutuhkan, memainkan fungsinya secara aktif,” tambahnya.

Diharapkan dengan sosialisasi yang baik, publik dapat memahami, menggerakkan masyarakat termasuk pers menyukseskan program tersebut.

Hari pertama HPN 2025 juga menggelar berbagai kegiatan menarik lainnya, termasuk untuk memajukan kehidupan pers nasional.

Seperti seminar Transformasi Publikasi Media Berbasis Birokrasi Digital untuk Pers Bertanggungjawab, Peran Perempuan Sebagai Pondasi Generasi Emas 2045, Rakernas dan Coaching Clinic Tenis dan Sepakbola, Pembacaan Puisi untuk 1000 sungai ‘di Bumi Lambung Mangkurat’, Rakernas dan Seminar Nasional IKWI dengan tema Memahami Artificial Intellegence Untuk Kreativitas Keluarga.

Berdatangan

Jelang puncak ini pula, sejumlah perwakilan PWI tanah air mulai berdatangan.

Baca Juga :   KEPALA BGN Tingkatkan Status Keracunan MBG jadi Kejadian Fatal

Seperti terpantau di pintu kedatangan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, sejak Kamis (6/2/2025) sore.

Rombongan perwakilan PWI Aceh berjumlah 24 orang, tampak sibuk melalukan registrasi.

Ketua PWI Aceh Nasir Nurdin, memberikan apresiasi kepada PWI Kalsel selaku penyelenggara kegiatan.

Sebab menurutnya PWI Kalsel memiliki kesiapan yang matang, dalam menyelenggarakan HPN 2025.

Tidak hanya memberikan apresiasi, Nasir Nurdin yang datang dari ujung barat Indonesia memberikan dukungan penuh, terhadap kesuksesan HPN di Kalsel.

“Meski kita tahu di tengah gesekan yang terjadi, kawan-kawan PWI tetap berkomitmen hadir, mensukseskan HPN 2025 di Kalsel,” katanya.

Berkat kematanan penyelenggara acara, pihaknya ujar Nasir Nurdin dapat sampai ke Kalsel tepat waktu.

“Kami berangkat pukul 07.00 pagi dari Aceh, transit di Jakarta dan pukul 14.00, lanjut ke Kalsel. Alhamdulillah perjalanan kami lancar,” ujarnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh, anggota PWI Sumatera Utara, Erris Jullieta Napitupulu.

Erris turut mengapresiasi pelaksanaan HPN 2025 di Kalsel, meski saat ini PWI sedang dilanda isu dua kepemimpinan.

Untuk itu ia berharap kedepan PWI bisa menjadi satu kembali, dan tetap solid.

Sebab diakui Erris, sebagai anggota PWI militan, pihaknya cukup merasa simpati melihat kondisi tersebut.

“Semoga kedepan PWI bisa menjadi satu. Kami datang kemari untuk merayakan HPN 2025, dan tentunya sangat menantikan kemeriahan acara di Kalsel,” ujarnya. (*/HM)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SEORANG ANAK Tenggelam di Sungai Martapura
RATUSAN APD dan Masker untuk Petugas Karhutla Kalsel
14 PENERBANGAN di Bandara Syamsudin Noor Terdampak Erupsi Krakatau
KASUS KARHUTLA: 113 Orang Ditetapkan Tersangka
4 BANDARA Ditutup Sementara Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau
RUDY RESNAWAN tak Kuasa Tahan Tangis, Kenang Sosok Rudy Ariffin
DI RUMAH DUKA, Jenazah Rudy Ariffin Disambut Haru
KENANGAN Haris Makkie pada Almahum H Rudy Ariffin, Sempat Membahas soal Perkembangan Pembangunan Kalsel
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 21:48

SEORANG ANAK Tenggelam di Sungai Martapura

Minggu, 6 September 2026 - 20:13

KASUS KARHUTLA: 113 Orang Ditetapkan Tersangka

Minggu, 6 September 2026 - 17:26

RUDY RESNAWAN tak Kuasa Tahan Tangis, Kenang Sosok Rudy Ariffin

Minggu, 6 September 2026 - 17:18

DI RUMAH DUKA, Jenazah Rudy Ariffin Disambut Haru

Minggu, 6 September 2026 - 15:08

KENANGAN Haris Makkie pada Almahum H Rudy Ariffin, Sempat Membahas soal Perkembangan Pembangunan Kalsel

Minggu, 6 September 2026 - 14:53

ALMARHUM Rudy Ariffin Semasanya Sosok Karismatik, Ini Deretan Capaian Dihasilkan dari Kepemimpinan

Minggu, 6 September 2026 - 14:43

KALSEL BERDUKA, Gubernur Periode 2005 — 2015 Berpulang ke Rahmatullah

Sabtu, 5 September 2026 - 22:02

TERJUNKAN Cairan Khusus untuk Pemadaman Karhutla Kalsel Lebih Efektif

Berita Terbaru

LOkasi tenggelamnya seorang anak Minggu (6/9/2026) sore. (SuarIndonesia/YI)

Headline

SEORANG ANAK Tenggelam di Sungai Martapura

Minggu, 6 Sep 2026 - 21:48

Bantuan Kemenhan dan Puskes TNI AU yang dibawa pesawat Hercules TNI Angkatan Udara A-1328 dan tiba di Apron Lanud Sjamsudin Noor. (Foto: HO-Antara)

Kalsel

RATUSAN APD dan Masker untuk Petugas Karhutla Kalsel

Minggu, 6 Sep 2026 - 20:27

Karhutla di Kutai Barat, Kaltim. (Foto: Istimewa)

Hukum

KASUS KARHUTLA: 113 Orang Ditetapkan Tersangka

Minggu, 6 Sep 2026 - 20:13

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca