DILAYANGKAN SP 3, Satpol akan Buka Posko Penertiban Pasar Batuah

DILAYANGKAN SP 3, Satpol akan Buka Posko Penertiban Pasar Batuah

SuarIndonesia – Setelah melayangkan Surat Peringatan (SP) 1 dan 2, warga Pasar Batuah siang tadi akhirnya kembali menerima SP 3 dari jajaran Satpol PP Kota Banjarmasin, Rabu (08/6).

Hal itu menandakan bahwa proyek revitalisasi pasar Batuah yang menghabiskan biaya miliaran rupiah itu sudah semakin dekat.

Saat petugas berjalan memberikan SP 3, ke pedagang, Salah seorang pedagang Pasar Batuah, Anita merasa keberatan.

Bukan tanpa alasan, menurutnya SP tersebut dilayangkan jika proses hukum yang sedang berjalan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banjarmasin sudah selesai.

“Keberatan juga kalau begini caranya. Mestinya SP ini keluar kalau vonis final, sudah selesai atau bagaimana, baru SP bisa keluar,” keluhnya, kepada saat dibincangi media.

Tidak hanya sampai di situ, Anita menekankan, seharusnya Pemerintah Kota Banjarmasin juga harus memikirkan nasib warga yang menggantungkan hidup dan memiliki rumah disana.

“SP keluar terus, bagaimana nasib orang dan pedagang disini tidak ada punya penampungan dan sebagainya,” tegasnya.

“Saya bukan masalah keberatan atau tidaknya. Yang jelas saya fokus satu. Kita negara hukum. Sehingga apa yang dilakukan haruslah berdasarkan asas pancasila,” timpalnya.

Ia mengaku, pemberian SP I3a ini sama sekali tidak ada keadilan bagi masyarakat setempat, bahkan hal itu dianggapnya menyiksa dan menindas warga. Ditambah lagi tak ada ganti rugi sama sekali yang diberikan.

“Harapannya, ini tunggu keputusan dari sidang dulu. Baru SP berjalan bertindak sebagaimana sesuai aturan hukum,” pungkasnya.

DILAYANGKAN SP 3, Satpol akan Buka Posko Penertiban Pasar Batuah-2

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum (Tibum) Satpol PP Banjarmasin, Hendra menyampaikan, pihaknya melayangkan SP 3 ini sudah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).m yang berlaku di instansi pemerintahan.

“Alhamdulillah lancar, dengan bantuan dari rekan-rekan kelurahan, kecamatan, dan seluruh aparat yang mendukung. Termasuk dari warga sendiri, aliansi ketua RT dan lain-lain,” tuturnya.

Lantas, apa selanjutnya yang dilakukan setelah SP 3 dilayangkan?

Terkait hal itu, Hendra menyebut, tahap selanjutnya adalah melayangkan surat pemberitahuan untuk penertiban.

“Sesuai SOP, harusnya setelah kita memberikan SP ketiga. Waktunya setelah 3 hari kita akan memberikan surat pemberitahuan penertiban. Akan tetapi kita akan menunggu kembali arahan petunjuk atau perintah dari pimpinan,” terangnya.

Baca Juga :

REVITALISASI Pasar Batuah, Pemko Berikan SP I, Wajib 7 Hari Bongkar Sendiri Sebelum SP II

“Informasi terakhir akan ada rapat forkopimda tentang masalah ini. Mudah-mudahan kita sudah mendapat arahan yang jelas dari pimpinan,” lanjutnya.

Ia menambahkan, jika ada warga atau pedagang yang bersedia membongkar sendiri bangunannya, pihaknya bakal memfasilitasinya.

“Misalkan ada yang membongkar, kita fasilitasi. Iinsya Allah, rapat terakhir dengan Pak asisten 2 kemarin. Kita akan mencoba memfasilitasi warga-warga yang terkena untuk membongkar sendiri, dalam bentuk pengangkutannya dan hal-hal lainnya,” bebernya.

Kemudian, ia melanjutkan, pihaknya bahkan berencana untuk membuka posko di Kantor Kelurahan setempat. Yakni Kelurahan Kuripan, Kecamatan Banjarmasin Timur.

“Nanti akan dibuka posko di Kantor Kelurahan Kuripan dari hari Minggu 12 Juni sampai dengan berakhirnya kegiatan posko itu untuk mengakomodir siapa tau ada dari warga yang berkenan membongkar sendiri dan pasti akan kita bantu,” tutupnya. (SU)

 5,443 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!