DIDUGA SERING DIBULLY Motif Pelaku Bunuh Santri Ponpes di HST

- Penulis

Kamis, 21 Agustus 2025 - 18:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Diduga sering dibully,  motif pelaku bunuh santri ponpes  di Kecamatan Pandawan, Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan.

Polres HST  terus menyelidiki kasus pembunuhan terhadap korban santri salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) berinisial MF (21) yang dilakukan tersangka sesama santri MN (15) di Kecamatan Pandawan.

“Motif sementara yang kami himpun dari hasil pemeriksaan, pelaku merasa sakit hati karena sering dibully (rundung).

Namun kami masih terus mendalami keterangan saksi-saksi,” kata  Kapolres HST, AKBP Jupri JHP Tampubolon melaui Kasi Humas, Ipda Rusman Taupik, Kamis (21/8/2025).

Petugas kepolisian telah mengamankan terduga pelaku MN (15) tak lama usai peristiwa tragis itu berlangsung dan dibawa ke Mapolres HST pada Rabu dinihari kemarin.

Meski pelaku masih anak di bawah umur, kata Ipda Rusman Taupik, proses hukum tetap berjalan sesuai aturan dengan mengacu pada Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

“Kasus ini ditangani Satreskrim Polres HST bersama Polsek Pandawan.

Proses hukum tetap berlanjut dengan mekanisme melalui peradilan anak, karena pelaku masih di bawah umur,” lanjutnya dikutip Antara.

Baca Juga :   PEMADAMAN LISTRIK Beruntun, Gubernur Kalsel Tuntut Janji PLN hingga Usulkan GM Diganti

Saat ini, terduga pelaku masih dalam pemeriksaan intensif oleh penyidik guna mendalami motif sebenarnya kasus tersebut.

Sebelumnya, warga Kabupaten HST digegerkan terkait peristiwa seorang santri tewas ditusuk santri lain saat tertidur pada Rabu (20/8/2025) sekitar pukul 03.00 WITA.

Berdasarkan keterangan penjaga ponpes setempat M Nashir, santri yang jadi korban penusukan sempat berlari dan berteriak takbir dengan memegang Al Quran hingga menghembuskan napas terakhir di teras musala.

Padahal, kata Nashir, sehari sebelum kejadian kedua santri tersebut sempat sama-sama ikut lomba 17 Agustus yang berlangsung di ponpes setempat dan tidak ada tanda perkelahian maupun perselisihan lainnya. (*/ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

RUDY RESNAWAN tak Kuasa Tahan Tangis, Kenang Sosok Rudy Ariffin
DI RUMAH DUKA, Jenazah Rudy Ariffin Disambut Haru
KENANGAN Haris Makkie pada Almahum H Rudy Ariffin, Sempat Membahas soal Perkembangan Pembangunan Kalsel
ALMARHUM Rudy Ariffin Semasanya Sosok Karismatik, Ini Deretan Capaian Dihasilkan dari Kepemimpinan
KALSEL BERDUKA, Gubernur Periode 2005 — 2015 Berpulang ke Rahmatullah
TERJUNKAN Cairan Khusus untuk Pemadaman Karhutla Kalsel Lebih Efektif
KAPOLDA KALSEL Bersama Wamenko Pangan, Rakor Penanganan Karhutla Lahirkan Inovasi Cairan MES Hingga Tindak Tegas Pelaku
1.000 BOUGENVILLE Lindungi Ekologis Kota Banjarmasin

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 17:26

RUDY RESNAWAN tak Kuasa Tahan Tangis, Kenang Sosok Rudy Ariffin

Minggu, 6 September 2026 - 17:18

DI RUMAH DUKA, Jenazah Rudy Ariffin Disambut Haru

Minggu, 6 September 2026 - 15:08

KENANGAN Haris Makkie pada Almahum H Rudy Ariffin, Sempat Membahas soal Perkembangan Pembangunan Kalsel

Minggu, 6 September 2026 - 14:53

ALMARHUM Rudy Ariffin Semasanya Sosok Karismatik, Ini Deretan Capaian Dihasilkan dari Kepemimpinan

Minggu, 6 September 2026 - 14:43

KALSEL BERDUKA, Gubernur Periode 2005 — 2015 Berpulang ke Rahmatullah

Sabtu, 5 September 2026 - 21:54

KAPOLDA KALSEL Bersama Wamenko Pangan, Rakor Penanganan Karhutla Lahirkan Inovasi Cairan MES Hingga Tindak Tegas Pelaku

Jumat, 4 September 2026 - 22:31

1.000 BOUGENVILLE Lindungi Ekologis Kota Banjarmasin

Jumat, 4 September 2026 - 22:12

RAKOR KARHUTLA, Polda Kalsel Kenalkan Inovasi Cairan Pemadam dan Kolam Portable untuk Lahan Gambut

Berita Terbaru

Kalsel

DI RUMAH DUKA, Jenazah Rudy Ariffin Disambut Haru

Minggu, 6 Sep 2026 - 17:18

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca