BILIK DESINFEKTAN Sejak Awal Dinkes Tak Pernah Menganjurkannya

- Penulis

Sabtu, 4 April 2020 - 18:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari awal pihak kesehatan tidak pernah menganjurkan bilik desinfektan, itu merupakan inisiatif masyarakat.

SuarIndonesia – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah Suyuti Syamsul menegaskan, sejak awal pihaknya tak pernah menganjurkan penggunaan bilik desinfektan yang ditujukan kepada manusia.

“Dari awal kami tidak pernah menganjurkan, itu merupakan inisiatif masyarakat. Sejak dulu kami yang namanya desinfektan tidak pernah ditujukan kepada manusia, tetapi ke benda,” katanya di Palangka Raya, Sabtu (4/4/2020), dikutip dari ANTARA.

Suyuti mencontohkan, seperti halnya di ruang operasi, yang disterilkan adalah alat operasi, bukan manusianya. Sedangkan manusianya mensterilkan diri dengan mencuci tangan menggunakan sabun.

Hanya saja menurut Wakil Ketua Tim Gugus COVID-19 Kalteng tersebut, pihaknya tidak bisa melarang penggunaan bilik tersebut, sehingga sifatnya hanya berupa anjuran agar tidak lagi desinfektan ditujukan secara langsung ke tubuh manusia, sebab tak ada dasar ilmiah tentang itu.

“Kami tak bisa melarang, karena tidak ada Undang-Undang yang melarang, nah ini kan yang menjadi masalahnya,” katanya usai menerima bantuan APD dan masker dari pemerintah pusat di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya.

Baca Juga :   JASAD Mr X Ternyata Marwani, Polisi Mintai Keterangan Pihak Keluarga

Ia menjelaskan pihak kesehatan, acuannya harus logis, bisa diverifikasi dan faktual, tak bisa bekerja dengan katanya-katanya.

Oleh karena itu, pihaknya tak pernah menganjurkan bilik desinfektan, sebab tidak bisa diverifikasi dan dibuktikan manfaatnya.

Sama halnya dengan obat, ada informasi sudah ketemu obat untuk COVID-19, namun pihaknya menegaskan, penggunaan obat hanya yang sudah ada izin edar dari Kementerian Kesehatan RI.

“Kalau katanya profesor satu dan lainnya tidak bisa. Makanya kami pun dalam pengobatan pasien menggunakan tablet anti virus yang sesuai ketentuan,” jelas Suyuti.

Pihaknya memahami, saat ini masyarakat sedang ketakutan berlebihan, sehingga apa pun informasi cenderung diterima semua secara mentah tanpa disaring terlebih dulu dengan baik.(RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SAPI KURBAN NGAMUK Lepas dari Ikatan Seruduk Seorang Warga Hingga Tewas
SEPAKAT Bentuk Pansus, DPRD Kalsel : Pengawasan Distribusi BBM Bersubsidi
AKSI RATUSAN SOPIR Truk Menuntut Ketersediaan Solar Bersubsidi di DPRD Tabalong
PERGERAKAN PUNCAK HAJI, Enam Jemaah Embarkasi Banjarmasin Diikutkan Safari Wukuf
SPN POLDA KALSEL Implementasikan Standar Internasional ISO 21001:2018
TERDUGA KAWANAN PREMAN di SPBU Resahkan Sopir Truk, Digiring Polisi
PELAKU PENCURI Terkepung di Dalam Rumah dan Diamuk Warga Kawasan Pramuka Banjarmasin
IBADAH KURBAN, PWI Kalsel Sembelih Tiga Ekor Sapi

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 01:44

SAPI KURBAN NGAMUK Lepas dari Ikatan Seruduk Seorang Warga Hingga Tewas

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:37

SEPAKAT Bentuk Pansus, DPRD Kalsel : Pengawasan Distribusi BBM Bersubsidi

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:28

AKSI RATUSAN SOPIR Truk Menuntut Ketersediaan Solar Bersubsidi di DPRD Tabalong

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:13

PERGERAKAN PUNCAK HAJI, Enam Jemaah Embarkasi Banjarmasin Diikutkan Safari Wukuf

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:37

SPN POLDA KALSEL Implementasikan Standar Internasional ISO 21001:2018

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:09

PELAKU PENCURI Terkepung di Dalam Rumah dan Diamuk Warga Kawasan Pramuka Banjarmasin

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:54

IBADAH KURBAN, PWI Kalsel Sembelih Tiga Ekor Sapi

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:28

SNBT 2026: 256.369 Peserta Lulus

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca