SuarIndonesia – Dewan Kalsel akan memanggil empat SKPD Pemprov Kalsel menindaklanjuti anjloknya harga jual hasil pertanian dan perkebunan lokal di Gunung Ulin, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru.
“Kita akan memanggil SKPD terkait untuk berdiskusi dalam menyelesaikan permasalahan ini,”
Hal ini disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kalsel, M Yani Helmi pada saat mendengar aspirasi dan masukan dari masyarakat tersebut pada reses, di desa gunung ulin kabupaten kotabaru.
Menurut Paman Yani sapaan akrabnya 4 SKPD yang bakal dipanggil tersebut Dinas Perdagangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura, Ketahanan Pangan hingga perkebunan di tingkat Kalsel.
Selain anjlok, hasil pertanian yang digarap warga disana masih kalah bersaing dengan provinsi lain seperti Sulawesi, kabupaten tanah laut dan kabupaten banjar.
Dari hasil diskusi dengan SKPD tersebut, nantinya bisa membuahkan hasil bagi masyarakat di bidang pertanian dan perkebunan di tanah bumbu.
“Saya menginginkan adanya pola yang tepat agar hasil pertanian dan perkebunan milik masyarakat lokal di wilayah tersebut bisa menguasai pangsa pasar minimal di daerahnya sendiri,”
Perwakilan petani di Desa Gunung Ulin, Kotabaru, Abdul Wahid membenarkan terjadinya hal tersebut, bahkan sebagian besar pasokan hasil pertanian sayur mayur berasal dari luar kabupaten tanah bumbu.
“Kami meminta perhatian serius Pemerintah baik dalam bentuk strategi penjualan, penyuluhan secara berkala maupun menjaga kualitas sampai dengan teknik pembibitan yang benar,” ujar abdul wahid
Hal senada disampaikan Kepala Dusun Desa Gunung Ulin, Syahrin bahwa harga hasil pertanian maupun perkebunan yang mereka jual dan dibawa ke kota besar rata-rata ternyata selalu mengalami kerugian hingga anjlok di pasaran. (*/HM)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















