SKUTER LISTRIK Bakal Dibatasi Beroperasi di Jalanan Banjarmasin

SuarIndonesia – Operasional skuter, sepeda hingga motor listrik di Banjarmasin kini masih bebas di jalanan meski ada wacana bakal dibatasi.

Menyusul rampungnya Peraturan Wali Kota (Perwali) terkait operasional kendaraan listrik, yang akan mulai diterapkan mulai awal 2023 mendatang.

“Rekan-rekan di kepolisian juga meminta penerapannya dimulai awal tahun,” ucap Slamet Begjo, Kepala Dinas Perhubungan Banjarmasin, kepada awak media.

Namun demikian, aturan itu dibuat tanpa sanksi bagi pelanggarnya. Pihaknya hanya mengatur kawasan operasional skuter, sepeda, maupun motor listrik saja.

“Lalu, penekanan kepada pihak penyedia atau penyewaan alat transportasi itu. Termasuk perizinan tempat-tempat penyewaannya,” ujarnya.

Misalnya, bagi penyedia atau yang menyewakan kendaraan listrik wajib menyediakan alat pengaman atau atribut berkendara. Seperti helm dan sebagainya.

“Termasuk, memberitahukan kepada penyewa, bahwa alat transportasi itu tak boleh digunakan di tempat-tempat yang berbarengan dengan operasional kendaraan pada umumnya. Termasuk juga milik pribadi,” jelasnya.

“Penyedia jasa, juga wajib menyediakan tempat operasional skuter atau sepeda listriknya. Tidak dibiarkan begitu saja,” tekannya lagi.

Lantas, di mana saja lokasi yang diperbolehkan? Slamet, mengaku tidak begitu bisa mengingat rinciannya.

Namun yang jelas, untuk ruas jalan protokol atau jalan raya, baik skuter, sepeda maupun motor listrik, tetap tak boleh digunakan.

“Karena arahannya, tak boleh bercampur dengan alat transportasi lain,” jelasnya.

Jika kedapatan ada yang melanggar, pihaknya hanya melakukan teguran atau imbauan. Itu artinya, para pengguna berpotensi masih bisa dengan leluasa berkeliaran di ruas jalan protokol.

Bukan tanpa alasan, ia menyadari, bahwa pemko belum bisa memfasilitasi ruas jalan khusus untuk alat transportasi ramah lingkungan itu. Baik itu skuter, sepeda maupun motor listrik.

“Jadi, adanya perwali ini, hanyalah imbauan. Termasuk sosialisasi yang terus kami sampaikan ke masyarakat, sekolah-sekolah dan para orang tua,” jelasnya.

Lalu, sejauh apa adanya perwali ini efektif mengatur para pengguna skuter, sepeda hingga motor listrik di jalan raya? Sayangnya, Slamet tampak kurang percaya diri.

“Saya kira tidak begitu efektif ya. Karena kalau belum ada kejadian, berat agar masyarakat bisa diatur. Berbeda kalau sudah ada kejadian atau memakan korban, biasanya baru itu sadar,” tutupnya.(SU)

 388 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!