SIAP CETAK Penghafal Al Qur’an, Pesantren Tahfidz Husada

SIAP CETAK Penghafal Al Qur’an, Pesantren Tahfidz Husada

SuarIndonesia – Berdirinya Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Mahasiswi Husada dianggap menjadi penambah khazanah bagi visi-misi Pemerintah Kota Banjarmasin yakni Banjarmasin Baiman.

Hal itu diungkapkan oleh Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina pada awak media usai melaksanakan peresmian Pondok Pesantren yang berlokasi di Komplek Husada Permai, Jalan Pangeran Hidayatullah, Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara, Selasa (12/01/2021) sore.

“Tahfidz ini sejalan dengan Banjarmasin Baiman yang menjadi visi-misi Pemko Banjarmasin,” ucapnya.

Ia menjelaskan, bahwa pondok pesantren tersebut merupakan fasilitas keagamaan yang sangat membantu dalam mencetak para penghafal Qur’an di Kota Banjarmasin.

“Pasalnya, ini merupakan pondok pesantren keempat yang dikelola oleh pembina Pak Hadimi.”

“Kami sangat berterima kasih atas kontribusi pondok pesantren dalam mencetak penghafal Qur’an. Semoga cita-cita beliau bisa terwujud untuk melahirkan seribu hafidz,” ungkapnya.

Menurutnya, setiap mahasiswi yang menjadi santri di Pondok Pesantren Tahfidz Husada ini masih mempunyai kesempatan untuk menghafal kitab suci umat muslim tersebut.

“Kita sangat mengapresiasi ini, saya kira menghafal Al-Qur’an ini tidak akan mengganggu aktivitas kuliah mereka,” tukasnya.

Selain itu, apresiasi orang nomor satu di Kota Banjarmasin itu juga disampaikan lantaran adanya upaya kerjasama yang dilakukan pihak pengelola tahfidz dengan berbagai perguruan tinggi di Banjarmasin. Seperti ULM, UIN Antasari, Uniska dan perguruan tinggi lainnya.

Sementara itu, Pembina Pesantren Tahfidz Husada, H Anwar Hadimi menuturkan, bahwa pihaknya tidak menutup kesempatan bagi siswa yang masih sekolah di jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA.

Menurutnya, keputusan untuk membuat tahfidz tingkat mahasiswa tersebut lantaran melihat kondisi kurangnya jumlah ustadz dan ustadzah yang mengembangkan tahfidz untuk kelompok umum.

“Jadi bagi kami, mahasiswa ataupun mahasiswi merupakan kader yang pas untuk melanjutkan amal zariah ini,” tuturnya.

Kemudian, ia menilai mahasiswa mempunyai kemampuan dan skil yang cukup memadai untuk menjadi pengajar di pondok tahfidz.

Saat ini pondok pesantren menampung ini sebanyak 250 mahasiswi yang diharapkan akan menjadi seorang penghafal Qur’an berakhlak mulia.(SU)

 157 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: