MINIM MOTORIS Handal, Penyebab Ambulans Sungai Tak Ikut Evakuasi Korban Keracunan

- Penulis

Senin, 28 Februari 2022 - 18:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Baru-baru ini, operasional Ambulans Sungai milik Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin kembali menjadi sorotan masyarakat.

Pasalnya, saat adanya kasus keracunan massal menimpa warga di Pulau Sewangi, pada Sabtu (26/2/2022) malam lalu, ambulans yang disiagakan di dermaga Rumah Sakit Sultan Suriansyah (RS SS) itu justru tak kelihatan membantu mengevakuasi korban ke rumah sakit.

Padahal saat itu, warga sangat membutuhkan pertolongan untuk segera mendapatkan pertolongan usai mengkonsumsi hidangan dalam sebuah acara di malam tersebut.

Yang bergerak justru hanya ambulans darat. Mobil ambulans terlihat bolak-balik melalui jalur darat untuk menuju lokasi, lalu mengevakuasi korban ke rumah sakit.

Kendalanya, agar bisa mengevakuasi korban secepat mungkin, puluhan unit ambulans gabungan itu juga harus menyeberang dengan kapal feri.

Salah seorang anggota emergency di Banjarmasin, Hendra lantas mempertanyakan keberadaan ambulans sungai itu.

Menurutnya, andai dioperasikan pada malam peristiwa itu terjadi, tentu bisa lebih mudah mengevakuasi korban yang berada di bantaran sungai.

“Ambulans darat sempat kebingungan mencari jalan untuk sampai ke lokasi. Beruntung warga membantu mengarahkan, dan ada sebagian warga yang sudah membawa korban pakai motor roda dua,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan anggota emergency gabungan lainnya, berinisial AT.

 

MINIM MOTORIS Handal, Penyebab Ambulans Sungai Tak Ikut Evakuasi Korban Keracunan (2)

 

Ia mengungkapkan, sejumlah mobil ambulans yang bertolak dari Kota Banjarmasin, bahkan rela mengantre untuk menyeberang menggunakan kapal feri demi bisa mengevakuasi korban keracunan.

“Seandainya Ambulans Sungai ada, setidaknya bisa dipakai mengevakuasi korban yang mayoritas anak-anak. Atau melakukan penanganan di lokasi,” ungkapnya.

“Karena kabarnya Ambulans Sungai dilengkapi dengan alat-alat kesehatan standar,” tambahnya.

Lantas, mengapa ambulans itu justru tak beroperasi pada malam terjadinya keracunan massal itu?

Saat dikonfirmasi, Direktur RS Sultan Suriansyah, M Syaukani menjelaskan, bahwa saat kejadian pihaknya juga dihubungi alias mengetahui adanya dugaan kasus keracunan massal itu.

Hanya saja, pihaknya masih belum bisa mengoperasionalkan Ambulans Sungai di malam hari dengan alasan keamanan.

“Selain penerangan yang kurang, motoris juga kurang berpengalaman dan kurang hapal jalur sungai sampai ke kabupaten tetangga,” jelasnya saat dihubungi awak media, Senin (28/02/2022).

Bukan tanpa alasan, ia mengakui, bahwa saat ini speedboat yang menjadi hadiah bagi Kota Banjarmasin saat Hari Kesehatan Nasional (HKN) tahun 2021 yang lalu itu masih dipegang oleh nakes yang mempunyai keahlian standar.

“Saat ini, motoris masih dipegang tenaga kesehatan (nakes). Belum ada motoris khusus ambulans air,” tambahnya.

Baca Juga :   DISITA Rokok Ilegal dan MMEA di Kalsel, Selamatkan Kerugian Negara 15 MIliar Lebih

Untuk itu, Syaukani mengatakan, di malam peristiwa dugaan keracunan massal itu terjadi, pihaknya hanya mengerahkan dua unit mobil ambulans milik plat merah tersebut, lengkap dengan petugasnya untuk mendatangi lokasi.

“Ke depan, kami akan mencari motoris khusus Ambulans Sungai yang lebih mahir dan berpengalaman. Semoga bisa terealisasi secepatnya dalam waktu atau atau dua bulan ke depan,” janjinya.

“Karena prinsipnya, keselamatan pasien dan keselamatan petugas atau nakes sama-sama kami utamakan. Kami berupaya semaksimal mungkin memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tekannya.

Namun, untuk saat ini Syaukani mengatakan operasional ambulans air hanya bisa dilakukan di dalam Kota Banjarmasin dan di waktu siang hari saja.

“Karena untuk jalur sungai kan blm bisa pake google map,” tukasnya.

Karena itu, ia meminta warga bisa memahami apa yang dialami pihaknya saat ini. Apabila masih banyak kekurangan terkait operasional Ambulans Sungai.

“Kami memohon maaf dan kami akan terus berusaha memperbaikinya. Khususnya berupaya sesegera mungkin merekrut motoris andal dan berpengalaman dan juga menguasai jalur sungai,” ucapnya.

Seperti diketahui, Ambulans Sungai merupakan kado perayaan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tahun 2021 di Kota Banjarmasin. Dibeli seharga Rp794 juta. Menggunakan dana APBD Kota Banjarmasin.

Ambulans Sungai diadakan, lantaran 30 persen warga Kota Banjarmasin tinggal di kawasan bantaran sungai.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina saat meresmikan ambulans itu berharap, keberadaannya benar-benar bisa bermanfaat bagi warga. Utamanya, mereka yang tinggal di bantaran sungai.

“Ambulans sungai ini sudah menjalani uji fungsi dan kelayakan. Jadi sekarang sudah bisa melayani warga,” ujarnya.

Digunakan untuk menjemput pasien di kawasan terpencil atau kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Juga disiagakan saat ada event di sungai.

“Operasional Ambulans Sungai ini gratis bagi warga. Disiagakan di dermaga RSUD Sultan Suriansyah, selama 24 jam. Bagi warga yang memerlukan, bisa menghubungi 119,” ucapnya. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DUA JENAZAH LAGI Korban KM Virgo Transport 8 Dievakuasi dan Diterbangkan Menggunakan Helikopter ke Banjarmasin
SATU Lagi korban meninggal KM Virgo Transport 8 Ditemukan
DUKA CITA Penyerahan Jenazah Korban KM Virgo pada Pihak Keluarga, Jasa Raharja Pastikan Pemenuhan Hak Santunan
KEBAKARAN di Cempaka XI Banjarmasin Tengah Diduga Usur Kesengajaan, Seorang Diamankan Polisi
TERIDENTIFIKASI Tiga Jenazah Korban KM Virgo, Adalah Pasutri dan Sang Paman
RADIKALISME di Medsos Incar Anak Muda, FKPT Kalsel Perkuat Pencegahan Dini
KM SAR KAMAJAYA Tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin Membawa Tiga Jenazah KM Virgo
PENCARIAN Korban Kapal Virgo Transport 8 Maksimalkan Kamera Robot Bawah Air

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 22:03

MOTOGP San Marino 2026: Marc Marquez Juara dan Puncaki Klasemen

Sabtu, 12 September 2026 - 19:10

DPRD KALSEL Apresiasi Terselenggaranya Road Safety Week.2026

Sabtu, 12 September 2026 - 18:58

RATUSAN PESERTA Berkompetisi “Road Safety Week” SDC Ditlantas Polda Kalsel

Rabu, 9 September 2026 - 22:31

ASIAN GAMES 2026: Bonus Rp3 Miliar untuk Peraih Emas Perorangan

Jumat, 4 September 2026 - 19:55

BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:55

BANJIR Nepal-China: Korban Tewas 919 Orang dan 4.800 Hilang

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:24

JEPANG Kerahkan Kapal dan Helikopter Bantu Tangani Karhutla di Indonesia

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:53

BANJIR NEPAL: Lebih dari 270 Orang Tewas, Hampir 1.400 Hilang

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi garis polisi. (Foto: Getty Images/Ole Schwander)

Hukum

BOCAH Tewas Tertembak Senapan Angin

Minggu, 20 Sep 2026 - 22:50

Foto Ilustrasi, Pesawat di Bandara Tjilik Riwut Kota Palangka Raya, (Foto: Prokalteng)

Kalteng

14 JADWAL Penerbangan Terdampak Kabut Asap

Minggu, 20 Sep 2026 - 22:39

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca