Suarindonesia– Pada Minggu (25/4/2021), India melaporkan 352.991 kasus Covid-19 terbaru, jumlah kasus virus corona terbanyak dalam sehari dari seluruh negara di dunia.
Sehari setelahnya, pada Senin (26/4.2021), India kembali melaporkan 323.000 kasus Covid-19 dan 2.771 kematian dalam sehari, tanpa tanda-tanda melambat.
Penjabat Gubernur Kalsel, Safrizal ZA, tak ingin hal serupa terjadi di Kalsel. Oleh karena itu, ia meminta jajaran Pemprov Kalsel belajar dari sunami covid yang terjadi di India.
Ia mengingatkan semua pihak di Provinsi ini, agar tidak lengah dalam upaya mencegah penyebaran Covid-1.
“Pengalaman buruk di India yang sempat mengkalim berhasil, lalu lengah dengan acara keagamaan dan berujung pada penyebaran kasus besar-besaran,” ujar Safrizal saat bertindak selaku narasumber dalam diskusi bertajuk Bedah Banua Sinergitas Penanganan Covid-19 di Kalimantan Selatan yang digelar Yayasan Amnesia Banjarmasin, Kamis (29/4/2021).
Bertempat di Command Center Setdaprov Kalsel di Banjarbaru, Safrizal menyampaikan materi berjudul Sinergitas Penanganan Covid-19 di Kalsel.
Pemateri lain adalah M Syaripuddin (Wakil Ketua DPRD Kalsel), DR Husaini SKM (Guru Besar Bidang Ilmu Kesehatan FK ULM), dan Muhammad Muslim (Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel).
Dikatakan Safrizal, alasan kenapa Kalsel harus belajar dari kelengahan India hingga berdampak penularan dengan kematian ribuan orang per hari, karena adanya kesamaan tipelogi masyarakat.”Tipelogi masyarakat kita dan india relatif sama,” ujarnya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















