DITANTANG, Sekolah Buka Jangan Sampai Kalah dengan Bioskop

- Penulis

Selasa, 20 Oktober 2020 - 19:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BELAJAR DARING — Salah seorang siswa di Banjarmasin didampingi sang kaka sedang mengerjakan tugas sekolah.(Foto/Ist)

SuarIndonesia – Rencana dibukanya sekolah untuk pembelajaran tatap muka semakin jauh dari harapan. Setelah bertambahnya salah satu kelurahan menjadi zona merah pada pertengahan bulan lalu.

Pemko Banjarmasin melalui Dinas Kesehatan memprediksi, pembelajaran tatap muka khususnya untuk sekolah dasar baru bisa dilakukan pada 2021. Alasannya, membuka sekolah dasar sangat berisiko. Para peserta didik di tingkat ini dikategorikan rentan.

“Kalau SD saya kira belum bisa. Karena resikonya sangat tinggi. Mulai dari PAUD, TK, SD barangkali di tahun 2021,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Machli Riyadi, Rabu (14/10/2020).

Kendati demikian, kekhawatiran itu tak berlaku untuk tempat hiburan dan acara perkumpulan masyarakat lainnya. Asalkan bisa menerapkan protokol kesehatan CoVID-19 dengan ketat, maka lampu hijau pun bisa didapat.

Ambil contoh bioskop XXI di Duta Mall yang baru dibuka pada Sabtu lalu. Tempat hiburan ini sudah jauh-jauh hari mendapat visitasi dari Dinkes Banjarmasin. Dan rekomendasi penerapan protokol kesehatan akhirnya didapatkan.

Namun hingga saat ini, jangankan visitasi, kajian atau mencari solusi terkait pembelajaran tatap muka di sekolah pun masih belum ada.

Nah, yang menjadi pertanyaan, mampukah Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin memberikan rasa yakin seperti yang dilakukan manajemen XXI?

Pertanyaan ini muncul dari Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Kalimantan Selatan Suriani Khair.

Menurutnya ketika tempat hiburan bisa meyakinkan Pemko untuk bisa menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, harusnya Disdik juga bisa melakukan hal yang sama untuk kepentingan dunia pendidikan.

“Disdik harus bisa meyakinkan bahwa belajar tatap muka sudah bisa dilakukan di Banjarmasin. Jadi ini tergantung Disdik. Jangan sampai ragu-ragu,” ujar Suriani, Senin (19/10/2020).

Baca Juga :   POLDA KALSEL SITA 172,4 Kilogram Sabu dari Jaringan Antarprovinsi, Ada Termuat di Kemasan Teh China

Maksud jangan ragu-ragu disini ujar Suriani adalah, Disdik harus bisa lebih progresif dalam mencari solusi agar pembelajaran secara daring tak terlalu lama. Mengingat saat ini keluhan para orangtua terkait tingkat kejenuhan sudah cukup tinggi.

“Sementara sekolah tarik ulur memang betul, kajianya harus secara progresif. Cuma sayangnya Disdik tak progresif menyampaikannya gagasan-gagasan untuk pembelajaran di sekolah secara tatap muka,” katanya.

Yang diketahui Suriani, bahwa syarat mengumpulkan orang sesuai protokol kesehatan paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan. Selain penerapan lainnya seperti memakai masker, cuci tangan, dan menjaga jarak.

Hal inilah yang seharusnya bisa menjadi acuan Disdik untuk melakukan kajian lebih mendalam untuk mencari solusi. Misal membagi jam masuk sekolah menjadi dua.

“Apakah memakai 50 persen sebagai solusinya. Pagi 50 siang 50, atau seperti apa. Yang ini yang belum kita dengar langkah maju dari sektor pendidikan,” jelasnya.

Dia mengakui, kekhawatiran tentunya ada. Mengingat peserta didik khusus untuk tingkat dasar cukup rentan. Hanya saja tingginya kekhawatiran harusnya bisa menjadi semangat semakin progresif Disdik dalam mencari solusi ini.

Ambil contoh, masukan yang diberikan seperti perhatian terhadap kesiapan fasilitas di sekolah hingga tenaga pengajar ketika pembelajaran tatap muka itu dilakukan harus dilakukan dengan matang.

“Apa saja yang dilakukan, tentu dari fasilitas sekolah harus disterilkan. Kemudian tenaga pengajar dites kesehatannya,” tukasnya. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

POLRESTA BANJARMASIN Tuntaskan 94 Perkara, Curat dan Pencurian Biasa Mendominasi
BERSIHKAN Sungai Pemurus Baru, Polisi Tekankan Pentingnya Kesadaran Warga
KEBAKARAN LAGI di Kompleks DPR Banjarmasin Barat, Terekam CCTV Sebelum Berkobar Ada Sosok Pria di Lokasi
ANAK BEKANTAN Terpisah dari Induk
HARI KE-20: 12 Nama Korban KM Virgo Transport 8 yang Teridentifikasi Tim DVI
PANGERAN Khairul Saleh Minta Pengunduran Diri Dirjen Pas Ditangguhkan, Soroti Kasus Lapas Cibinong
DIBONGKAR Polda Kalsel Penyelundupan Sisik Trenggiling dan Paruh Burung Rangkong, Pemesan ada Dari China dan Thailand
TIGA TERSANGKA LAGI Selain Nakhoda KM Virgo, Begini Penyidikan Tim Gabungan

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 00:19

IWAN AFLANIE, Rektor ULM Periode 2026–2030

Jumat, 2 Oktober 2026 - 22:04

POLRESTA BANJARMASIN Tuntaskan 94 Perkara, Curat dan Pencurian Biasa Mendominasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:58

BERSIHKAN Sungai Pemurus Baru, Polisi Tekankan Pentingnya Kesadaran Warga

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:51

HARI KE-20: 55 Korban KM Virgo Transport Masih Dicari, Korban Meninggal 80 Orang

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:37

ANAK BEKANTAN Terpisah dari Induk

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:28

HARI KE-20: 12 Nama Korban KM Virgo Transport 8 yang Teridentifikasi Tim DVI

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:32

PANGERAN Khairul Saleh Minta Pengunduran Diri Dirjen Pas Ditangguhkan, Soroti Kasus Lapas Cibinong

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:11

DIBONGKAR Polda Kalsel Penyelundupan Sisik Trenggiling dan Paruh Burung Rangkong, Pemesan ada Dari China dan Thailand

Berita Terbaru

Petugas memasang garis polisi di lokasi penangkapan dia terduga teroris di Desa Tomoli Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Jumat (2/10/2026) malam. (Foto: Istimewa)

Hukum

TIGA Terduga Teroris Ditangkap di Sulteng

Sabtu, 3 Okt 2026 - 00:25

Dr Iwan Aflanie terpilih sebagai Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) periode 2026–2030 memberikan keterangan ke media, Jumat (2/10/2026). (Foto: Antara)

Kalsel

IWAN AFLANIE, Rektor ULM Periode 2026–2030

Sabtu, 3 Okt 2026 - 00:19

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca