DISEGEL Puluhan Lapak Pedagang di Pasar Tradisional Gegara Tunggak Retribusi

Bagikan :
DISEGEL Puluhan Lapak Pedagang di Pasar Tradisional Gegara Tunggak Retribusi

SuarIndonesia — Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin terpaksa menyegel puluhan lapak pedagang di pasar tradisional Banjarmasin.

Hal tersebut dilakukan bentuk penertiban terhadap toko, kios dan bak di pasar yang tak menyetor retribusi.

Kepala Bidang Pasar Disperdagin Kota Banjarmasin, Jahri mengatakan, sedikitnya ada 62 toko/bak yang terpaksa didisiplinkan pihaknya dengan menyegel lapak dagangannya.

Ia menjelaskan bahwa jumlah lapak yang disegel merupakan data yang diambil dari Januari hingga Desember 2021 kemarin

Kendati demikian, ia menuturkan, penyegelan bukan berarti melarang pedagang untuk membuka kembali tokonya secara permanen.

Namun, pihaknya masih memberikan kesempatan niatan baik para pedagang dengan mengizinkan pedagang yang bersangkutan untuk berjualan agar bisa melunasi tagihan retribusi.

Misalnya ada upaya pedagang bernegosiasi membayar setengahnya dari tagihan atau ada kesepakatan lainnya yang bisa dimaklumi untuk kenyamanan bersama.

“Tahun ini belum ada yang kami segel, tapi tahun lalu ada 62 yang kami segel. Ya kita harap semuanya yang disegel ini nanti mau membayarkan sehingga menambah PAD kita,” katanya saat ditemui di ruangan kerjanya, belum lama tadi.

 

DISEGEL Puluhan Lapak Pedagang di Pasar Tradisional Gegara Tunggak Retribusi (2)

 

Jahri melanjutkan, dari 62 toko yang disegel itu sudah banyak yang bersedia membayar retribusinya, yakni ada 42 toko.

Artinya penunggak retribusi pasar yang masih dalam kondisi disegel atau tidak boleh berdagang ada 20 kios yang tersebar di pasar tradisional di Banjarmasin.

“Alhamdulillah kini sudah ada 42 toko yang awalnya kami segel, mau membayar retribusi. Mudahan sisanya ini akan menyusul,” bebernya.

Mantan Lurah Mawar itu juga mengatakan, hal tersebut dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut dalam pemenuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi pasar ini tergolong besar yakni sekitar Rp6,8 miliar.

“Kita terus berupaya untuk mengejar capaian PAD. Oleh sebab itu kami juga terus melakukan pendekatan kepada pedagang agar taat membayar retribusi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Disperidagin Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar menekankan, bahwa di tahun 2022 memang belum ada lapak dagang yang disegel gegara penunggakan retribusi.

“Kita baru menyampaikan Surat Peringatan (SP) kepada kawan-kawan yang wajib retribusi yang ada tunggakan,” ujarnya.

“Tapi kalau seandainya sudah sampai SP3 dan surat pemberitahuan penyegelan, maka akan kita lakukan tindakan penyegelan,” tekannya.

Tezar menjelaskan bahwa SP itu sendiri sudah mulai disampaikan secara bertahap kepada pedagang sejak Januari 2022 kemarin.

“Karena jumlah pasar yang berada kita (Pemko Banjarmasin) ini cukup banyak dan jumlah SDM kita juga kurang. Jadi kita bertahap menyampaikannya,” jelasnya.

Menurutnya, jumlah yang menunggak cukup banyak, yakni puluhan pedagang. Bahkan dibeberkannya, rata-rata pasar pasti ada yang menunggak.

Tunggakan pun beragam ada yang sampai satu tahun tidak bayar retribusi. Ada juga yang beberapa bulan.

“Per bulan itu sekitar 4 sampai 6 blok pasar yang kita sampaikan pemberitahuan untuk melunasi tunggakan retribusi,” bebernya.

Karena itu, Tezar mengimbau agar para pedagang yang menggunakan kios, toko maupun bak loss di pasar tradisional agar bisa terus menjaga kebersihan lingkungannya dan disiplin melakukan pembayaran retribusi.

“Karena retribusi ini sebenarnya akan kembali untuk kenyamanan pedagang dan pengunjung pasar itu sendiri,” tukasnya.

Hal itu terbukti dengan masifnya perbaikan pasar yang dilakukan Pemko Banjarmasin dalam beberapa tahun belakangan ini.(SU)

 330 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.