BPJN LAPORKAN Segera ke Polisi, Jembatan Basit Gelap Gegara Pencurian Kabel

Bagikan :
BPJN LAPORKAN Segera ke Polisi, Jembatan Basit Gelap Gegara Pencurian Kabel

SuarIndonesia — Sudah kurang lebih seminggu ini, jalan di Jembatan Sei Alalak 1 gelap gulita, lantaran lampu penerangan jembatannya mati.

Padahal, jika diingat, usia jembatan tersebut belum genap setahun sejak jembatan yang dikenal dengan nama Jembatan Basit itu diresmikan oleh Presiden Joko Widodo beberapa di tahun 2021 lalu.

Namun kini beberapa fasilitasnya sudah ada yang dicuri oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Saat dikonfirmasi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.5 Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XI Kalimantan Selatan (Kalsel), Andika Mulrosa membenarkan, kalau lampu penerangan dan up lighting jembatan Sei Alalak 1 tidak berfungsi, lantaran kabel utilitasnya diduga telah dicuri.

“Karena kabel utilitasnya hilang, sehingga membuat semua lampunya menjadi tidak berfungsi,” ungkapnya saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon, Jumat (4/2/2022).

Lantas, langkah apa yang diambil BPJN guna menangani problem tersebut?

Menyikapi hal itu, ia mengaku bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin dan juga sudah melaporkan ke pimpinan terkait hilangnya kabel utilitas tersebut.

 

BPJN LAPORKAN Segera ke Polisi, Jembatan Basit Gelap Gegara Pencurian Kabel - 2

 

“Intinya akan kita tindak lanjuti segera, karena ini utilitasnya utilitas khusus, sehingga juga ini perlu waktu untuk pengadaan dan mobilisasi utilitas yang hilang,” jelas Andika.

Selain itu juga, pihaknya juga akan melakukan pelaporan kepada pihak kepolisian, terkait adanya dugaan tindak pidana pencurian kabel utilitas lampu penerangan dan up lighting yang ada di jembatan Sei Alalak 1.

“Biar ada efek jera untuk terduga pelaku pencuri kabel tersebut, dan untuk ke depannya agar adanya pengamanan di sekitar jembatan, sehingga hal tersebut tidak terulang kembali,” kata Andika.

Terkait hilangnya kabel utilitas ini, ia tidak menampik memang adanya resiko pencurian yang terjadi, sehingga bisa sampai terjadi dugaan tindak pidana pencurian kabel yang pentibg ini.

“Kita juga kaget kabelnya bisa sampai hilang, ini kan jembatannya ada di tengah kota. Apalagi kalau di pelosok yang jauh dari kota,” ucap Andika.

Ia hanya bisa berharap, agar semua pihak baik BPJN, dinas terkait, pemerintah daerah dan juga masyarakat dapat menjaga Jembatan Sei Alalak ini.

Baca Juga :

GELAPNYA Jembatan Basit Disebabkan Kabel Lampu Dicuri

Bukan tanpa alasan, ia menilai fasilitas penyeberangan yang menghubungkan Kota Banjarmasin dan wilayah Kabupaten Barito Kuala itu sekarang sudah menjadi ikon Kalsel yang baru.

“Kita berharap kita semua bisa memiliki rasa tanggung jawab yang besarlah terhadap Jembatan Sei Alalak ini, karena bagaimanapun jembatan ini dibangun untuk menjadi kebanggaan masyarakat banua khususnya,” harapnya.

“Besar harapan kita, untuk ke depannya bisa saling menjaga, apa bila ada kelihatan gerak gerik yang mencurigakan masyarakat dapat langsung melaporkan hal tersebut, sehingga dapat mencegah hal hal yang tidak diinginkan atau tindak kriminal pencurian seperti yang sebelumnya,” tambah Andika.

Di samping itu, Andika menambahkan, pihaknya juga tidak bisa menyalahkan pihak kontraktor sepenuhnya, karena dalam dokumen kontrak memang sudah jelas dikatakan terkait masa pemeliharaannya.

“Namun ini kan kasus pencurian, sehingga bukan sepenuhnya kesalahan dari pihak kontraktor. Sehingga kita juga tidak semena mena menyalahkan kontraktor,” paparnya.

Untuk mengatasi agar kejadian serupa tidak terjadi lagi, pihak BPJN akan mengupayakan memasang CCTV untuk pengawasan di Jembatan Sei Alalak.(SU)

 346 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.