BIAYA Perawatan Pasien Omicron tak Semuanya Ditanggung Pemerintah

Bagikan :
BIAYA Perawatan Pasien Omicron tak Semuanya Ditanggung Pemerintah

SuarIndonesia– Pemerintah mengeluarkan kebijakan terkait perawatan pasien Covid-19 varian omicron di rumah sakit.

Tak seperti sebelumnya yang sepenuhnya dibiayai pemerintah, kini setiap perawatan per paket layaknya pembiayaan BPJS kesehatan.

Hal ini diakui Wakil Direktur Medik dan Keperawatan, RSUD Ulin Banjarmasin, Yuddy Riswandi biaya perawatan pasien omicron tidak sama dengan varian sebelumnya.

Karena sebelumnya berapapun pengeluaran penanganan pasien diganti oleh pemerintah, sedangkan kini dibatasi per paket perawatan.

“Jika kondisinya berat dan memerlukan terapi lebih banyak jadi beban rumah sakit untuk membiayai. Sistem sekarang seperti BPJS per paket.

Manajemen rumah sakif harus pintar-pintar menghemat supaya pelayanan tetap maksimal,” katanya.

Menurut Yuddy, dengan kondisi demikian maka yang dirujuk ke rumah sakit betul-betul hanya pasien bergejala, sedangkan yang tak bergejala ditempatkan di isolasi terpusat.

Ia pun berharap tidak semua pasien dirujuk ke RS Ulin, sebab seberapa besarpun rumah sakit jika pasien membludak maka akan kewalawan.

“Mudah-mudahan Surat Edaran Gubernur Kalsel yang dikeluarkan 3 Februari 2021 benar-benar diikuti kabupaten kota.

Melalui edaran itu kabupaten kota diminta menyediakan tempat isolasi terpusat, sehingga tidak semuanya dirujuk ke rumah sakit,” ujarnya.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Kalsel, penambahan kasus baru berjumlah 443 orang. Paling banyak berasal dari Banjarmasin berjumlah 261 orang.(RW)

 421 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.