AKIBAT Kabut Asap Kasus ISPA di Balangan Melonjak 30 Persen

- Penulis

Sabtu, 5 September 2026 - 09:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asap sisa karhutla nampak menyelimuti sebagian Balangan

Asap sisa karhutla nampak menyelimuti sebagian Balangan

Suarindonesia – Kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai berdampak terhadap kesehatan warga Kabupaten Balangan. Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tercatat meningkat hingga 30 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan mencatat 10.637 kasus ISPA sepanjang tahun berjalan. Jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai 8.183 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Balangan, Juhriadi, mengatakan peningkatan kasus mulai terlihat intensif dalam beberapa pekan terakhir.

Lonjakan tertinggi terjadi pada minggu ke-29 dengan 366 kasus, atau meningkat 41,9 persen dari minggu sebelumnya yang mencatat 271 kasus. “Kenaikan keluhan ISPA yang intensif dimulai pada minggu ke-28 hingga ke-33 tahun ini dengan total 2.037 kasus atau rata-rata 335 kasus per minggunya,” kata Juhriadi, Jumat (4/9/2026).

Menurutnya, peningkatan kasus menjadi perhatian di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap karhutla.

Dinas Kesehatan Balangan mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi udara belum membaik. Masyarakat juga bisa menunda sementara kegiatan olahraga maupun aktivitas lain yang membutuhkan waktu lama di ruang terbuka.

Baca Juga :   TERSERANG ISPA: 47 Orang Utan Diterapi Nebulizer

“Kami menyarankan masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan sementara waktu, termasuk menunda kegiatan olahraga. Meskipun sudah menggunakan masker, tetap ada potensi terpapar asap,” tegasnya.

Sementara itu, data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menunjukkan konsentrasi partikulat udara di Balangan sempat mencapai 794,5 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada Rabu pagi.

Kondisi tersebut masuk kategori sangat berbahaya, terutama akibat asap dari kebakaran lahan gambut. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan karena paparan asap dan partikulat dalam konsentrasi tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya pada saluran pernapasan.(ADV/MH)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TAMPIL di Podcast OBLIGASI Bank Kalsel, Wali Kota Yamin Ajak Warga Pilah Sampah
DISEBUT Untuk Referensi Bank Kalsel, Komisi II DPRD Kalsel Pelajari Kredit UMKM Bank BPD DIY, Bunga 3 Persen
IWAPI Dorong Bank Kalsel Beri Kredit 0 Persen untuk UMKM Perempuan
PRODUKSI Mi Soun Capai 100 Kg Sehari, Luluk Saryatie Berharap Dukungan Permodalan Bank Kalsel
BANK KALSEL Siapkan Aksel University, Fokus Perbankan Syariah
SEMARAK Harjad ke-500, Bank Kalsel Hadirkan Promo Agen Laku Pandai
BANK KALSEL Syariah Hadirkan Aneka Produk Simpanan
DIRUT Bank Kalsel H Fachruddin Berharap Banjarmasin Semakin Maju di Usia 500 Tahun

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:00

KARHUTLA Ganggu Wisata Tanjung Puting

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:44

TIGA SARANG Orang Utan Ditemukan di Kebun Karet dan Rotan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:35

TEMBUS 4.055, ISPU Palangka Raya Paling Berbahaya se-Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:30

JANGAN LENGAH Wanti-wanti Menhut Raja Antoni, Hujan Diprediksi Pertengahan November

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:22

MENHUT Raja Antoni Turun ke Kalsel, Pastikan Penanganan Karhutla Maksimal

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:11

ENAM Pelajar Palangka Raya Paparkan Inovasi Penyaring Air Gambut ke DPD RI

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:44

KAMPUNG NARKOBA Palangka Raya Digerebek Polisi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:38

TERSERANG ISPA: 47 Orang Utan Diterapi Nebulizer

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca