SuarIndonesia – Di tengah situasi kemarau panjang disertai banyak terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), anggota MPR RI, Pangeran Khairul Saleh, turun melaksanakan “Sosdap” ke dapil masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel).
Untuk mensosialisasikan program nasional di daerah pilihan mengakomodir program pemerintah dan aspirasi masyarakat yang masih terkendala.
Pangeran Khairul Saleh, Anggota Komisi Xlll dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, melaksanakan program sosialisasi dapil dan pendampingan berlangsung di Pendopo Ramin Banjar Indah Banjarmasin, Minggu (27/9/2026).
Dalam paparannya Pangeran Khairul Saleh, yang disambungkan oleh H.Harni Arrasyid SH sebagai staf, bahwa sosdap sebagai kegiatan kerja utuk k menggerakan peningkatan aspirasi dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam pembangunan.
“Pasti tentunya harus terjun kemasyarakat langsung ke dapil dalam memberikan motivasi bimbingan dalam pendampingan sehingga bisa meningkatkan kegiatan program aspirasi dan SDM tersebut,” ucapnya.Sambung Pangeran, bahwa Sosdap adalah jadi jembatan usulan warga masyarakat di dapil agar tidak berhenti di atas kertas.
Sehingga banyak menjaring dan mengakomodir program pemerintah dan program aspirasi masyarakat yangg masih terkendala.”Sudah saatnya peran Sosdap ini dihidupkan terus,” kata Pangeran.
Tentunya agar lebih berperan bahwa “Sosdap” berperan dalam gerakan peningkatan aspirasi, sehingga dapat merasakan tujuan utamanya.
Yakni, menjemput kehendak aspirasi warga, lalu mengawal dan sampai jadi program. Seperti halnya menjaring aspirasi, turun langsung ke RT/RW, desa, komunitas, dialog, survei cepat.
Bantu warga merumuskan masalah jadi usulan program yang realistis sehingga bisa dianggarkan. Menghubungkan aspirasi warga ke Musrenbang, Pokir DPRD, APBDes, CSR, program Kementerian.
Lainnya mengawal, pantau realisasi, laporkan progres ke warga. Dalam penjelasan lainnya, Pangeran sebut peran “Sosdap” dalam peningkatan SDM, ini ada tiga hal yakni Akses, Pelatihan, Pendampingan.
Sosialisasi, mengedukasi BUMDes, legalitas UMKM, digital marketing, stunting, pupuk, beasiswa, dan lainnya,
Targetnya, warga tahu hak dan peluangnya. Dampingi kelompok tani, UMKM, pemuda, kader posyandu, pengelola wisata desa untuk buat proposal, laporan, pembukuan, akses pasar, akses permodalan
Kemudian pelatihan berbasis kebutuhan, dimana hasil dari aspirasi, sebagai contoh katanya, warga butuh kerja, pelatihan las, menjahit, barista, admin.”Lulusan pelatihan langsung disalurkan ke kerja,” sambung Pangeran.
Lainnya lagi, bahwa gerakan “Sosdap”, yang efektif ini adalah langsung memberikan bimbingan dan pendampingan serta menerima banyak nya aspirasi masyarakat.
Kesimpulan dari “Sosdap” lanjut Pangeran, adalah mesin penggeraknya, karena tanpa “Sosdap”, aspirasi hanya jadi wacana. Tanpa “Sosdap”, pelatihan SDM tidak nyambung kebutuhan.
“Dengan Sosdap, aspirasi masyarakat daerah diterjemahkan jadi program, dan SDM dibekali skill untuk menjalankan program itu dan ujungnya, lapangan kerja plus kesejahteraan,” tutup Pangeran Khairul Saleh. (*/ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















