SEUMUR HIDUP di Penjara, Emon Pembawa 84 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi Tetap Tersenyum

SEUMUR HIDUP di Penjara, Emon Pembawa 84 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi Tetap Tersenyum

SuarIndonesia – Mendapat vonis seumur hidup untuk menjalani hukuman di penjara, Hermasyah Efendi alias Emon (26), pemilik 84 Kg sabu dan ribuan butir pil ekstasi ini, tetap tersenyum.

Emon (26), warga Sungai Lulut Kecamatan Banjarmasin Timur, ini memang dalam vonis di Pengadilan Negeri Banjarmasin, terlepas dari jeratan hukuman mati.

Dari keterangan, Kamis (2/9/2021), dari penasihat hukum Emon, dari Kantor Hukum ‘Bilo and Partners’ yang dikoordinir Adv Kesuma Jaya SH, kendati mengaku lega, namun tetap menyatakan pikir – pikir atas vonis dari majelis hakim tersebut.

Oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin yang diketuai Heru Kuntjoro, terdakwa kasus kepemilikan 84 Kg sabu dan 30.000 butir pil ekstasi seberat 9 Kg, dijatuhi hukuman seumur hidup, dalam sidang beragendakan pembacaan putusan, Rabu (1/9/21) petang.

Sebelumnya, oleh JPU (Jaksa Penuntut Umum) Radityo Wisnu Aji dari Kejaksaan Negeri Banjarmasin, terdakwa Emon dituntut hukuman mati.

Karena dinilai terbukti secara sah yang meyakinkan, bersalah melanggar Pasal 114 ayat 2 dan subsidair Pasal 112 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Vonis ini memang sesuai harapan kami dan terdakwa, tapi kami masih pikir – pikir atas vonis seumur hidup tersebut,” tambah Kesuma Jaya.

Sementara, JPU,  Radityo Wisnu Aji juga menyatakan pikir – pikir atas vonis majelis hakim.

Kendati berbeda dengan harapan pihaknya, yang sempat menuntut mati terdakwa.

Sekedar mengingatkan, HE alias Herman alias Emon diamankan jajaran Satuan Reserse Narkoba Polresta Banjarmasin, lantaran terbukti membawa sebanyak 84 Kilogram sabu dan 30.000 butir di Provinsi Lampung.

Penangkapan tersangka sendiri dilakukan, pada Selasa malam, tanggal 15 Desember 2021, sekitar pukul 22.45 WIB, saat yang bersangkutan berada di Jalan Rasuna Said Teluk Betung, Bandar Lampung, tepatnya di Hotel Swiss Bell kamar nomor 8003.

Saat pelaku dibekuk, ditemukan empat koper yang berisi 84 bungkus sabu dan enam bungkus berisi tablet ekstasi.

Penyelidikan kasus ini berawal saat Sat Resnarkoba Polresta Banjarmasin menerima informasi dari masyarakat tentang adanya narkotika jenis sabu-sabu dan ekstasi dalam jumlah besar yang akan masuk dan diedarkan ke Kota Banjarmasin dibawa oleh seorang kurir asal Banjarmasin.

Kemudian, Unit Idik 1 Satresnarkoba melakukan penyelidikan terhadap informasi itu, dan diketahui alamat serta identitas kurir tersebut.

Anggota Satresnarkoba Polresta Banjarmasin dengan dipimpin oleh Kasat Resnarkoba Kompol Wahyu Hidayat langsung melakukan survailance (pengawasan) dan control delivery terhadap kurir tersebut.

Tim mulai berangkat dari Kota Banjarmasin menuju Jakarta-Medan-Bukit Tinggi-Padang-Bengkulu, hingga akhirnya kurir Emon sampai di Kota Lampung dan berhasil dibekuk di sebuah hotel.

Diketahui pula, ternyata Emon, seharinya pekerja di sebuah Event Organizer dan disebut-sebut anak salah satu pengusaha terkenal di Banjarmasin.

Ia yang juga pernah mengecap pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Banjarmasin dan tak menyangka terlibat jaringan narkoba internasional. (ZI)

 2,773 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: