Pihak Bupati Balangan Memiliki Argumentasi dan Ini Jawaban Kapolda – Irwasda dan Dir Reskrimum Polda Kalsel 

Pihak Bupati Balangan Memiliki Argumentasi dan Ini Jawaban Kapolda – Irwasda dan Dir Reskrimum Polda Kalsel 

SuarIndonesia – Pihak Ansharuddin, tak lain Bupati Balangan yang ditetapkan jadi tersangka, memiliki berbagai argumentasi yang disampaikan melalui tim kuasa hukumnya yakni M Fazri SH MH, dan ini mendapat jawaban.

Ansharuddin dituding melakukan penipuan terhadap seorang bernama Dwi Putra Husnie pada 1 Oktober 2018 silam

Sedangkan Dit Reskrimum Polda Kalsel, memulai penyidikan pada 29 Mei 2019.

Dwi Putra merasa dirugikan dan cek yang diterima pelapor dari tersangka ternyata cek kosong.

Berkasnya telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh kejaksaan. Ia menjadi tersangka sejak 4 September 2019 lalu

Atas argumentasi itu pula, dijawab Kapolda Kalsel, Irjen Polisi Yazid Fanani, Irwasda, Kombes Pol Djoko Poerbohadijojo dan Direktur Reskrimum (Dir Reskrimum) AKBP Sugeng Riyadi.

“Penyidik sudah berlaku profesional dan di sini tidak memandang apakah yang bersangkutan sebagai bupati.

Kedudukannya sama di hadapan hukum,” jelas kapolda, ketika ditanya wartawan, Selasa (8/10).

‘Ya, mesti begitu semua masih asas praduga tak bersalah, dan kalau tanya teknisnya langsung ke Dir Reskrimum.

Dan kami juga mempersilakan bila pihak Ansharuddin memiliki argumentasi, dan lebih baiknya diajukan. Intinya, kita terbuka,” ucap kapolda.

Sementara Irwasda, Kombes Pol Djoko Poerbohadijojo, yang selama ini secara internal pengawasan jajajfan anggotanya sebut, atas laporan ke Mabes Polri, dan itu katanya hak mereka.

“Namun, sampai sejauh ini dari pengamatan, penyidik sesuai apa yang digariskan dalam tugasnya,” ujarnya.

Dan kalau dilaporkan juga, nantinya Mebes POlri, pasti ada disamapikan lagi kepada pihkanya. Tapi smapai sejauh ini tidak ada masalah.

“Kalau lapornya ke kita, pasti kita terima . Tapi kan lapornya ke Mabes, ya pastinya pula akan disamaikan ke kita pula dan sampai skearang belum ada petunjuk itu,” ucapnya.

Dilain pihak kepada wartawan, Dir Reskrimum, AKBP Sugeng Riyadi mengatakan, mengenai kasus Bupati Balangan, perkaranya memang limpahan dari Mabes Polri setahun yang lalu.

Kemudian dari Mabes Polri dilimpahkan ke Polres Jakarta Pusat, yang kemudian dari Polres Jakarta Pusat.

Kemudian karena locus delictinya lebih banyak ada di Balangan kemudian dilimpahkan ke Polres Balangan dan seterusnya dilimpahkan ke Polda Kalsel.

“Kita tindaklanjuti dengan proses penyelidikan kemudian penyidikan penetapan tersangka dan sampai berkasnya dilimpahkan dan P21.

Dan soal ada lapor balik. Ia mengatakan sekarang dalam proses penyelidikan jadi masih perlu pengumpulan alat-alat bukti.

Karena substansinya sama yang dilaporkan  pihak dari Ansharuddin dengan Dwi Putra.

“Itu substansinya sama yaitu mengenai kwitansi dan  cek kosong.

Jadi ini kemudian saksi-saksinya pun sama artinya kita harus memeriksa ulang saksi-saksi yang ada,” jelasnya.

Dalam proses penetapan tersnagka pula katanya, sudah sesuai dengan ketentuan baik itu KUHAP dan keterangan dari tersangka semuanya sudah dimasukkan di dalam BAP.

”Kalau kemudian dipertanyakan, kita menghargai apa namanya pendapat,” ujarnya.

Namun demikian disini penyidik tentu melaksanakan proses semua itu secara profesional secara prosedur.

“Karena kami di sini disamping diawasi secara internal juga pengawas eksternal. Tentunya kami ingin bekerja secara profesional.

Jadi kami menghargai pendapat ataupun opini dari kuasa hukum Ansharuddin. (ZI)

 551 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!