PELUKIS BANUA Diapresiasi Walikota Ibnu, Dipersilakan Rumah Anno Dimanfaatkan Jadi Galeri Seni

SuarIndonesia — Lokasi pameran lukisan yang digelar sejak 9 hingga 19 Januari oleh pelukis senior di Kota Banjarmasin, Nanang Muhammad Yusran, juga dikunjungi oleh Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, Kamis (13/1/2022).

Ibnu mengaku sangat mengapresiasi kegiatan pameran seni lukis yang digelar di Bengkel Lukis Sholihin itu.

Orang nomor satu di Bumi Kayuh Baimbai ini mengakui, memang ada lukisan yang membuat ia tertarik untuk memiliki.

“Yang realis ada, yang abstrak ada. Nanti pada saatnya akan saya sampaikan. Karena yang lain kan ingin melihat juga. Nanti akan ada yang ditulis sold out,” ucapnya, lantas tertawa.

“Yang membuat saya tertarik, Pak Nanang M Yus merekam imajinasi dan potret suasana dengan sangat baik. Beliau juga menggambarkan waktu di zamannya dengan baik. Seperti misalnya, lukisan yang berjudul Melinggang, itu,” ungkapnya.

Lantas apakah ada apresiasi lain di samping keinginan membeli lukisan?

Menurut Ibnu, tiap tahun Pemko Banjarmasin secara rutin memberikan apresiasi atau penghargaan pada pelaku seni budaya.

“Ada 10 orang dari semua cabang seni. Bergantian sesuai dengan kondisinya. Tidak hanya seniman yang masih ada, tapi juga yang sudah wafat,” tambahnya.

Disinggung terkait hal lain, seperti misalnya rencana untuk membangun gedung kesenian sendiri atau galeri, Ibnu tampak masih pikir-pikir.

Padahal seperti diketahui, rencana itu sudah pernah dikemukakan pihaknya. Tepatnya, pada tahun 2017 lalu.

Rencana itu mengemuka, sebagai bentuk implemantasi dari diberlakukannya Perda Nomor 19 Tahun 2014 tentang upaya Pelestarian Seni dan Budaya.

Menanggapi hal itu, Ibnu mengakui rencana itu memang ada. Hanya saja, tak kunjung bisa dilakukan lantaran Banjarmasin dilanda pandemi Covid-19.

“Sehingga segala sesuatunya, menjadi tidak fokus lagi. Semua dialihkan ke penanganan pandemi,” ungkapnya.

Kendati demikian, menurut Ibnu, tahun ini pihaknya akan mambangun arena atau panggung yang digunakan untuk ragam acara kesenian.

“Lokasinya tidak jauh dari rumah Anno. Jadi nanti bisa diisi untuk gelaran penampilan apapun. Wayang kulit misalnya,” jelasnya.

Adapun untuk galeri seni, Ibnu mempersilakan para seniman untuk memanfaatkan Rumah Anno di kawasan Jalan Piere Tendean.

Atau, memakai ruangan Gedung Menara Pandang di Lantai II.

“Jadi, silakan jadwalkan kalau mau dipakai. Paling tidak, itu dulu yang bisa kita lakukan,” pungkasnya

Di sisi lain, galeri seni atau sebuah pameran lukisan memang menjadi wadah para penggiat seni rupa untuk memamerkan hasil karyanya.

Bahkan momen pameran lukisan itu menjadi momen yang pas untuk mencari penikmat seni yang ingin membeli lukisan.

Namun, tak dipungkiri menjual lukisan di Kota Banjarmasin sangat susah. Meski hampir sepekan sejak dibukanya pameran tunggal, lukisan karya Nanang Muhammad Yusran di Bengkel Lukis Sholihin, tak kunjung menemukan pembeli.

“Belum, belum ada yang membeli,” ungkap lelaki yang akrab disapa M Yus, itu Kamis (13/1/2022) petang di kawasan Taman Budaya Provinsi Kalsel.

“Yang tertarik banyak. Tapi, yang menyatakan langsung untuk mengambil (membeli) belum ada,” tambahnya.

M Yus mengakui, bahwa sedari dulu menjual lukisan di Kota Banjarmasin sangatlah susah. Salah satu pertimbangan, karena warga Kota Banjarmasin adalah warga yang religius.

“Banyak yang memahami bahwa lukisan itu adalah hal yang terlarang. Saya memaklumi hal itu,” tuturnya.

Persoalan lain, lantaran sebuah lukisan, juga dianggap sebuah benda atau karya seni yang mahal. Pasalnya, menurut pelukis ini, harga tinggi itu sesuai dengan jerih payah dan karya yang dihasilkannya.(SU)

 321 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!