MENU Tak Penuhi Gizi, 743 Siswa-50 Guru di Kubu Raya Kembalikan MBG

- Penulis

Selasa, 24 Februari 2026 - 22:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penolakan MBG di SMAN 1 Rasau Jaya, Kubu Raya, Kalimantan Barat. (Foto: Istimewa)

Penolakan MBG di SMAN 1 Rasau Jaya, Kubu Raya, Kalimantan Barat. (Foto: Istimewa)

SuarIndonesia — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai penolakan. Kali ini, ratusan siswa dan guru di SMA Negeri 1 Rasau Jaya, Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar) menolak paket MBG yang didistribusikan pada Selasa (24/2/2026).

Penolakan dilakukan karena menu yang diterima dinilai tidak sesuai dari segi pemenuhan gizi maupun kelayakan anggaran. Salah satu guru bernama Vivi Awalia mengatakan baik guru maupun siswa sepakat tidak menerima paket makanan tersebut.

“Karena menurut kami menu yang diberikan tidak sesuai, baik dari segi budget maupun pemenuhan gizinya. Bukan hanya guru yang menolak, anak-anak juga menolak,” ujar Vivi, Selasa (24/2/2026).

Total penerima manfaat di sekolah tersebut tercatat sebanyak 743 siswa dan 50 guru. Namun, seluruhnya memilih menolak menu yang dibagikan pada hari itu. Menu yang diterima untuk jatah dua hari yakni setengah tongkol jagung, lima butir kurma, tiga buah kelengkeng, satu buah jeruk, satu kue pisang cokelat (piscok), serta satu bolu kukus.

“Itu untuk menu dua hari. Wajar jika kami menolak,” tegasnya.

Vivi menegaskan bahwa pengembalian menu MBG tersebut bukan bermaksud menolak program pemerintah. Menurutnya, penolakan ini merupakan masukan agar menjadi bahan evaluasi MBG ke depan.

“Penolakan kami bermaksud agar jadi bahan evaluasi dan ada perubahan yang lebih baik,” kata Vivi, melansir dari detikKalimantan.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola MBG di Kubu Raya terkait penolakan tersebut. Sementara Kepala Program MBG Region Kalbar Agus Kurniawi menjelaskan bahwa menu MBG selama bulan Ramadan memang berbeda dengan hari biasa.

Baca Juga :   BUAYA 4,5 Meter Diamankan TRC Balai PK

Menurutnya, sesuai SOP pelaksanaan MBG di bulan Ramadan, menu yang dibagikan berupa makanan kering seperti telur, buah, roti, kurma, atau makanan khas lokal lainnya.

“Menu Ramadan itu memang menu kering. Tidak dianjurkan menggunakan makanan yang cepat basi dan bercita rasa pedas,” katanya.

Agus menegaskan menu tetap harus memenuhi kaidah gizi seimbang dan menerapkan SOP keamanan pangan, termasuk pengecekan masa kedaluwarsa serta izin produk seperti Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Agus juga menekankan bahwa makanan kemasan pabrikan ultra-processed food (UPF) tidak dijadikan menu utama di SPPG.

“Yang kita hindari itu produk ultra-processed food yang dijadikan menu utama. Prinsipnya tetap gizi seimbang dan aman dikonsumsi saat berbuka,” ujarnya.

Untuk mekanisme distribusi, makanan dibagikan pada pagi hari dan dibawa pulang oleh siswa untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.

“Karena siswa berpuasa, maka pendistribusian dilakukan pagi hari agar bisa dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka,” jelasnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BANJIR NEPAL: Lebih dari 270 Orang Tewas, Hampir 1.400 Hilang
MASSA AKSI Mulai Membubarkan Diri dari Depan Gedung DPR/MPR RI
AKSI Tanggap Lingkungan Dipimpin Kapolsek Banjarmasin Selatan
GUBERNUR Kalbar Didemo Para Peladang, Batal Cabut Perda Nomor 1/2022
3 TON Sisik Trenggiling Gagal Diselundupkan
UDARA Pontianak Berbahaya Warga Diminta Kurangi Kegiatan di Luar
POLDA KALSEL Kerahkan 350 Personel Gabungan dan Siapkan Kolam Bioflok Portable
USAI TELPONAN Seorang Pemuda Gantung Diri di Halaman Tetangga

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:53

BANJIR NEPAL: Lebih dari 270 Orang Tewas, Hampir 1.400 Hilang

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:44

MASSA AKSI Mulai Membubarkan Diri dari Depan Gedung DPR/MPR RI

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:12

AKSI Tanggap Lingkungan Dipimpin Kapolsek Banjarmasin Selatan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:07

3 TON Sisik Trenggiling Gagal Diselundupkan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:49

UDARA Pontianak Berbahaya Warga Diminta Kurangi Kegiatan di Luar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:05

POLDA KALSEL Kerahkan 350 Personel Gabungan dan Siapkan Kolam Bioflok Portable

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:28

USAI TELPONAN Seorang Pemuda Gantung Diri di Halaman Tetangga

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:37

KEPEDULIAN Anggota Partai UMMAT Kalsel

Berita Terbaru

Lumpur penuhi permukiman di Nepal usai banjir bandang. (Foto: REUTERS/Navesh Chitrakar)

Internasional

BANJIR NEPAL: Lebih dari 270 Orang Tewas, Hampir 1.400 Hilang

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:53

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. (detikcom/Gilang Faturahman)

Hukum

PRAPERADILAN Febrie Ditolak

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:29

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca