LESTARIKAN SUNGAI, Ikan Sapu-Sapu jadi Sasaran Pengendalian Karantina Kalsel bersama Warga

- Penulis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Menjaga kelestarian sungai tidak cukup hanya dengan membersihkan sampah. Ancaman ikan asing invasif yang berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem perairan juga perlu mendapat perhatian.

Hal inilah yang dilakukan Balai Karantina Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui aksi bersih-bersih bantaran sungai dan lomba menangkap ikan sapu-sapu di kawasan Sungai Kemuning, Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kampung Pelangi, Kelurahan Guntung Paikat Banjarbaru.

Kepala Balai Karantina Kalimantan Selatan, Erwin A. M. Dabukke, menegaskan bahwa upaya menjaga kelestarian lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Menjaga sungai bukan hanya tentang membersihkan sampah, tetapi juga memastikan ekosistemnya tetap terjaga dari berbagai ancaman.

Kami mengajak masyarakat untuk memulai dari hal sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan tidak melepaskan ikan asing yang berpotensi invasif ke sungai atau perairan umum,” jelasnya, Rabu (14/10/2026) .

Rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Karantina ke-149 tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya melindungi ekosistem perairan.

Kegiatan diawali dengan aksi gotong royong membersihkan bantaran Sungai Kemuning.
Balai Karantina Kalsel melibatkan unsur kecamatan, kelurahan, masyarakat setempat, serta mahasiswa Program Studi Keperawatan Universitas Lambung Mangkurat.Para peserta bersama-sama membersihkan kawasan sungai sebagai langkah nyata menjaga lingkungan agar tetap bersih dan lestari.

Kepedulian terhadap sungai kemudian berlanjut melalui lomba menangkap ikan sapu-sapu yang melibatkan warga dari berbagai kalangan, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak,  pada Sabtu (10/10/2026).

Baca Juga :   3 KORBAN KM Virgo Transport 8 Teridentifikasi, 10 Jenazah Masih dalam Proses

Kegiatan tersebut dibuka Staf Ahli Wali Kota Banjarbaru Bidang Hukum dan Politik, Kemas Akhmad Rudi Indrajaya.

Namun, lomba ini bukan sekadar ajang hiburan dan kebersamaan warga. Di balik kegiatan tersebut, terdapat pesan penting mengenai ancaman ikan asing invasif terhadap keberlangsungan ekosistem perairan.

Ikan sapu-sapu dikenal memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi. Jika populasinya tidak terkendali, keberadaan ikan ini berpotensi mendominasi habitat dan menimbulkan persaingan dengan ikan lokal dalam memperoleh makanan maupun ruang hidup.

Untuk penanganan hasil tangkapan, Karantina Kalsel bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup. Ikan sapu-sapu yang berhasil ditangkap dibawa ke lokasi lain untuk selanjutnya dikuburkan.

Pada bagian lain disebut, sebagai bagian dari Badan Karantina Indonesia, Karantina Kalsel menjalankan fungsi pengawasan dan/atau pengendalian jenis asing invasif sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.

Melalui kegiatan tersebut, Karantina Kalsel berharap masyarakat semakin memahami bahwa menjaga sungai bukan hanya persoalan kebersihan, tetapi juga menyangkut perlindungan keanekaragaman hayati dan keseimbangan ekosistem.(*/YI))

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SOROTI SILPA dan Belanja Pegawai Kesbangpol 2027, Dewan Minta Lebih Optimal
KETAHANAN Kalsel Fondasi Pertahanan Nasional Menghadapi Ancaman Modern
PANSUS DPRD Kalsel Sampaikan 21 Rekomendasi BBM Subsidi
AKIBAT KARHUTLA, La Jemo Alami Luka Bakar dan Meninggal Dunia
27 RIBU Hektare Lahan di Kalsel Terbakar
KASUS BERDARAH Tewaskan Seorang Nelayan di Tembus Mantuil Terungkap, Tiga Pelaku Diringkus dan Ini Motifnya
GEGER TONGKAT BELATI di Kantor DPRD Kalsel, Seorang Pria Diperiksa Polisi
UNGKAP PENELANTARAN BAYI, Ayah dan Ibu Kandung Berstatus Pacaran Diamankan

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:00

KARHUTLA Ganggu Wisata Tanjung Puting

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:44

TIGA SARANG Orang Utan Ditemukan di Kebun Karet dan Rotan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:35

TEMBUS 4.055, ISPU Palangka Raya Paling Berbahaya se-Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:30

JANGAN LENGAH Wanti-wanti Menhut Raja Antoni, Hujan Diprediksi Pertengahan November

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:22

MENHUT Raja Antoni Turun ke Kalsel, Pastikan Penanganan Karhutla Maksimal

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:11

ENAM Pelajar Palangka Raya Paparkan Inovasi Penyaring Air Gambut ke DPD RI

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:44

KAMPUNG NARKOBA Palangka Raya Digerebek Polisi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:38

TERSERANG ISPA: 47 Orang Utan Diterapi Nebulizer

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca