Kelotok Wisata Kurang Perhatikan Keselamatan Penumpang

- Penulis

Senin, 26 November 2018 - 20:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin menilai kelotok wisata susur sungai yang sekarang ramai menjadi salah satu wisata Kota Banjarmasin kurang memperhatikan keselamatan penumpang wisata susur sungai.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, Ichwan Noor Chalik, kelotok yang dipakai saat ini untuk membawa wisatawan susur sungai kurang memperhatikan keselamatan penumpang.

“Kelotok ini nanti akan kami ubah dengan kelotok wisata dari dishub yang akan mendesain dengan mengutamakan keselamatan, sehingga tidak ada lagi yang dudu- duduk di atas atap kelotok,” ucap Kadis Perhubungan Kota Banjarmasin Drs H Ichwan Noorchalik kepada wartawan, Senin (26/11).

Menurut Ichwan kelotok yang saat ini tersedia bukan termasuk kelotok wisata. Ia membandingkan dengan kelotok yang ada di Singapura seperti Pulau Sentosa “Kelotoknya kecil saja tetapi sudah ada bangkunya untuk kenyamanan dan memperhatikan keselamatan penumpang,” ungkap Ichwan.

Ichwan menyampaikan dnas perhubungan masih dalam tahap merancang contoh kelotok yang mengutamakan safety, dan nantinya menjadi patokan untuk renovasi kelotok yang sekarang tersedia.

“Kita masih dalam tahap merancang. Setelah merancang ini nanti kita launching. Kemudian kita cari investor yang mau bekerjasama dalam merenovasi bentuk kelotok wisata sekarang untuk dijadikan seperti desain dari dishub nanti,” ujar Ichwan.

Baca Juga :   BALAP LIAR dan Knalpot Brong, 20 Pelanggar Ditindak

Ichwan menegaskan memang untuk sementara tidak ada korban dari kelotok yang tidak aman ditumpangi tersebut ketika berada di atas atap, tetapi tidak ada yang mengetahui untuk ke depannya.

“Semoga saja seperti ini dan tidak akan pernah ada korban. Saya paham orang Banjar mayoritas memang bisa berenang, tetapi ketika yang tidak bisa mengikuti ke atas atap kelotok, lalu siapa yang mau tanggung jawab? Maka karena ini kami masih mengevaluasi kelotok wisata ini,” kata Ichwan.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEBAKARAN Melanda Kawasan Permukiman di Pangeran Antasari
AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung
RIBUAN JEMAAH Padati Kubah pada Peringatan Haul ke-80 Habib Basirih
TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin
TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B
KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian
MAHASISWA ULM Pelajari Kerja DPRD Kalsel Lewat Legislative Visit
PROGRAM REBOISASI Pasca Karhutla, Didesak DPRD Kalsel Masuk Prioritas 2027

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:47

LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:36

KASUS KORUPSI TAMBANG: Samin Tan Jalani Sidang Perdana Pekan Depan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:01

PENANGANAN KARHUTLA Dekat Bandara jadi Prioritas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:51

DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:52

GAGALKAN PENYELUNDUPAN Kendaraan Lintas Pulau, Hasil Sinergi Denpom Lanal dengan Polsek KPL Banjarmasin

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:59

SARPRAS PERANG Cegah Karhutla untuk 13 Kabupaten

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:40

KPK PERIKSA BS, Ipar Eks Kepala BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:20

OPERASI PATUH 2026: Fokus Tertibkan Lawan Arus di Titik Rawan

Berita Terbaru