Kelotok Wisata Kurang Perhatikan Keselamatan Penumpang

Kelotok Wisata Kurang Perhatikan Keselamatan Penumpang

Suarindonesia – Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin menilai kelotok wisata susur sungai yang sekarang ramai menjadi salah satu wisata Kota Banjarmasin kurang memperhatikan keselamatan penumpang wisata susur sungai.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, Ichwan Noor Chalik, kelotok yang dipakai saat ini untuk membawa wisatawan susur sungai kurang memperhatikan keselamatan penumpang.

“Kelotok ini nanti akan kami ubah dengan kelotok wisata dari dishub yang akan mendesain dengan mengutamakan keselamatan, sehingga tidak ada lagi yang dudu- duduk di atas atap kelotok,” ucap Kadis Perhubungan Kota Banjarmasin Drs H Ichwan Noorchalik kepada wartawan, Senin (26/11).

Menurut Ichwan kelotok yang saat ini tersedia bukan termasuk kelotok wisata. Ia membandingkan dengan kelotok yang ada di Singapura seperti Pulau Sentosa “Kelotoknya kecil saja tetapi sudah ada bangkunya untuk kenyamanan dan memperhatikan keselamatan penumpang,” ungkap Ichwan.

Ichwan menyampaikan dnas perhubungan masih dalam tahap merancang contoh kelotok yang mengutamakan safety, dan nantinya menjadi patokan untuk renovasi kelotok yang sekarang tersedia.

“Kita masih dalam tahap merancang. Setelah merancang ini nanti kita launching. Kemudian kita cari investor yang mau bekerjasama dalam merenovasi bentuk kelotok wisata sekarang untuk dijadikan seperti desain dari dishub nanti,” ujar Ichwan.

Ichwan menegaskan memang untuk sementara tidak ada korban dari kelotok yang tidak aman ditumpangi tersebut ketika berada di atas atap, tetapi tidak ada yang mengetahui untuk ke depannya.

“Semoga saja seperti ini dan tidak akan pernah ada korban. Saya paham orang Banjar mayoritas memang bisa berenang, tetapi ketika yang tidak bisa mengikuti ke atas atap kelotok, lalu siapa yang mau tanggung jawab? Maka karena ini kami masih mengevaluasi kelotok wisata ini,” kata Ichwan.(SU)

 315 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: