SuarIndonesia – Bank Kalsel memperkuat dukungan terhadap ketahanan pangan sekaligus pengelolaan lingkungan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Kali ini, bantuan disalurkan untuk budidaya ikan lele yang terintegrasi dengan pengelolaan sampah organik di Bank Sampah “Bahe’mart”, Kompleks Herlina Perkasa, Kelurahan Sungai Andai, Banjarmasin Utara, Rabu (16/9).
Penyerahan bantuan dihadiri Wali Kota Banjarmasin H.M. Yamin HR dan Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Kalsel dan masyarakat dalam mendorong kawasan permukiman yang mandiri dan berwawasan lingkungan.
Fachrudin mengatakan, integrasi pengelolaan sampah organik dengan budidaya ikan lele diharapkan menciptakan manfaat ekonomi sirkular bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan program CSR Bank Kalsel tidak hanya berdampak pada kelestarian lingkungan, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan warga secara mandiri,” ujarnya.
Program tersebut merupakan kelanjutan dari dukungan Bank Kalsel terhadap pengelolaan sampah di Banjarmasin. Sebelumnya, Bank Kalsel menyalurkan 20 unit tempat sampah sedekah botol plastik yang ditempatkan di 13 titik, terdiri dari lembaga pendidikan, masjid, kantor pemerintahan dan lingkungan RT.
Dalam tujuh bulan, program itu berhasil mengumpulkan 2.380 kilogram sampah botol plastik. Hasil penjualannya kemudian dimanfaatkan untuk pembuatan komposter pengurai sampah organik.
Wali Kota Banjarmasin H.M. Yamin HR mengapresiasi kontribusi Bank Kalsel melalui program tersebut. Menurutnya, komposter membantu mengurangi sampah dari sumber sekaligus mengolah sampah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat.
“Budidaya ikan lele juga dapat menjadi kegiatan produktif yang membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Yamin menekankan, keberlanjutan program tidak hanya bergantung pada penyerahan fasilitas, tetapi juga pemanfaatan dan pengelolaan oleh masyarakat.
“Yang paling penting adalah bagaimana fasilitas yang sudah diberikan ini dapat dimanfaatkan, dijaga dan dikelola dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Melalui program tersebut, pengelolaan sampah diharapkan tidak berhenti pada upaya mengurangi limbah, tetapi berkembang menjadi kegiatan produktif yang mendukung ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi warga. (ADV/SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















