DUA Tersangka “Sisik Trenggiling” Berakhir di Sebuah Losmen di Banjarmasin, Beginilah Pengungkapannya

DUA Tersangka “Sisik Trenggiling” Berakhir di Sebuah Losmen di Banjarmasin, Beginilah Pengungkapannya

Suarindonesia – Dari pengungkapan kasus transaksi Sisik Trenggiling, dua ditetapkan sebagai tersangkanya.

Sementara Direktur Reskrimsus Polda Kalsel, Kombes Pol Masrur SH SIK melalui Kasubdit IV Tindak Pidata Tertentu (Tipidter), AKBP Endang S, Jumat (11/10) juga tak membantah ada pengungkapan pada Kamis (10/10) ini.

Dari keterangan diperoleh, pengungkapan tak lepas atas penyelidikan yang mendalam dilakukan anggota sebelumnya dan setelah pasti bari dilakukan pengrrebekan dan penangkapan tersangka.

Untuk lokasi penggerebekan di Jalan Pangeran Antasari Gang II Sukadamai Kelurahan Pekapuran Laut Kecamatan Banjarmasin Tengah.

Hasilnya, ditemukan sisik Trenggiling yang akan dilakukan penjualan dengan berat sekitar 12 kilogram dari orang yang berinisial Srn alias Udin.

Dan disebut berdasarkan hasil introgasi dari Udin, kalau dirinya hanya mengambilkan sisik Trenggiling tersebut untuk diserahkan kepada calon pembeli atas perintah pimpinannya berinisial Sri.

Kemudian barang itu didapatnya dari orang berinsial Msn alias Usin dengan, harga yang akan dijual Rp3.600.000, perkilogram.

“Dari semua, petugas di lapangan kemudian mengembangkan dengan memancing pemilik sisik tersebut,” tambah AKBP Endang.

Itu melalui Udin yang mengatakan pemilik masih menunggu dan menginap di Losmen Murni Jalan Kelayan Banjarmasin.

Dan akhirnya pemilik sisik Trenggiling tersebut didapatkan dan diamankan.

“Hasil verifikasi kepada, Usin, diakui sebagai pemiliknya dan akan menjualnya dengan harga Rp1.900.000 perkilogram.

Saat ini untuk smeentara ada dua ditetapkan sebagai tersangka yakni Udin dan Usin,” beber AKBP Endang.

Sesuai aturan hukum, bagi pelaku seperti itu bisa dijerat dengan pasal 21 ayat (2) huruf b dan d junto pasal 40 ayat (2) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem. Ancaman hukumannya yaitu maksimal lima tahun dan denda Rp100 juta

Diketahui pengungkpan terhadap perdagangan hewan dilindungi iui, yang kesekian kalinya. Karena sebelumnya juga diungkap peredaran bagian tubuh hewan-hewan dilindungi.

Dan ditemukan bagian-bagian tubuh hewan cukup besar berupa taring beruang madu (helarctos malayanus), kuku beruang madu, taring macan dahan (Neofelis diardi), kulit macan dahan, taring buaya muara (crocodylus porosus),  taring rusa sambar (Cervus unicolor), tengkorak kepala rusa sambar, tanduk rusa sambar dan tengkorak kepala kijang (Muntiatcus muntjak). (ZI)

 

 

 

 610 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!