DIUNGKAP Polda Kalsel 4,7 Kg Lebih Narkotika, Dugaan Ada Jaringan Lapas dan Ini Pengakuan Pelaku Lainnya

Bagikan :
DIUNGKAP Polda Kalsel 4,7 Kg Lebih Narkotika, Dugaan Ada Jaringan Lapas dan Ini Pengakuan Pelaku Lainnya

SuarIndonesia –Pengungkapan oleh jajaran Dit Resnarkoba Polda Kalsel, ada sebanyak 4,7 Kg lebih (Kilogram) Narkotika, ada dugaan terlibat jaringan Lapas dan inilah pengakuan pelaku lainnya.

Para tersangka pelaku yang ada lima bersama barang bukti langsung digelar, Senin (4/10/2021) oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Kalsel, Kombes Pol Tri Wahyudi bersama Kabid Humas, Kombes Pol M Rifai.

Turut bersama Kasubdit I, AKBP Meilki Bharata dan Kasubdit III, AKBP Nico Irawan.

“Semua hasil Pengungkapan Minggu ke empat September 2021. Ini ada dua kasus yang menonjol berhasil diungkap.

Dari semua ada 3 tersangka, yang menonjol kasusnya, dan untuk seluruh barang bukti dari semua tersangka yakni sabu 34 paket dengan berat 4,7 Kg atau 4,796.34 gram (bersih 4.545.32 Gram).

 

Sementara dari pengakuan tersangka pengantar dari pengungkapan 4,7 Kg lebih sabu yakni Doni Indrawan alias Doni (18) dan Febri Arian N alias Febri (28) yang ditangkap jajaran Subdit I pada Senin (27/9/2021), kalau mereka hanya suruhan.

Upahnya dijanjikan Rp10 juta, tapi belum juga terima karena keburu tertangkap.

Dan mereka mengaku pula, ada yang kendalikan dari Narapidana di Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) di daerah ini.

Dimana jajaran Subdit I juga sebelumnya mengamankan seorang tersangka Taufikkurrahman  (33) warga Desa Tambak Karya, Kelurahan Tambak Karya, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalsel pada Senin (27/9/2021).

Tersangka Taufikkurrahman ditangkap di rumahnya dan dalam penggeledahan ditemukan enam paket sabu dengan berat bersih 90,69 gram, dan baru terhadap kedua tersangka tadi lainnya itu

Sementara untuk Subdit III, ada dua tersangka peremuan yakni Nurul Huda (31) dan Wilia R alias Wili alias Wilia (37). Keduanya diamankan pada Jumat (1/10/2021) dengan 2 ons lebih sabu.

Nurul seharinya Ibu Rumah Tangga, beralamat di Jalan Rawasari VI, Kelurahan Teluk Dalam, Kecamatan Banjarmasin Tengah.

Sedangkan Wili  karyawan swasta berdomisili di Jalan Rawasari, Komplek Citra Sari, Kelurahan Teluk Dalam, Kecamatan Banjarmasin Tengah.

“Aku biasanya diupah Rp 500 Ribu, dan ini juga baru sekali,” ungkap Nurul.

Sedangkan tersangka Wili memgaku tak tahu kalau diantara sabu.

“Karena ketika disuruh saya mau saja karena seharinya ojek online. Waktu itu disuruh mengantar makanan ke temat Nurul, jadi tak tahu,” kilahnya.

Pastinya lanjut Direktur Resnarkoba, Kombes Pol Tri Wahyudi, terus didalami pihaknya.

Dan juga terus memburu pelaku lainnya, yang ada kaitan dengan jaringan terungkap tersebut.

Diketahui, pengungkapan oleh Subdit I sempat kejar-kejaran dan hasil pengembangan disita total barang bukti sabu 4,7 Kg dari penggeledahan di tiga lokasi berbeda pada hari yang sama.

Saat itu tersangka Doni Indrawan alias dan Febri Arian meletakkan plastik hitam di pinggir Jalan Gang Ar Rahman, Jalan Soetoyo S, Kelurahan Pelambuan, Kecamatan Banjarmasin Barat.

 

Saat didekati petugas, kedua tersangka yang mengendarai sepeda motor langsung tancap gas.

Tak ingin hilang buruannya, petugas langsung melakukan pengejaran dan tertangkap.

Dan sebagian petugas lagi memeriksa plastik yang ditinggalkan kedua tersangka.

Dalam plastik tersebut, petugas menemukan tiga paket sabu dengan bersih 500,78 gram.

Dari tersangka Febri, petugas menemukan tiga paket sabu dengan berat bersih 199,74 gram dari saku celana kedua tersangka.

Dari hasil interogasi awal di lapangan terhadap kedua tersangka, arah penyelidikan mengarah ke salah satu rumah di Gang Intan, Jalan Alalak Selatan, Kelurahan Alalak Selatan, Kecamatan Banjarmasin Utara.

Dimana setelah dilakukan penggeledahan di lokasi ini, petugas menemukan smartphone milik Febri yang berisi informasi terkait barang bukti barang haram lainnya yang masih disembunyikan di lokasi lain.

Petugas lalu melakukan penggeledahan di rumah tersangka Febridi Gang Keluarga, Jalan Belitung Darat.

Di lokasi petugas kembali menemukan barang bukti berupa 22 paket sabu dengan berat bersih 3.754,11 gram.

Jadi total keseluruhan barang bukti sabu yang ditemukan dan disita sebanyak 28 paket dengan berat kotor 4.703,07 gram atau berat bersihnya 4.454,63 gram.

“Dari perbuatannya, para tersangka akan  diancam Pasal 114 ayat (2) sub Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang Undang Nomor35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” jelas Kombes Pol Tri Wahyudi. (ZI)

 1,612 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!