BAROMETER SYARIAH di Kalsel, Sharia Bangking Network Event Bank Kalsel

- Penulis

Minggu, 27 Oktober 2019 - 20:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Sharia Banking Network Event (SBNE) yang ketiga kali tahun ini, diselenggarakan Bank Kalsel, Sabtu hingga Minggu (26/27/2019) di QMall Banjarbaru.

SBNE merupakan agenda rutin Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Kalsel untuk pengembangan jejaring perbankan syariah sehingga semua pihak bisa sukses bersama.

“Kegiatan SBNE ini, salah satu barometer keuangan syariah di Kalsel, bahkan di Indonesia yang juga bias dipertimbangkan,” ujar Dirut Bank Kalsel, Agus Syabaruddin usai pembukaan SBNE.

Kegiatan SBNE yang dipusatkan di Qmall Banjarbaru sebelumnya dilaksanakan seminar juga dilakukan MoU dengan Pemko Banjarmasin yang diwakili Sekdako Drs H Hamli Kursani Msi, Pemko Banjarbaru Wakil Walikota H Darmawan Jaya, Direktur Rumah Sakit Banjaramsin Dr Sukotjo Hartono.

Agus mengatakan SBNE yang mengundang pembicara tingkat nasional untuk sharing wawasan dan pemahamanan terhadap upaya-upaya pengembangan perbankan syariah di Indonesia.

“Seperti saat ini kami mengajak komite nasional keuangan syariah yang bisa memberikan penjelasan bahwa KNKS hadir untuk membantu mensinergikan semua para pelaku keuangan syarih di Indonesia, baik perbankan syariah maupun non perbankan syariah,” ujar agus.

Agus juga menyebutkan, tujuan awal diadakannya SBNE yaitu terkait pencapaian target kinerja khususnya laba dan DPK UUS Bank Kalsel. Kemudian berkembang dengan harapan kegiatan ini menjadi ikon kegiatan promosi berbasis syariah di Kalimantan pada umumnya dan Kalsel secara khusus sekaligus memperingati puncak Milad UUS Bank Kalsel yang ke15.

“Dalam dua kali pelaksanaannya yakni 2017 dan 2018, SBNE terbilang sukses dalam pencapaian target kinerja UUS Bank Kalsel,” ucapnya.

Dikatakan SBNE juga menjadi alternatif pilihan bagi masyarakat untuk menghabiskan akhir pekan, di mana dalam rangkaian kegiatan SBNE sendiri diisi dengan bermacam-macam acara yang menarik.

Khusus seminar Nasional Ekonomi Syariah berthema “Peran Perbankan Syariah dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dari Ultra Mikro hingga Korporasi”. Kemudian Open Bazaar dari UMKM, pengundian Berkah Syariah, kompetesi/lomba tahfidz, mewarnai dan Ranking #1. Ada juga pentas kreasi anak yaitu penampilan anak panti asuhan yang mendapatkan bantuan dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bank Kalsel, demo membuat sasirangan bordir.

“Merasakan dampak positif dari kegiatan ini, maka tahun ini SBNE kembali kami gelar, dengan harapan kegiatan ini dapat mencapai atau bahkan melebihi kesuksesan tahun tahun sebelumnya,” jelas Agus.

Pada pembukaan acara, Agus mengakui bahwa, kemampuan daya dorong Bank Kalsel terhadap perekonomian daerah, selain disokong keikutsertaan masyarakat melalui penempatan dana di Bank Kalsel, tidak terlepas dukungan nyata Pemerintah Daerah selaku pemegang saham dalam penyertaan modal kepada Bank Kalsel.

Dalam laporannya, Agus di hadapan Komisaris Utama Bank Kalsel H Ary Bastari SH, Komisaris UUS Prof Dr H Hafiz Anshari, komisaris independen Bank Kalsel Hatmansyah, juga Syahrituah Siregar, Direktur Operasional Bank Kalsel Ahmad Fatrya, juga seluruh Kepala Cabang Bank Kalsel dan undangan lainnya, melaporkan selama perjalanannya Unit Usaha Bank Kalsel telah dipercaya untuk bekerjasama dalam peningkatan kegiatan usaha mulai dari UMKM hingga korporasi.

Baca Juga :   HARGA BBM dan LPG Subsidi Dipastikan tidak Naik

Khusus untuk korporasi Unit Usaha Syariah Bank Kalsel telah dipercaya untuk mengikuti beberapa pembiayaan sindikasi syariah terutama pada pembiayaan jalan tol dan pembiayaan bandara udara yang merupakan proyek strategis nasional pemerintah (PSN).

Di samping itu pembiayaan pada Bank Kalsel Unit Usaha Syariah juga berjalan pada sektor mikro, kecil, menengah. Saat ini pada sektor pembiayaan mikro sudah mencapai Rp10,9 M. Untuk pembiayaan kecil mencapai Rp47,5 M dan pembiayaan menengah mencapai Rp59 M.

Dalam rangka mendorong pembiayaan di bidang konsumtif Bank Kalsel Unit Usaha Syariah telah menyalurkan pembiayaan FLPP Perumahan bersubsidi dengan jumlah penyaluran saat ini sudah mencapai 350 unit sejak akhir 2018 dengan nominal penyaluran Rp47.25 M.

Kemudian sejak tanggal 7 Agustus 2019 Bank Kalsel juga telah memiliki Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang sebelumnya bernama Badan Pengelola zakat Bank Kalsel.

Yang bertugas untuk melakukan pengelolaan dana zakat, infaq dan shadaqah yang ke depannya tidak hanya melakukan pengelolaan dana ZIS intern namun juga ekstern atau masyarakat secara umum.

Sebagai bentuk peran serta Bank Kalsel dalam peningkatan pelaku usaha ultra mikro dari unbankable/unfeasible bergerak naik menjadi pelaku usaha yang bankable/feasible, maka Bank Kalsel melalui UPZ Bank Kalsel meluncurkan program (ModalBarakah).

Program Modal Barakah ini merupakan program pemberdayaan produktif berupa penyaluran pinjaman dana UPZ Bank Kalsel untuk memfasilitasi masyarakat pelaku usaha ultra mikro di lapisan paling bawah yang belum dapat difasilitasi oleh sistem perbankan saat ini.

Model program ini berupa pemberian fasilitas pinjaman sebesar Rp10 juta kepada anggota berbentuk kelompok usaha dengan mekanisme tanggung renteng yang terintegrasi dengan komunitas keagamaan seperti masjid.

Karenanya, ia menyampaikan terimakasih secara khusus kepada Pemerintah Daerah yang telah mempercayakan untuk terus menambah setoran modal kepada Bank Kalsel.

“Kami berharap Kinerja Bank Kalsel akan selalu baik, sehingga tetap memberikan penilaian yang positif sebagai pertimbangan Pemerintah Daerah dalam memberikan tambahan modal disetor di masa yang akan datang,” katanya.(adv)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

HARGA BBM Subsidi tak Naik hingga Akhir Tahun 2026
KKP Bagikan Gratis 4.582 Kapal Ikan Modern ke Nelayan
KEBUT REGULASI Perlindungan Pekerja Tekan Lonjakan PHK, dI Kalsel Menembus Angka 3.444 Kasus
KARHUTLA MELUAS, 2.458 Penerbangan Terdampak Asap
117 BPR-BPRS Dilebur jadi 33 BPR-BPRS
BONGKAR BUKTI Dampak ke Masyarakat soal Gugatan Pemadamaan Listrik dan Begini Pendapat Ahli Hukum Administrasi Negara
SOROTI SILPA dan Belanja Pegawai Kesbangpol 2027, Dewan Minta Lebih Optimal
PANSUS DPRD Kalsel Sampaikan 21 Rekomendasi BBM Subsidi

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:16

1,2 TON DRY ICE untuk Modifikasi Cuaca Kalimantan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:56

TREN PERKELAHIAN, Siswa SMP di Banjarmasin Berurusan dengan Polisi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:40

BONGKAR Empat Kasus BBM Ilegal, Modus Tangki Kendaraan Dimodifikasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:32

KAGET ! Sang Ayah Temukan Anaknya Bunuh Diri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:23

KASUS KORUPSI PAJAK KPP Banjarmasin: KPK Periksa Direktur PT SDJ dan PT TBR

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:59

DIAMANKAN Dua Pria dengan Ratusan Butir Obat dan Sajam, Hasil KRYD Dipimpin Kapolresta Banjarmasin

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:13

DUKA SELIMUTI Relawan Bertugas Padamkan Karhutla di Kalsel

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:44

KEBAKARAN di Jalan Belitung Darat, Penghuni Rumah Berlarian Selamatkan Diri

Berita Terbaru


Personel Lanud Sjamsudin Noor menurunkan dry ice yang dibawa Pesawat TNI AU. (Foto: HO-Antara)

Kalsel

1,2 TON DRY ICE untuk Modifikasi Cuaca Kalimantan

Kamis, 22 Okt 2026 - 00:16

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026) malam. (Foto: Antara/Maria C Galuh)

Bisnis

HARGA BBM Subsidi tak Naik hingga Akhir Tahun 2026

Rabu, 21 Okt 2026 - 23:09

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Suyudi Ario Seto menjawab pertanyaan wartawan usai Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026) malam. (Foto: Antara/Prisca Triferna)

Hukum

11 KORPORASI Tersangka Karhutla, Termasuk 3 PMA

Rabu, 21 Okt 2026 - 23:03

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca