SuarIndonesia — Kemunculan seekor orang utan di kebun karet warga Desa Kota Besi Hulu, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, terus dipantau Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit. Pemantauan kembali dilakukan pada Minggu (4/10/2026) dan Senin (5/10/2026).
Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah mengatakan petugas Pos Sampit bersama personel dari Kumai mendatangi lokasi untuk melakukan pencarian. Tim juga didampingi seorang wartawan televisi. Di lokasi, petugas bertemu dengan pemilik lahan bernama Wahyu. Dari keterangannya, orang utan tersebut memang terlihat berada di kawasan kebun karet pada Sabtu (3/10/2026) sore.
Namun, penyisiran yang dilakukan petugas belum membuahkan hasil. Satwa dilindungi tersebut tidak lagi terlihat ketika tim melakukan pencarian.
“Dari keterangan pemilik lahan, Sabtu sore memang ada orang utan di lokasi. Kami kemudian melakukan pencarian, tetapi belum ditemukan,” kata Muriansyah, dikutip SuarIndonesia dari detikKalimantan, Senin (5/10/2026).
Meski orang utan belum ditemukan, petugas mendapati indikasi kuat adanya aktivitas satwa tersebut di sekitar kawasan. Enam sarang orang utan ditemukan dalam observasi lanjutan.
“Dari jumlah tersebut, dua sarang masuk kategori kelas A dan empat lainnya kelas D. Temuan ini menjadi petunjuk bahwa kawasan kebun karet tersebut pernah atau masih menjadi bagian dari aktivitas orang utan,” katanya.
Situasi di lapangan juga tidak sepenuhnya aman. Petugas menemukan bekas kebakaran lahan di sekitar lokasi, bahkan api masih membakar sejumlah bagian kawasan ketika observasi dilakukan.
“Asap tebal sebelumnya juga sempat menghambat pencarian. Kondisi tersebut membuat petugas tidak dapat masuk lebih jauh ke area yang terbakar karena mempertimbangkan keselamatan tim,” katanya.
BKSDA kemudian memberikan pengarahan kepada warga mengenai perilaku orang utan dan langkah yang perlu dilakukan apabila satwa kembali muncul. Warga diminta tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan satwa maupun diri sendiri dan segera melaporkan kemunculannya kepada petugas.
“Hingga pemantauan hari ini, BKSDA belum memastikan keberadaan orang utan tersebut. Pengawasan selanjutnya akan dilakukan dengan mengandalkan laporan warga serta observasi lapangan ketika kondisi memungkinkan,” pungkasnya. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















