WAH !! Begini Diungkapan Pelaku Sebelum Memutilasi dan Jeritan Terakhir Korban “Tolong, Sakit, Sayang”

WAH !! Begini Diungkapan Pelaku Sebelum Memutilasi dan Jeritan Terakhir Korban “Tolong, Sakit, Sayang”

SuarIndonesia -Wah !! ternyata begini ungkapan sebelum pelaku melakukan eksekusi mutilasi terhadap Rahmah (33) ibu dua anak ini.

Pasca diamankannya pelaku Hari Piuwanto (40) terlihat santai saat Press Realase di Ruang Satuan Reskrim Polresta Banjarmasin, Kamis (3/6/2021).

Dipimpin langsung Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Rachmat Hendrawan SIK MM didampangi Kasat Reskrim Kompol Alfian Tri Permadi menjelaskan alur kronologis pelaku hingga menghabisi ibu rumah tangga menggunakan pisau

“Proses memenggal kepala korban tak memakan waktu lama hanya sekitar 3 menit,” ucap pelaku.

Kapolresta mengatakan bahwa pelaku mengorok leher korban dari belakang menggunakan pisau belati yang dimodifikasi dari gunting

“Pelaku yang sudah kesal dengan korban yang selalu meminta tambahan sejumlah uang langsung menggorok leher korban dengan pisau belati,” ujar Kapolresta.

Mengetahui korban tewas dengan posisi kepala terpisah, pelaku melucuti pakaian korban untuk membersihkan darah yang berceceran guna menghilangkan jejak

” Pelaku keluar menggunakan motor korban untuk beli solar untuk membakar guna menghilang jejak,” katanya

 

 

Sementara pelaku Hari Purwanto (40) mengatakan, bertemu korban di kawasan Pasar Sudimampir, Selasa (3/6/2021) malam.

Dimana, kedua melakukan kesepakatan terkait tarif kencan sebesar Rp 300 ribu di losmen HI.

Namun, korban berulah dengan meminta tambahan Rp 500 ribu, padahal “permainan” belum di mulai dengan dalih untuk tarif berhubungan badan.

Merasa syahwat sudah naik, permintaan itersebut disetejui pelaku hingga keduanya terlibat hubungan badan.

Mengetahui pelaku nikmati “permainan ” mereka, korban kembali minta tambah Rp500 ribu. Akan tetapi tidak hiraukan pelaku.

Respon tersebut tidak ditanggapi. Rayuan gombal korban kembali membujuk pelaku untuk membelikan susu, popok dan kebutuhan anak-anaknya yang lain.

“Permintaan aku turut untuk membeli popok dan kebutuhan anaknya,” ujar Hari yang pernah tersandung kasus narkoba.

Setelah selesai “bermain”, keduanya lalu menuju ritel modern di kawasan tersebut untuk merealisasikan janji.

Belanjaan tersebut kemudian dititipkan ke sebuah penginapan. Usai berbelanja sesuai permintaan korban dan uangnya pun habis.

Ia pun minta tolong kepada korban untuk diantarkan pulang dengan menggunakan sepeda motornya.

“Korban mau saja mengantas asalkan mau memberi uang sebesar Rp500 ribu,” kata Hari.

Alih-alih minta antar pulang ke rumah, pelaku malah membawa korban ke rumah kosong yang merupakan lokasi kejadian.

“Aku suruh korban masuk ke dalam rumah kosong itu untuk mengambil uang, ” tambahnya

Korban mau saja mengikuti permintaan pelaku.Rasa kesal yang di pendam lantaran tuntutan korban tanpa banyak bicara pelaku menggorok leher korban dari belakang dengan menggunakan sebilah gunting yang dimodifikasi seperti belati.

“Korban sempat teriak “tolong, sakit, sayang” tapi karena kesal aku nekad habisi,” ungkap Hari Piuwanto seharinya buruh serabutan ini

Diberitakan sebelumnya, warga geger penemuan mayat  tanpa busana di kawasan Jalan Belitung Banjarmasin Barat, Rabu (2/6) pagi, sekitar pukul 06.00 WiTA dan pelaku,  warga Jalan Pembangunan Banjarmasin diringkus tak lama setelah kejadian di kawasan Bati Bati, Pelaihari Tanah Laut. (YI)

 

 1,205 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: