VIETNAM Berhasil Buka Lockdown Tanpa Kasus Meninggal, Begini Resepnya

- Penulis

Sabtu, 25 April 2020 - 14:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemandangan kota Hanoi, Vietnam, Kamis, April 23, 2020(AP/Hau Dinh)

SuarIndonesia – Vietnam merupakan salah satu negara yang telah melonggarkan kebijakan social distancing atau jaga jarak guna menekan penyebaran virus corona (Covid-19) pada pekan ini. Keputusan tersebut diambil setelah tak ada kasus baru Covid-19 selama enam hari berturut-turut dan tidak ada kasus meninggal.

Vietnam menjadi salah satu negara yang paling tanggap menghadapi Covid-19. Negara dengan penduduk sekitar 95 juta orang ini sudah mendeklarasikan perlawanan terhadap Covid-19 sejak Januari meski saat itu kasus masih terjadi di kawasan China.

Vietnam juga menjadi negara pertama yang langsung melarang penerbangan dari dan ke China. Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc berpendapat langkah itu diambil sebab Covid-19 dinilai bisa masuk ke negara hanya dalam waktu singkat.

Pemerintah Vietnam aktif melacak penyebaran virus secara masif meski tak memiliki banyak anggaran dan sistem kesehatan masyarakat yang kuat. Dikutip dari Bangkok Post, hingga pertengahan pekan ini Vietnam telah melakukan lebih dari 180 ribu uji corona, meski kasus positif yang ditemukan hanya berkisar di angka dua ratusan.

Wali Kota Ho Chi Minh Nguyen Thanh Phong pernah mengatakan hanya memiliki 900 tempat perawatan intensif bagi kota berpenduduk 8 juta orang. Hal ini yang mendasari keputusan pemerintah untuk menerapkan kebijakan karantina lokal secara ketat.

Misalnya saja pada 12 Februari lalu, ketika mereka menerapkan karantina secara ketat pada satu desa berpenduduk 10 ribu orang. Padahal, kala itu negara melaporkan baru terdapat 10 kasus Covid-19.

Pemerintah juga langsung mendata warganya yang berpotensi kontak langsung dengan virus corona. Tak hanya itu, pemerintah juga mendata orang-orang di lingkar dua, tiga, dan empat yang memiliki kontak dengan kasus. Mereka kemudian mendapat pengawasan ketat.

Vietnam termasuk salah satu negara yang menerapkan sistem karantina 14 hari bagi orang-orang yang baru melakukan perjalanan dari kawasan berisiko tinggi. Sekolah dan universitas telah ditutup sejak awal Februari.

Direktur Regional Organisasi Kesehatan Pasifik Takeshi Kasai, menyebut keberhasilan Vietnam dalam meyakinkan masyarakat untuk bekerja sama adalah kunci utama.

Keberhasilan pemerintah Vietnam juga disebabkan peran aktif masyarakat. Jalanan di Hanoi yang biasanya dipenuhi turis dan pedagang kaki lima pun terlihat nyaris sepi.

Baca Juga :   ORANG UTAN 'Wak' Terusir Api Karhutla, Kabur ke Kebun Warga

Sekitar 3.000 bisnis telah tutup sejak akhir Januari dan awal Februari 2020. Jaringan perusahaan besar seperti Vin Group juga telah menutup banyak resor dan hotel meski membuat karyawannya kehilangan pekerjaan.

Berdasarkan data Johns Hopkins pada Sabtu (25/4), Vietnam melaporkan 270 kasus positif Covid-19, 224 orang sembuh, dan nol kasus kematian.

Kini Vietnam siap melonggarkan kebijakan jaga jarak setelah melaporkan tidak ada kasus baru virus corona selama enam hari berturut-turut.

Pemerintah mengatakan pertokoan dan bidang usaha lainnya diizinkan untuk mulai dibuka kembali.

Seperti dikutip dari AFP, pada Kamis (23/4), sejumlah kafe di ibu kota sudah mulai membuka pelayanan, meski jalanan masih cukup sepi.

Untuk mencegah penyebaran Covid-19, semua orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif dipanggil oleh pejabat setempat untuk dilakukan pemeriksaan. Lebih dari 18.600 orang di Vietnam telah dipantau dan beberapa diisolasi sejak awal Februari lalu.

Sebanyak 206.253 orang di antaranya juga sudah menjalani pemeriksaan kesehatan. Pejabat kesehatan di Pusat Operasi Darurat Vietnam (EOC), Tran Dac Phu, menyebut pemeriksaan terhadap orang-orang yang menjadi suspect lebih efektif dibandingkan dengan tes massal, apalagi bagi negara-negara yang sumber dayanya kurang mumpuni.

Untuk memperbanyak personel, pemerintah turut menerjunkan mahasiswa kedokteran, serta pensiunan dokter dan perawat dalam memerangi wabah corona.

Seorang warga Hanoi berusia 72 tahun menceritakan bagaimana ia bersama sekelompok orang lainnya ditugaskan untuk menangani orang-orang yang dicurigai terinfeksi virus corona.

“Kami pergi ke setiap gang dan mengetuk setiap pintu (rumah). Kami mendapat arahan dari pemerintah bahwa ‘memerangi pandemi sama seperti memerangi musuh,,” kata Nguyen Trinh Thang kepada AFP.(CNNIndonesia/RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

POLISI Telusuri Penyebab Kecelakaan Maut dengan Korban Siswi SMA di Banjarmasin
CECERAN SOLAR di Jalan Antasari Depan RS Sari Mulia Banjarmasin, Sejumlah Pengendara Terjatuh
SEORANG WARGA KALSEL Laporkan Dugaan Ancaman Oknum Polisi, Diapresiasi Respons Divisi Propam Polri
SEORANG SISWI SMA di Banjarmasin Meninggal Kecelakaan di Depan Tugu KB
UPDATE 16 Jenazah Kembali Teridentifikasi, Total Korban Meninggal 71 dan 64 Lainnya Proses Pencarian
DUA Helikopter Dikerahkan Cari 68 Korban KM Virgo di Laut Jawa
DITEMUKAN LAGI Lima Korban KM Virgo Transport 8, Dievakuasi ke Banjarmasin
BKPSDM Balangan Perkuat Pembinaan BerAKHLAK Berbasis Spiritual

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 22:09

PEREMPUAN ADAT Masih Didiskriminasi dan Diabaikan

Selasa, 29 September 2026 - 21:51

KASUS KORUPSI MBG: Enam Tersangka Dilimpahkan Kejagung ke Kejari Jakpus

Selasa, 29 September 2026 - 21:45

BARESKRIM Dalami Unsur Pidana Karhutla dari Sanksi Administratif

Selasa, 29 September 2026 - 21:36

8 OKTOBER, RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Rampung

Selasa, 29 September 2026 - 21:26

KEMENHAJ: 50 Persen Biro Umrah Berstatus tidak Aktif

Selasa, 29 September 2026 - 21:10

RUU APBN 2027 Disahkan jadi Undang-Undang

Selasa, 29 September 2026 - 14:52

SEORANG WARGA KALSEL Laporkan Dugaan Ancaman Oknum Polisi, Diapresiasi Respons Divisi Propam Polri

Senin, 28 September 2026 - 21:06

KASUS NIKEL: Kejagung Tahan Tersangka Kelima

Berita Terbaru

Ketua Umum Perempuan Aman Devi Anggraini (kiri), Dewan Pakar Perempuan Aman Arimbi Heroepoetri (kedua kiri), Dewan Nasional Perempuan Aman dari Kalimantan Isnah Ayunda (ketiga kiri), dan Pengurus Harian Komunitas Perempuan Aman Sawesuma Novilla Maria Aru (kedua kanan) dalam media gathering Temunas IV Perempuan Aman, di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Foto: Antara/Anita Permata D)

Nasional

PEREMPUAN ADAT Masih Didiskriminasi dan Diabaikan

Selasa, 29 Sep 2026 - 22:09

Irjen Pol Iwan Kurniawan, Kapolda Kalteng. (Foto: HO-Polda Kalteng)

Kalteng

PENEGAKAN HUKUM 130 Laporan Karhutla Kalteng

Selasa, 29 Sep 2026 - 22:01

Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa bersama Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal saat menerima audiensi sejumlah serikat buruh di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Foto: Antara/Bagus Ahmad R)

Nasional

8 OKTOBER, RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Rampung

Selasa, 29 Sep 2026 - 21:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca