TUJUH PERKARA Ditangani Kejati Kalsel Dipertanyakan Tim BAP DPD RI, Terutama Penyertaan Modal Perseroda di Tanbu

SuarIndonesia- Tujuh perkara dengan dugaan adanya kerugian negara di medio Tahun 2014-2021 yang ditangani jajaran Kejaksaan Tinggi Kalimaantan Selatan (Kejati) Kalsel dipertanyakan Tim BAP DPD RI, Kamis (15/9/2022).

Diketahui, DPD RI, Menjalankan fungsinya sebagai salah satu alat kelengkapan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI.

Ketika itu, Tim BAP DPD RI dipimpin Ketuanya, H Ajiep Padindang didampingi Kepala Sekretariat Kantor DPD RI Provinsi Kalsel, M Ilham Nur Rizal bertemu langsung dengan Kajati (Kepala Kejaksaan Tinggi) Kalsel, Dr Mukri SH MH dan jajarannya.

Dari informasi, dalam rapat tertutup, Tim BAP DPD RI meminta penjelasan dari Kajati Kalsel terkait perkembangan penanganan sejumlah perkara yang ditangani Kejati Kalsel dan jajaran.

Terutama perkara yang dimana Kejati Kalsel dan jajaran melibatkan peran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dalam penghitungan taksiran dugaan kerugian negara.

Dari total tujuh perkara, ada beberapa di antaranya yakni perkara dugaan korupsi penyimpangan pengelolaan kas Tahun Anggaran (TA) 2009 pada sekretariat DPRD Kabupaten Tabalong yang mulai ditangani Tahun 2014.

Lalu perkara dugaan korupsi penggunaan dana pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah Haji Boejasin Pelaihari TA 2014-2018 yang ditangani Kejati Kalsel Tahun 2020.

Kajati Kalsel, Mukri mengatakan, dari tujuh perkara yang dipertanyakan tersebut mayoritas sudah selesai ditangani dan bahkan perkaranya sudah inkrah di Pengadilan.

“Dari tujuh perkara ini Alhamdulillah semua berproses. Hanya tinggal satu yang masih on progress, yang enam Alhamdulillah sudah inkrah.

Yang satu itu yang di Tanbu (Tanah Bumbu) masih dalam proses perhitungan dugaan kerugian negara oleh BPK RI,” ujarnya.

Satu perkara yang dimaksud Kajati Kalsel yakni perkara dugaan korupsi penyalahgunaan anggaran penyertaan modal daerah Kabupaten Tanah Bumbu kepada PT Batulicin Jaya Utama (Perseroda) Periode Tahun 2014-2019.

Dimana saat itu masih berstatus Perusahaan Daerah (Perusda).

Perkara ini menjadi satu dari sederet perkara dugaan korupsi yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanah Bumbu Tahun 2021.

Kajati mengatakan, pada dasarnya tak ada kendala yang bersifat prinsip dalam penanganan perkara tersebut.

Namun pihaknya masih berkoordinasi dengan BPK RI dalam penghitungan taksiran dugaan kerugian negara dalam perkara itu.

“Makanya kami minta bantuan BPK RI untuk menghitung taksiran kerugiannya. Masih on progress ya,” ujar Kajati Kalsel.

Sementara Ketua BAP DPD RI, H Ajiep Padindang mengatakan, melalui rapat tersebut BAP DPD RI ingin mengetahui apakah ada dan apa kendala yang dihadapi Kejati Kalsel dan jajaran dalam penanganan perkara-perkara tersebut.

“Fokus kami supaya (penanganan) bisa lebih cepat. Kami ingin mendukung bagaimana proses penegakan hukum itu berlangsung cepat, hemat dan efektif,” ujar Ajiep.

Tak cuma perkara yang sudah ditangani oleh aparat penegak hukum (APH), namun kepada pemerintah daerah di Kalsel BAP DPD RI juga mendorong agar lebih memberikan atensi dalam penyelesaian atas temuan-temuan BPK RI.

Pasalnya kata dia, secara umum dari temuan-temuan BPK RI selama ini rata-rata hanya 40 persennya saja yang telah ditindaklanjuti oleh pemerintah khususnya di daerah.

“Kalau dia lambat menindaklanjuti dan rupanya muncul lagi di pemeriksaan selanjutnya ini nanti bisa menjurus kepada temuan yang merugikan negara. Idealnya ditindaklanjuti oleh Pemda dulu.
Kalau ada yang tidak menjalankan dengan baik ya harus diproses,” tegas Ajiep.

Sedangkan Kepala Sekretariat Kantor DPD RI Provinsi Kalsel, M Ilham Nur Rizal menambahkan, karena tantangan yang dihadapi yakni panjangnya proses penghitungan taksiran dugaan kerugian oleh BPK RI, maka hal itu kembali akan ditindaklanjuti di Jakarta.

“Ini akan dirapatkan lagi oleh BAP DPD RI dalam rapat kerja dengan BPK RI dan Kejaksaan Agung untuk membangun mekanisme kerja yang lebih cepat,” ucap Ilham. (ZI)

 

 

 8,994 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!