SuarIndonesia — Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian terhadap tiga korban hilang dalam kecelakaan speedboat Iqzza Express yang terbalik di Sungai Temangga, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara pada Senin (10/2).
“Pencarian difokuskan di beberapa titik koordinat di sekitar lokasi kejadian,” kata Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Tarakan Didik Hariana di Tanjung Selor, Selasa (11/2/2025).
Tiga orang penumpang yang masih hilang dalam musibah itu yaitu M Dafid (7 tahun), Andi Badinah (50 tahun), dan Alfa Rezky Azka (6 tahun).
“Tim telah melaksanakan briefing dan bertolak menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan pencarian sesuai rencana operasi,” katanya.
Tim SAR yang terlibat dalam pencarian itu terdiri dari berbagai unsur, antara lain tim penyelamat Kantor SAR Tarakan, Ditpolairud Polda Kaltara, Kodim 0903 Bulungan, Satpolairud Polres Bulungan, Polres Bulungan, Dinsos Bulungan, BPBD Bulungan, PMI Provinsi Kaltara, serta keluarga dan masyarakat sekitar.
Peralatan yang digunakan dalam pencarian antara lain perahu karet, peralatan menyelam, peralatan medis, dan peralatan komunikasi.
Kondisi cuaca di sekitar lokasi kejadian saat ini cerah berawan dengan arah angin Barat Daya – Barat Laut dan kecepatan angin 3 – 20 knot. Tinggi gelombang diperkirakan antara 0,5 hingga 1,25 meter.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus berlangsung. Tim SAR gabungan terus berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan korban yang masih hilang.
Sebelumnya, empat korban jiwa berhasil ditemukan dalam peristiwa kecelakaan speedboat di Sungai Temangga, Senin (10/2/2025).
Tiga korban jiwa ditemukan sesaat setelah kecelakaan pada Senin (10/2/2025) pukul 13.30 WITA yakni H Minnong (63 tahun), Andi Inja (55 tahun), dan Andi Ana/Memey (28 tahun).
Satu korban jiwa lainnya bernama Andi Herawati ditemukan tim SAR sekitar Senin pukul 19.00 WITA tak jauh dari lokasi kecelakaan speedboat.
Para penumpang merupakan rombongan keluarga asal Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur yang pulang menghadiri pesta pernikahan keluarga di Pulau Tias, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan.
Speedboat terbalik di tengah pelayaran menuju Pelabuhan Kulteka Tanjung Selor, Bulungan. Rencananya, setiba di Tanjung Selor, rombongan tersebut akan melanjutkan perjalanan darat menuju Kabupaten Berau.
Inafis Polri identifikasi korban
Sementara itu, dilansir dari AntaraNews, Kepala Pusat Inafis Bareskrim Polri, Brigjen Pol Mashudi, memimpin proses identifikasi tiga jenazah korban meninggal dunia akibat kecelakaan speedboat di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

“Kami memastikan proses identifikasi berjalan cepat, akurat, dan sesuai prosedur untuk jenazah diserahkan kepada pihak keluarga,” ujarnya di Tanjung Selor, Selasa (11/2/2025).
Brigjen Pol Mashudi diketahui sedang melakukan kunjungan kerja di Tanjung Selor, dalam rangka asistensi di Polda Kaltara. Karena peristiwa kecelakaan speedboat, ia bersama Kapolda Kaltara Irjen Pol Hary Sudwijanto lantas meninjau para korban selamat, sekaligus melakukan identifikasi korban jiwa di RSUD Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor.
Brigjen Mashudi bersama Tim Inafis Polda Kaltara menjalankan standar operasional prosedur (SOP) identifikasi korban dengan metode pemeriksaan sidik jari, pencocokan ciri fisik, serta analisis barang-barang pribadi yang ditemukan di sekitar jenazah. Setiap tahap dilakukan dengan cermat untuk memastikan keakuratan hasil identifikasi.
“Identifikasi harus tepat dan tidak boleh ada kesalahan, kami menggunakan metode sidik jari sebagai prioritas utama dan mengkonfirmasi data tambahan melalui ciri-ciri fisik atau barang bawaan korban jika diperlukan,” jelasnya.
Usai memimpin proses identifikasi, Brigjen Mashudi juga mengunjungi korban selamat yang sedang dirawat di RSUD Tanjung Selor. Ia berbicara langsung dengan beberapa korban dan keluarga, memberikan dukungan moril untuk tabah menghadapi situasi ini.
“Kami hadir di sini tidak hanya untuk membantu proses identifikasi, tetapi juga untuk memberikan semangat, tetap kuat dan jangan ragu meminta bantuan, baik medis maupun pendampingan psikologis,” ujarnya.
Brigjen Mashudi juga berkoordinasi dengan Kapolda Kaltara, Irjen Pol Hary Sudwijanto yang memimpin langsung proses penyisiran di lokasi kejadian. Ia memastikan bahwa Polri terus memberikan dukungan penuh dalam setiap tahap penanganan musibah ini. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















