TIM ANGKLUNG Indonesia Tampil dalam Acara FAO di Roma

- Penulis

Kamis, 3 Juli 2025 - 00:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kelompok Kesenian Angklung Indonesia berpartisipasi dalam acara “Celebrating Forests and Culture, Youth and Music Forest Harmonies” yang diselenggarakan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) PBB di Roma, Italia, Selasa (1/7/2025). (ANTARA/HO-KBRI Roma)

Kelompok Kesenian Angklung Indonesia berpartisipasi dalam acara “Celebrating Forests and Culture, Youth and Music Forest Harmonies” yang diselenggarakan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) PBB di Roma, Italia, Selasa (1/7/2025). (ANTARA/HO-KBRI Roma)

SuarIndonesia — Kelompok Kesenian Angklung Indonesia berpartisipasi dalam acara “Celebrating Forests and Culture, Youth and Music Forest Harmonies” yang diselenggarakan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) PBB di Roma, Italia.

Menurut siaran pers KBRI Roma, yang dilansir AntaraNews, Rabu (2/7/2025), acara tersebut diadakan pada 1 Juli di markas utama FAO, dan KBRI Roma menjadi satu-satunya perwakilan diplomatik di Roma yang diundang untuk berkontribusi dalam kegiatan budaya tersebut.

Acara yang dibuka dengan sambutan dari Direktur Jenderal FAO Qu Dongyu itu melibatkan organisasi pemuda untuk menyoroti hubungan budaya antara hutan dan musik serta peran duta muda kehutanan.

“Fokus utamanya adalah berkontribusi pada Perayaan 80 Tahun FAO, menjadi wadah bagi pemuda untuk berbagi pandangan dan pengalaman dalam aksi nyata sektor kehutanan, serta ekspresi kreatif yang menghubungkan komunitas seni dengan alam berkelanjutan,” menurut pernyataan tersebut.

Kelompok kesenian angklung yang berpartisipasi dalam acara tersebut merupakan binaan KBRI Roma dengan mayoritas anggotanya berasal dari Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Italia dan pegawai muda KBRI Roma.

Partisipasi kelompok kesenian angklung itu merupakan wujud nyata diplomasi budaya Indonesia di kancah multilateral, serta menjadi bentuk pengakuan terhadap warisan budaya Indonesia.

KBRI Roma mengatakan bahwa penampilan Indonesia dalam acara itu menghidupkan suasana melalui alunan khas angklung, yang dimainkan penuh harmoni oleh para pemain muda, dengan getaran nada bambu yang memikat.

Lagu-lagu Nusantara seperti Apuse dan Bolelebo membuat tamu undangan terdiam sejenak untuk mendengarkan alunan musik tradisional Indonesia, menurut KBRI Roma.

Baca Juga :   TAIPEI OPEN 2026: Leo/Daniel Juara Sikat Wakil Malaysia

Tidak hanya itu, KBRI Roma juga mengatakan bahwa kelompok kesenian angklung itu juga membawakan lagu populer seperti Que Sera Sera yang disambut meriah oleh penonton, serta memainkan lagi klasik Italia O Sole Mio sebagai kejutan dalam acara tersebut.

KBRI Roma mengatakan bahwa penampilan kelompok kesenian angklung itu dalam acara yang diselenggarakan FAO itu tidak hanya sebatas hiburan melainkan juga memperkuat peran seni dalam diplomasi Indonesia di luar negeri.

Harmoni yang dihasilkan oleh angklung juga membawa pesan dan nilai-nilai universal yang berkaitan dengan kerja sama, gotong royong, perdamaian dan penghormatan kepada alam, di mana angklung tidak hanya alat musik tetapi juga simbol keseimbangan dan keberlanjutan alam serta lingkungan, menurut KBRI Roma.

Pengakuan UNESCO pada 2010 terhadap angklung menegaskan bahwa angklung sebagai warisan budaya tak benda milik Indonesia yang sarat makna dan nilai luhur. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

VICTOR DENMARK OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara!
RACE MotoGP Mandalika 2026: Marco Bezzecchi Juara, Rider Aprilia Dominan
FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Juara Lewat Drama Adu Penalti
RACE MotoGP Jepang 2026: Marc Marquez Tempel Jorge Martin, Beda 2 Poin
RACE MotoGP Austria 2026: Kemenangan Perdana Pedro Acosta!
MOTOGP San Marino 2026: Marc Marquez Juara dan Puncaki Klasemen
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas 919 Orang dan 4.800 Hilang

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:19

PERUSAHAAN ASING Dicurigai sebabkan Karhutla Kalimantan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:04

RATUSAN BUMN DIPANGKAS Demi Hemat Anggaran Rp50 Triliun

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:56

PENERTIBAN KAWASAN HUTAN tetap Lanjut Meski Ada Perlawanan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:29

DRY ICE tidak untuk Padamkan Api tapi Mengurai Kabut Asap Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:03

11 KORPORASI Tersangka Karhutla, Termasuk 3 PMA

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:23

KASUS KORUPSI PAJAK KPP Banjarmasin: KPK Periksa Direktur PT SDJ dan PT TBR

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:14

KASUS KORUPSI BNPB: KPK Ungkap Isi Surat untuk Panglima TNI

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto (tengah) meresmikan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan saat Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) Tahun 2026 di Jiexpo Convention Centre, Jakarta, Kamis (22/10/2026). (Foto: Antara/Fauzan)

Nasional

PERUSAHAAN ASING Dicurigai sebabkan Karhutla Kalimantan

Kamis, 22 Okt 2026 - 22:19

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI Hariqo Wibawa Satria menyampaikan pidato dalam acara

Nasional

RATUSAN BUMN DIPANGKAS Demi Hemat Anggaran Rp50 Triliun

Kamis, 22 Okt 2026 - 22:04

Petugas saat menggiring Kepala BKSDA Kalsel berinisial AGK bersama dua orang lain menuju mobil tahanan untuk dibawa ke Lapas Banjarbaru, Kamis (22/10/2026). (Foto: Antara)

Headline

KEPALA BKSDA KALSEL Ditahan 20 Hari

Kamis, 22 Okt 2026 - 21:49

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca