TIDAK DIBENARKAN MUI Tempat Ibadah Jika Digunakan untuk Kampanye

TIDAK DIBENARKAN MUI Tempat Ibadah Jika Digunakan untuk Kampanye

SuarIndonesia – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalsel tidak membenarkan jika tempat ibadah digunakan untuk menjadi saran kampanye politik.

Oleh karena itu, MUI mengingatkan semua pihak untuk tidak membawa-bawa tempat ibadah dalam kampanye.

Wakil Ketua MUI Kalsel, Prof. Hafiz Anshari, menyatakan tidak dibenarkan jika di tempat ibadah terdapat ajakan untuk memilih si calon.

“Meski MUI tidak ada edaran resminya, tapi kampanye di masjid-masjid dengan mengajak orang memilih si a,b, atau c dalam dunia politik itu menyalahi peraturan perundang-undangan atau peraturan

Pemilu. Jelas bahwa UU pemilu melarang kampanye di masjid, tidak boleh ada kampanye di tempat ibadah, tidak boleh kampanye di lembaga pendidikan. Kita berharap jangan ada yang memanfaatkan tempat ibadah seperti itu yang menjadi tempat politik,” sebutnya.

Menurut Hafiz, dalam konteks pemungutan suara ulang (PSU) keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) RI.

“Jadi, PSU harus tetap kita laksanakan, semua orang yang memiliki hak untuk memilih diharapkan datang ke TPS, pilihlah dengan hati nurani, dan yang kedua tentap terapkan protokol kesehatan, jangan sampai melahirkan klaster baru covid 19,” kata kata Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum 2007-2012, ini.

Dikatakannya, berbeda jika yang dibicarakan di tempat ibadah adalah persoalan politik yang tidak ada unsur ajakan memilih salah satu calon.

“Pembicaraan politik boleh, seperti tentang bagaimana pemilihan jujur dan adil, bagaimana taraf pemimpin yang baik.

Tapi kalau sudah ke politik praktis mengarah ke calon pasangan tertentu itu tidak boleh, itu nantinya menodai kesucian dan kemurnian tempat ibadah itu sendiri, ” tegas Prof Hafiz Anshari. (RW)

 310 kali dilihat,  5 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: