TERUS TELUSURI Uang Dugaan Suap Proyek di HSU Kemana Mengalir dan KAKI Kalsel akan Pantau Sidang Perdananya

Bagikan :
TERUS TELUSURI Uang Dugaan Suap Proyek di HSU Kemana Mengalir dan KAKI Kalsel akan Pantau Sidang Perdananya

SuarIndonesia – Proses hukum telah menetapkan tersangka kasus dugaan suap proyek yang kena OTT (Operasi Tangkap Tangan) oleh KPK di Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Ketiganya yakni, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan, Maliki (MK), Direktur CV Hanamas , Marhaini dan Direktur CV Kalpataru Fachriadi (FRH) dan terakhir Bupati HSU, Abdul Wahid.

Tak sampai disitu, pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terus mengulirkan kasusnya dengan tambahan keterangan para saksi serta aksi penyegelan dan penggeledahan di HSU, sejak Jumat 19/11/2021).

Dari kasus suap yang kena OTT KPK ini, ada dugaan penelusuran hal lainnya.

Baca Juga :

PN BANJARMASIN Siap Menyidangkan Perkara OTT Suap di HSU jika Berkas Diajukan KPK

“Bisa jadi ada hal lain lagi dari penyidik KPK, dan kita berharap pula terus telusuri uang dugaan suap proyek selama ini kemana saja mengalir serta siapa saja menikmatinya,” kata Ketua Organisasi Masyarakat (Ormas) Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Kalsel, A Husaini, Sabtu (20/11/2021).

Massa KAKI lanjutnya juga akan turut pantau pada sidang perdananya nanti dari dua berkas yang telah dilimpahkan Jaksa KPK ke Pengadilan Negeri Banjarmasin.

“Kita mengapresiasi kerja optimal KPK dan sebagai ungkapan salut serta terimakasih telah mengirim karangan buka dan diletakan di depan gedung KPK di Kawasan Kuningan di Jakarta,” tambah A Husaini yang sebelumnya gencar demo suarakan soal kasus ini ke KPK untuk penetapan tersangka lainnya.

 

 

Hingga kini, penyidik KPK juga telah segel  mobil Honda CRV milik Abdul Wahid dan dititipkan di Mapolres HSU.

Lainnya memeriksa Ketua DPRD HSU, Almien Safari Ashar (diketahui anak kandung Abdul Wahid).

Disebut pula menggeledah rumah Sekda HSU HM Taufik (adik kandung Abdul Wahid) serta memeriksanya.

Lainnya sejumlah ASN (Aparatur Sipil Negara) khususnya di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan HSU, serta sejumlah anggota DPRD HSU.

“Itu semua nenandakan penyidik KPK masih terus bergerak dari pengungkapan kasus awal dan kita mendukung,” beber A Husaini.

Dari perjalan proses itu sendiri, Jaksa dari KPK ada merampungkan berkas dan melimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin yakni ada dua berkas perkara dugaan korupsi proyek Irigasi di Kabuaten HSU, Jumat (19/11/2201).

Dari dua perkara tindak pidana dugaan korupsi suap pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Tahun 2021-2022 dengan terdakwa Marhaini dan Fachriadi, maka dipastikan akan disidangkan di Pengadilan Tipikor Banjarmasin.

Sebelumnya Juru Bicara Pengadilan Negeri Banjarmasin, Aris Bawono Langgeng SH MH,  membenarkan bahwa Pengadilan Negeri Banjarmasin telah menerima pelimpahan dua berkas perkara tersebut.

Perkara dengan terdakwa Marhaini tercatat di Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Banjarmasin dengan nomor 38/Pid.Sus-TPK/2021/PN Bjm.

Sedangkan perkara dengan terdakwa Fachriadi tercatat dengan nomor perkara 39/Pid.Sus-TPK/2021/PN Bjm.

Paling lama tiga hari pasca pelimpahan berkas, Ketua Pengadilan Negeri Banjarmasin lanjutnya akan menunjuk Majelis Hakim dan Ketua Majelis Hakim pemeriksa dan pengadil dua perkara tersebut.

Selain itu, akan ditentukan pula hari dan tanggal pelaksanaan sidang perdana masing-masing perkara dengan agenda pembacaan dakwaan.

Diketahui, kedua terdakwa perkara dugaan korupsi suap ini dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a UU Tipikor Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP atau Pasal 13 UU Tipikor Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sementara dalam masa persidangan, penahanan terhadap kedua terdakwa menjadi kewenangan Pengadilan Tipikor Banjarmasin.

Dimana terdakwa Marhaini dan Fachriadi dititipkan sebagai tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banjarmasin.

“Tentun pasti akan mengalir berkas dari tersangka lainnya dan kita tetap pantau,” pungkas A Husaini. (ZI)

 

 203 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!