TERPIDANA Mantan Kadishub Banjarmasin Ajukan PK Ke Pengadilan Tipikor

TERPIDANA Mantan Kadishub Banjarmasin Ajukan PK Ke Pengadilan Tipikor

SuarIndonesia – Terpidana mantan Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin Kasman, kini mengajukan peninjauan kembali (PK) perkaramya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banjarmasin.

Rencama sidang yang berlangsung, Selasa (21/6/2022) terpaksa ditunda karena secara virtual hubungan ke Lapas Teluk Dalam tidak berhail, maka oleh Ketua Majelis I Gede Yuliartha yang didampingi hakim Ahm,ad Gawie dan Arif Winarno, terpakan ditunda selama tiga minggu.

Menurut penasihat terpidana sebagai pemohon, Haji Jabir Fikri memang tidak ada novum atau bukti bari, tetapi uoaya hukum ini karena dianaggap adalah kesalahan majelis hakim dalam menerapkan hukum.

“Memang tidak ada bukti baru, tetapi dalam pengajuan PK, selain itu bisa saja dianggap majelis hakim salah dalam menerapkan hukum,’’ ujar Jabir usai sidang kepada awak media

Disebutklan kalau sidag tertunda karena masalah tehnis jaringan internet, sehingga tidak bisa kontak dengan Lapas Teluk Dalam dimana kienya di tahan.

Seperti diketahui dalam tingkat kasasi terpidana Kasman di vonis selama empat tahun serta denda Rp200,- juta dan bila tidak dalam membayar maka kurungannya bertambah selama enam bulan.

Memang terdakwa Kasman tidak dibebani membayar uang pengganti. Uang pengganti dibebankan kepada kedua terdakwa lainnya yakni Mahmudi dan Ir Fahmi Nurahman.

Sementara di tingkat banding, majelis tinggi menjatuhkan hukuman 2,9 Tahun mantan Kadishub Kota Banjarmasin tersebut.

Sementara ditingkat pengadilan pertama pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banjarmasin ketiga terdakwa melanggar pasal 3 jo 18 UURI No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah pada UURI No 20 tahun 2001, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi pasal 55 jo 64 ayat 1 ke-1 KUHP.

Kepala Dinas Perhubungan Banjarmasin di ganjar penjara selama 16 bulan serta membayar denda Rp 50 juta subsidair tiga bulan selain itu diharuskan membayar uang pengganti Rp 30 juta bila tidak dapat membayar tiga bulan.

Sedangkan stafnya Mahmudi juga diganjar penjara selama 16 bulan serta di denda Rp 50 juta subsidair selama tiga bulan dan membayar uang pengganti Rp 115 juta bila tidak dapat membayar maka kurungnya bertambah selama dua bulan.

Terdakwa Fahmi selaku kontraktor diganjar lebih lama yakni selama 20 bulan serta keharusan membayar denda Rp 50 juta subsidair selama tiga bulan serta membayar uang pengganti sebesar Rp 46.146.000, bila tidak dapat membayar maka kurungannya bertambah selama setahun dan delapan bulan.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin yang didakwa telah melakukan perbuatan korupsi pada proyek pembangunan terminal Kilometer 6 Banjarmasin oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banjarmasin.

Dari tiga terdakwa hanya Kasman yang mengajukan banding dan kasasi sedangkan dua terdakwa lainnya bisa menerima putusan majelis hakim penmgadian tingkat pertama.(HD)

 38 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!