TERDAKWA OTT Pengadaan Alkses di RSUD Ulin Divonis 12 dan 14 Bulan Penjara

Bagikan :
TERDAKWA OTT Pengadaan Alkses di RSUD Ulin Divonis 12 dan 14 Bulan Penjara

SuarIndonesia – Dua terdakwa yang kena OTT (Operasi Tangkap Tangan) pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) di Rumah Sakit Umum Daerrah (RSUD) Ulin Banjarmasin divonis 12 dan 14 bulan, Senin (7/2/2022).

Terdakwa yang terjaring Siber Pungli Polda Kalsel yakni Suriawan Halim divonis 12 bulan penjara dan untuk Subhan 14 bulan.

Sedangkan keduanya di denda masing masing Rp50 juta subsidair sebulan kurungan.

Vonis majelis hakim Tindak Pidana Korupsi Banjarmasin dipimpin hakim Yusriansyah dan Majelis Hakim sependapat dengan JPU (Jaksa Penuntut Umum) Adi Suparna.

Kalau kedua terdakwa melanggar pasal 5 huruf b UU RI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sdeperti pada dakwaan subsidiar.

Sementara pada tuntutan terdakwa Subhan karyawan RSUD Ulin dituntut 17 bulan dan terdakwa Suriawan Halim dari unsur pengusaha dituntut 15 bulan.

Kedua terdakwa yang di sidang secara terpisah, dalam tuntutan keduanya masing masing di denda Rp 50 juta subsidair dua bulan kurungan.

Seperti diketahui dua terdakwa yang terkait pengadaan alkes adanya  pemberian dari kontraktor kepada penerima salah seorang pejabat di lingkungan rumah sakit tersebut.

Kedua terdakwa adalah Suriawan Halim Direktur Marketing PT Capricorn Mulia perusahaan kontraktor yang memenang tender dan terdakwa kedua adalah Subhan selaku selaku Sub Bagian Penyusunan Program dan Evaluasi di rumah sakit tersebut.

Kedua sebagai pemberi dan penerima yang nilainya Rp 11.519.000,-yang terkena OTT oleh tim Saber Pungli Subdit 3 Dit Reskrimsus (Direktorat Reserse Kriminal Khusus) Polda Kalsel, ketika kedua bertransaksi di rumah makan di bilangan Jalan A Yani Km 5 Banjarmasin.

Menurut dakwaan, tindakan yang dilakukan terdakwa bisa dikatakan sebagai pungutan liar.

Awalnya antara kedua terdakwa melakukan semacam perjanjian untuk bertemu di rumah makan tersebut.

Sementara tim kepolisian yang telah “mencium bau” juga berada di rumah makan yang sama.

Pada saat itu setelah transaksi terjadi petugas mendekat dan menyita sebauh amplop berwarna coklat yang ternyata isinya uang sebesar Rp 11 juta lebih.

Terjadi pungli tersebut diawali ketika PT Capricorn selaku pemenang tender alat kesehatan yang terdiri dari pengadaan Paramount Beda senilai Rp 2,5 M lebih, pengadaan Electrik Delivery Bed senilai Rp 2285 juta lebih, pengadaan Emergency Strecher senilai Rp 643 juta lebih.

Pengadaan Film Viewer Elektromag senilai Rp 84 juta lebih dan pengadaan Urathane Foam Matress dengan nilai Rp 58 juta lebih. (HD)

 304 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.