TEGURAN “ke Pak Ogah” Berujung Pembunuhan, Dua Pelaku Diringkus dan Begini Pengakuannya

Bagikan :
TEGURAN “ke Pak Ogah” Berujung Pembunuhan, Dua Pelaku Diringkus dan Begini Pengakuannya

SuarIndonesia -Gegara teguran ke “Pak Ogah” (pengatur lalu lintas musiman,red) berakhir pembunuhan dan dua pelaku pembacok diringkus

Kedua pelaku diringkus anggota Polsekta Banjarmasin Selatan, dan kasusnya digelar, Senin (9/5/2022).

Kasus pembunuhan ini terjadi di Jalan Gerilya Gang Bambu RT 29 Banjarmasin Selatan. pada Senin (9/5/2022).

Pelaku adalah Jumadi alias Madi (28), dan temannya Hadi (20), keduanya warga Jalan Tembus Mantuil Gang Gandapura RT 27 Banjarmasin Selatan, dan ditangkap saat berada di Jalan Teluk Dalam Banjarmasin Barat.

Keduanya melakukan penganiayaan terhadap korban bernama Sauki (25), warga Jalan Kelayan Kecil RT 19 RW 02 Banjarmasin Selatan.

Dari keterangan, sewaktu kejadian korban mengalami luka bacokan di bagian leher, hingga menghembuskan nafas terakhir .

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti selain senjata tajam, satu buah jam tanga, satu unit sepeda motor Yamaha Vixion dan Yamaha Jupiter Z1.

Dari motif kedua tersangka melakukan penganiayaan lantaran sebelumnya korban sempat cekcok dengan salah satu tersangka yaitu Madi.

“Cekcok itu dikarenakan, sebelumnya korban sempat menegur salah satu teman tersangka yang sedang jaga arus lalu lintas (Pak Ogah) di simpang empat Jalan Gerilya.

Kemudian tersangka mengira kalau korban ingin memberhentikan temannya menjadi “Pak Ogah” dan mengambil alih kawasan tersebut.

Namun itu hanya salah persepsi, karena ternyata korban saat itu sedang tidak berjaga, melainkan hanya ingin meminta uang kepada teman tersangka.

Beberapa hari kemudian, tepatnya saat malam kejadian, kedua tersangka kembali mendatangi korban dalam kondisi pengaruh alkohol, sembari membawa sejata tajam.

Kemudian terjadi cekcok dan perkelahian, dan tersangka Hadi mengeluarkan golok, yang ia bawa sebelumnya.

Hingga saling memertahankan golok, karena  korban berusaha merebut sajam milik pelaku.

Melihat korban dan Hadi rebutan,  kemudian diambil alih pelaku lainnya atas nama Madi.

Sajam, tersebut berhasil diambil  tersangka Madi, kemudian korban menantang untuk menyerang dirinya dengan sajam tersebut.

Merasa tertantang tersangka Madi, terpancing dan langsung menyerang korban dengan sajam tersebut.

Sementara itu tersangka Hadi mengatakan, awal mula terjadi perkelahian bermula saat dirinya berjaga untuk mencari uang Rp 20 ribu dan kemudian korban datang.”Saya tanya, wal-wal (teman) berduakah jaga,” ucapnya.

Namun, korban diduga salah paham yang mengira diminta untuk pergi.  Merasa tidak terima, korban senggolkan tubuhnya ke pelaku.”Padahal dia tidak jaga, dia bekerja sebagai tukang bagunan,” imbuhnya.

“Gepak-gepak (sengol) dan membawa berkelahi terus, dan saya masih sabar. Tapi masih saja terus diperlakukan seperti,” sambungnya.

Merasa tidak tahan lagi, pelaku pulang mengambil sajam dan membawa temanya Jumaidi yang lalu terjadilah perkelahian.” Setelah itu lari ke arah Teluk Dalam,” pungkasnya.

Kapolsekta Banjarmasin Selatan, Kompol H Idit Aditya, saat kepada watawan mengatakan,  para tersangka yang diamankan akan dikenakan pasal 340 Junto 55 KUHP dan 338 Junto 55 KUHP, dengan ancaman penjara seumur hidup. (DO)

 1,907 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.