Sultan Banjar Bersama Tokoh Muhammadiyah

Sultan Banjar Bersama Tokoh Muhammadiyah
Sultan Khairul Saleh (dua dari kiri) saat makan siang bersama tokoh-tokoh Muhammadiyah Kabupaten Banjar, usai Salat Jumat, kemarin.(
Foto: Istimewa/suarindonesia.com)

Suarindonesia – Sultan Banjar Sultan Khairul Saleh diundang makan siang oleh tokoh-tokoh Muhammadiyah di Kabupaten Banjar di Rumah Makan Kairo Martapura, Jumat kemarin, usai Salat Jumat. Sejumlah tokoh menerima kedatangan mantan Bupati Banjar ini, hadir juga bersama undangan di antaranya Prof Dr H Thohir Luth MA, Ketua PD Muhammadiyah Hasbi Rifani, Abdul Kadir Audah, Abdul Basit, dan tokoh lainnya.

Namun sebelum makan siang, Sultan Khairul Saleh menyediakan waktunya untuk Shalat Jumat di Masjid Al Furqon dekat SMAN 1 Martapura, Kelurahan Jawa, Kecamatan Martapura Kota. Bertindak sebagai khotib dan imam Prof Dr H Thohir Luth MA dari Kota Malang Jawa Timur.

Sultan Khairul Saleh sekaligus menyediakan diri bersilaturrahmi dengan para jemaah Masjid Al Furqon. “Ulun sangat senang dengan pian-pian barataan, terima kasih banyak atas sambutannya,” ujarnya.

Sultan Khairul Saleh dikenal suka menjalin silaturrahmi dengan ulama dan tokoh masyarakat. Sehingga dia tidak hanya dekat dengan kalangan Nahdliyin atau NU, tapi juga kalangan Muhammadiyah, dan semua kalangan di Kabupaten Banjar.

Dan tokoh Muhammadiyah Abdul Basit mengakuinya. Malah menurutnya, Sultan Khairul Saleh ketika masih menjabat Bupati Banjar berkontribusi besar dalam pembangunan dan masyarakat Kabupaten Banjar.

“Menurut saya, pak Khairul sangat berjasa bagi masyarakat Kabupaten Banjar,” ucapnya.

Begitu juga, Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Banjar, Hasbi Rifani mengakui peran Sultan Khairul Saleh dan mengatakan bahwa pihaknya mendukung Sultan Khairul Saleh untuk maju ke DPR RI.

“Kami mendukung beliau, karena dulu saat masa kepemimpinannya sebagai Bupati Banjar selama 10 tahun, kami cukup banyak dibantu untuk pembangunan masjid maupun untuk kegiatan Muhammadiyah yang lain,” tuturnya.

Ia mencontohkan pembangunan Masjid Al Furqon yang menelan biayalebih dari Rp8 miliar itu bersumber dari APBD Kabupaten Banjar kemudian APBD perubahan. “Itu artinya beliau mendukung kegiatan Muhammadiyah di Kabupaten Banjar. Juga berselang tahun beliau selalu menyetujui bantuan sosial untuk Muhammadiyah,” lanjutnya.(RA)

 394 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: